Selasa 24 Mei 2022, 17:38 WIB

Pakar IPB: PMK bisa dikendalikan, Minta Masyarakat Jaga Kondisi Tetap Kondusif

mediaindoneaia.com | Ekonomi
Pakar IPB: PMK bisa dikendalikan, Minta Masyarakat Jaga Kondisi Tetap Kondusif

DOK KEMENTAN

 

PENGAJAR Analisis Risiko Pemasukan Hewan dan Produk Hewan Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University, Denny W. Lukman mengatakan bahwa penyakit mulut dan kuku (PMK) bisa dikendalikan secara terukur apabila semua orang memiliki peran yang sama terhadap pengawasan hewan di masing-masing daerahnya.

"Sebenaenya dalam undang-undang juga sudah tertulis, di mana setiap orang yang mengetahui adanya hewan penular wajib melaporkannya," ujar Denny, Selasa, 24 Mei 2022.

Menurut Denny, masyarakat wajib menjaga situasi agar tetap kondusif jelang Idul Adha. Misalnya tidak memperkeruh suasana dengan menyebarkan informasi bohong dan meresahkan soal PMK. Sebaliknya, masyarakat harus menjaga kondisi yang ada agar tetap terkendali.

"Masyarakat harus menjaga juga agar kita tidak larut dalam kepanikan dan tetap kita harus waspada. Terutama kepada pengangkut ternak pedagang ternak dan peternak. Maka itu dalam situasi seperti ini saya berharap hewan yang ada tidak dilalulintaskan," katanya.

Denny mengaku sejauh ini dirinya memiliki perhatian besar terhadap pembuatan vaksin nasional. Menurutnya pembuatan vaksin dalam negeri harus didukung bersama untuk kemajuan peternakan Indonesia.

"Kalau diproduksi sesuai dengan prosedur dan cara produksi yang baik sesuai yang ditetapkan oleh  kementan, saya percaya vaksinnya akan baik. Apalagi nanti kan melalui proses uji di BBPMSOH (Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan)," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) secara aktif terus melakukan pengawasan lalu lintas hewan yang masuk maupun keluar melalui Pintu-pintu pelabuhan. Salah satunya di pelabuhan Merak Cilegon, Banten. Di sana, Badan Karantina Pertanian bersama jajaran Polri melakukan pengecekan terhadap semua hewan baik yang datang dari Pulau Sumatera maupun yang keluar dari Pulau Jawa.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) memastikan bahwa pengawasan yang dilakukan sudah berjalan dengan baik. Bahkan fungsi teknis yang lainnya sudah berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

"Di Cilegon kita melakukan pemeriksaan secara maksimal yang dibantu oleh dokter hewan, sehingga tidak boleh ada kontaminasi dari PMK yang bisa kita abaikan. Bahkan sampel darah dan pemeriksaan lab bisa kita maksimalkan di tempat ini," ujar Mentan SYL.

Pemeriksaan berikutnya, kata Mentan, semua hewan yang masuk ke Pulau Jawa harus melalui pemeriksaan, di mana semua mobil yang mengangkut hewan terlebih dulu didesinfeksi. Kalaupun ada hewan yang bermasalah, maka Kementan telah menyiapkan instalasi karantina hewan.

"Oleh karena itu, saya yakin menghadapi Idul Qurban besok akan lebih ketat lagi tetapi tidak membuat tambah ribet dah tambah susah. Tetapi sampai dengan instalasi karantina untuk menyembuhkan kita memilik back up yang cukup. Saat ini karantina seluruh Indonesia siaga 1 sampai 14 hari ke depan untuk memutus virus yang bisa berkembang lebih jauh," ujarnya. (OL-10)

Baca Juga

Dok. Wege

Kemenaker Berikan 7 Penghargaan Zero Accident kepada Wege

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 15:55 WIB
Penghargaan Zero Accident 2022 Kementerian Ketenagakerjaan Republik...
Antara/Didik Suhartono.

Anggaran Penggantian Sapi Terpapar PMK belum Ada

👤Agus Utantoro 🕔Minggu 26 Juni 2022, 14:43 WIB
Untuk tahap pertama dilepas 8.000 dosis dan yang sedang dalam proses administrasi 2.200.000 dosis serta yang sedang diusulkan ke...
Antara

Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi untuk Minyak Goreng Dinilai tak Efektif

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 26 Juni 2022, 14:43 WIB
Ada tiga persoalan utama yang mesti dibenahi pemerintah untuk meningkatkan efektivitas aplikasi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya