Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menegaskan, Indonesia akan melarang kegiatan ekspor listrik bersih atau energi baru dan terbarukan (EBT) ke luar negeri. Aturan terbaru pun akan dikeluarkan pemerintah.
Hal ini diutarakan dalam Press Briefing Menteri Investasi/Kepala BKPM di World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2022, Davos, Swiss, Selasa (24/5).
"Soal ekspor listrik, kami sebentar lagi membuat aturannya. Karena itu sudah diputuskan lewat rapat dengan Bapak Presiden Jokowi," ungkapnya.
Lalu bagaimana dengan perusahaan yang sudah terlanjur berinvestasi terkait ekspor listrik EBT? Misalnya saja, seperti PT Medco Power Indonesia bersama Konsorsium PacificLight Power Pte Ltd (PLP) dan Gallant Venture (Salim Group), yang mengirim listrik dari produksi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Bulan, Riau menuju Singapura.
Bahlil pun merespons. Menurutnya, segala rencana investasi terkait ekspor listrik akan dievaluasi bersama.
Baca juga: Kemenko Perekonomian Pastikan Besaran Upah bukan Syarat Peserta Kartu Prakerja
"Nah yang namanya sudah diputuskan presiden, yang sudah terlanjur dikeluarkan akan dievaluasi. Setahu saya tidak ada izin ekspor kok, selama ini kan izin lokasi saja yang dikeluarin, belum ada izin ekspor," sebutnya.
Bahlil menyampaikan, larangan ekspor EBT itu semata untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, sebelum negara lain mengeruk hasil sumber daya alam Indonesia, khususnya bahan baku mentah.
Meski demikian, Menteri Investasi menegaskan pemerintah tidak menutup peluang investasi EBT yang masuk ke Indonesia. Hal ini guna mengejar target bauran EBT 23% di 2025 mendatang serta yang pasti mendatangkan pendapatan bagi negara.
"Penyetopan ekspor EBT kepada dunia atau ke negara manapun bukan berarti kami menyetop investasi untuk membangun EBT. Kita mengejar bauran di 2025. Jadi, silakan bagi investor yang mau bangun investasi untuk EBT. Tapi, kami enggak ekspor ke negara lain dulu," tutupnya. (OL-4)
INDUSTRI panas bumi memiliki prospek baik dalam mendukung pencapaian target pemerintah dalam memperluas kapasitas pembangkit listrik energi baru dan terbarukan (EBT).
Pemerintah terus memperkuat arah kebijakan energi nasional dengan mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Langkah ini untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Langkah pemerintah dalam memperluas pemanfaatan EBT sudah berada di jalur yang tepat.
Indonesia Solar Summit (ISS) 2025 mengambil tema Solarizing Indonesia: Powering Equity, Economy, and Climate Action.
Instalasi panel surya merupakan lanjutan dari proyek serupa di kantor pusat Mowilex di Jakarta pada 2022 lalu.
PRESIDEN Prabowo Subianto meresmikan sebanyak 55 pembangkit listrik Energi Baru Terbarukan (EBT) yang tersebar di 15 provinsi, termasuk milik Medco.
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved