Kamis 26 Mei 2022, 05:11 WIB

Mendag Sebut Harga Komoditas Tinggi Peluang bagi Investasi dan Inovasi

mediaindonesia.com | Ekonomi
Mendag Sebut Harga Komoditas Tinggi Peluang bagi Investasi dan Inovasi

MI/HO
Menteri Perdagangan M Lutfi

 

MENTERI Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan terganggunya arus perdagangan komoditas di dunia, yang menyebabkan inflasi tinggi, merupakan peluang bagi negara berkembang untuk menciptakan nilai tambah yang baik pada sektor perdagangan.

“Ini bagian dari oprtunity. Harga komoditas tinggi ini menyebabkan banyak investasi dan inovasi untuk menciptakan nilai tambah bagi Indonesia,” kata Menteri Perdagangan, di sela-sela acara World Economy Forum (WEF)  Davos, Rabu (25/5).

Menurut Mendag  Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, sudah lama mengusulkan agar perdagangan komoditas dunia perlu ditata ulang. 

Baca juga: Mendag RI Sebut Perdagangan Komoditas Dunia Perlu Ditata Ulang

Hal itu karena struktur dan sistem yang dominan saat ini lebih banyak dampak buruknya dibandingkan manfaatnya. Khususnya bagi masyarakat di negara berkembang besar seperti Indonesia, Brasil, India, dan Tiongkok. 

Yang dibutuhkan, kata dia, adalah perubahan mentalitas dalam memandang perdagangan bebas dunia sebagai lokomotif yang tidak bisa dilepaskan dari faktor-faktor nonekonomi. 

Konsep yang dikenal dengan ESG (environment, sustainability and governance), saat ini, menjadi ukuran pertama dan utama bagi investor dalam menanamkan modalnya. 

Konsep ESG adalah pembangunan ekonomi berbasis pemeliharaan lingkungan, pembangunan yang berkesinambungan dan tata kelola.

"Kami di Indonesia percaya bahwa komitmen penuh terhadap ESG menciptakan platform untuk membangun rasa saling membutuhkan dan saling percaya antara semua negara di dunia," kata Mendag Lutfi.

Tapi, Indonesia tidak tinggal diam melihat beragam hambatan terhadap perdagangan dan perekonomian dunia. 

Menurutnya, Indonesia sebagai negara terbesar di ASEAN bersama-sama bersama sembilan negara ASEAN lainnya berkomitmen penuh untuk menghilangkan kendala perdagangan antarnegara ASEAN sebagai kontribusi nyata ASEAN dalam meringankan beban perekonomian dunia saat ini. 

Hal tersebut dilakukan sambil 10 negara ASEAN saling mendukung dalam menerapkan konsep ESG di masing-masing negara.

"Selanjutnya dengan komitmen penuh ASEAN dalam penerapan ESG, kami berharap perekonomian ASEAN bisa semakin terintegrasi ke dalam rantai pasok utama dunia, main global supply chain," tegas Mendag seraya menambahkan  bahwa ESG justru akan menjadi katalis sekaligus peluang untuk negara berkembang menjadi negara maju. (RO/OL-1)

Baca Juga

Dok Modernland

Saat Pandemi, Modernland masih Mampu Catat Laba Rp458 M

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 23:10 WIB
Perseroan membukukan penjualan pemasaran Rp1,4 triliun. Segmen residensial mendominasi dengan Rp1,1 triliun, meski turun 18% ketimbang...
MI/BENNY BASTIANDY

Masuk Status Darurat, Daerah Dapat Geser Anggaran untuk Wabah PMK

👤 Indriyani Astuti 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 18:15 WIB
Untuk melakukan pergeseran anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), kepala daerah dapat melakukan perubahan Peraturan Kepala Daerah...
ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

Indonesia Ajak Negara Lain Berkontribusi pada Dana Perantara Keuangan

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 17:50 WIB
FIF diharapkan dapat diluncurkan secara formal dan beroperasi pada September...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya