Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
DAYA juang para pelaku usaha kecil menengah (UKM) dan ekonomi kreatif di Indonesia semakin menguat seiring dengan dibukanya pembatasan kegiatan masyarakat. Walaupun transisi pascapandemi masih menjadi tantangan, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menilai situasi merupakan peluang bagi UKM untuk semakin aktif dan adaptif menyikapi pasar.
“Geliat ekonomi kerakyatan di berbagai ruang publik ini memperlihatkan sinyal baik menuju pemulihan perekonomian bangsa yang berdaya tahan tinggi ke depan,” katanya saat menghadiri closing ceremony Festival Syawal 1443 H secara daring, Kamis (9/6).
Ma’ruf meyakini dominasi UKM dalam struktur ekonomi dapat menopang pemulihan ekonomi nasional, sekaligus membawa misi peningkatan kesejahteraan masyarakat sampai ke akar rumput. Para pelaku UKM harus jeli melihat peluang pasar. “Termasuk salah satunya potensi dan tren peningkatan permintaan produk halal, seperti makanan dan minuman, obat-obatan, dan kosmetika,” jelasnya.
Ma’ruf menjelaskan, saat ini muncul kesadaran dari umat muslim bahwa mengonsumsi produk halal dan thayyib merupakan gaya hidup, ketimbang sebelumnya hanya sekadar bagian dari ajaran agama Islam. Faktor inilah yang semakin mendorong naiknya kebutuhan akan konsumsi produk halal di dunia. “Tidak hanya komunitas muslim, masyarakat dunia kini turut mengakui komoditas halal yang identik dengan produk aman, berkualitas dan higienis, atau good food, good food yaitu makanan yang baik, serta dapat dikonsumsi oleh siapa pun,” paparnya.
Baca juga: Pemerintah Optimistis Ekonomi RI Tumbuh Sesuai Proyeksi
Dengan bertumpu pada UKM, tambahnya, pemerintah pun terus berkomitmen mewujudkan Indonesia sebagai pusat produsen halal terkemuka di dunia. Untuk mempercepat pengembangan industri halal tersebut, diperlukan langkah-langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan UKM halal berkelanjutan.
“Pertama, mendorong segera terbentuknya Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) di seluruh provinsi,” jelasnya.
Ma’ruf juga meminta penyempurnaan bisnis proses sertifikasi halal, termasuk upaya percepatan pencapaian target fasilitasi 10 juta produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) halal.
“Saya minta pelaku UKM juga ikut aktif berpartisipasi mendaftarkan produk-produk unggulannya agar segera tersertifikasi halal sehingga semakin meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk UKM,” pintanya.
Di samping itu, ungkapnya, Ma’ruf meminta pembentukan kawasan industri halal (KIH) sebagai strategi penguatan rantai nilai halal. “Kita masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengoptimalkan KIH-KIH yang ada. Saya minta agar UMK halal dapat memanfaatkan fasilitas ini,” jelasnya.
Langkah terakhir yang perlu dilakukan yaitu dengan terus mengakselerasi ekosistem industri halal dalam negeri. “Dengan adanya ekosistem industri halal yang kuat, diharapkan kapasitas dan kualitas industri produk halal akan semakin kuat pula,” pungkasnya. (P-5)
Iwapi menjalin kerja sama dengan PT AI Indonesia untuk meningkatkan kapasitas digital, efisiensi usaha, serta daya saing UMKM perempuan di tengah percepatan transformasi ekonomi digital.
Bagi Muhammad Abdurrahman Azzam, masa kuliah justru menjadi pintu masuk untuk terlibat langsung dalam penguatan ekonomi masyarakat.
Perubahan lanskap usaha menuntut transformasi karena persaingan yang semakin ketat, perubahan perilaku konsumen, dan pesatnya perkembangan teknologi.
Meski potensi ekonomi digital besar, Indonesia masih menghadapi tantangan serius pada aspek literasi.
Bantuan tersebut meliputi meja payung dan kursi, tempat sampah, lampu hias warung, lampu hias taman, serta papan nama kios UMKM.
BANK Indonesia (BI) mencatat lebih dari 36 persen volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara nasional berasal dari DKI Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved