Kamis 19 Mei 2022, 11:57 WIB

AEM Special Meeting 2022, Waktunya Manfaatkan dan Tingkatkan Relevansi ASEAN

Fetry Wuryasti | Ekonomi
AEM Special Meeting 2022, Waktunya Manfaatkan dan Tingkatkan Relevansi ASEAN

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (tengah) saat konferensi pers usai ASEAN Economic Ministers' Special Meeting 2022 di Badung, Bali.

 

Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi dan Para Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Ministers/AEM) kembali menggelar pertemuan hari kedua pada AEM Special Meeting di Jimbaran, Bali, hari ini, Rabu (18/5).

Para Menteri Ekonomi dari 10 negara ASEAN mengedepankan kesatuan pemahaman dan cara pandang untuk semua isu yang dibahas. Mulai dari evaluasi hasil dari KTT Khusus Amerika Serikat (AS)-ASEAN minggu lalu, menganalisis situasi ekonomi dunia, kondisi, tantangan dan prioritas pembangunan masing-masing negara, memperlancar rantai pasokan antar negara ASEAN, serta memastikan semakin terintegrasi perekonomian ASEAN terhadap rantai pasok dunia.

Pertemuan khusus tersebut juga membahas proposal kerja sama yang diajukan kawasan ekonomi lainnya, sepertI Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) yang didorong AS, Strategi onIPEF yang didorong Uni Eropa, dan ASEAN Comprehensive Recovery Framework (ACRF), yang merupakan komitmen bersama ASEAN dalam memulihkan perekonomian kawasan.

Demikian juga evaluasi atas relevansi dan efektivitas dari berbagai aspek yang selama ini menjadi keunikan, keistimewaan, dan kekuatan ASEAN.

Seperti yang selama ini dikenal dengan the ASEAN Way yang terdiri dari kesatuan ASEAN (unity), sentralitas ASEAN (centrality) dan komunitas (community) ASEAN. Selain itu pembahasan juga mencakup penilaian bersama atas the ASEAN Charter, serta perlunya untuk lebih memberdayakan Sekretariat ASEAN.

Mendag Lutfi menyampaikan optimismenya bahwa perekonomian ASEAN akan kembali ke kondisi sebelum pandemi. Dengan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) ASEAN diperkirakan mencapai 4,9 persen pada 2022 dan 5,2 persen pada 2023.

"Meski demikian, ASEAN harus siap dan waspada terhadap berbagai dinamika global yang dapat berkembang di masa depan. Implementasi dari ACRF perlu dipercepat,” kata Lutfi.

Selain itu, Lutfi menyampaikan pentingnya mempercepat implementasi secara penuh dan efektif dari persetujuan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) sebagai kontributor pemulihan ekonomi dari pandemi.

Pertemuan ini juga memberi arahan terkait isu-isu perubahan iklim dan menjadi wujud upaya komitmen Paris Agreement Under the United Nations Framework Convention on Climate Change.

Indonesia menekankan komitmennya untuk segera mengimplementasikan RCEP dan menyambut baik soliditas ASEAN dalam menghadapi berbagai isu regional dan global yang berkembang saat ini.

"Salah satunya, kebijakan terkait lingkungan yang dikeluarkan secara unilateral yang berpotensi menjadi hambatan perdagangan. Sehingga ASEAN perlu mencari langkah kolektif agar agenda terkait lingkungan dan ekonomi dapat berjalan secara berkesinambungan,” kata Mendag.

Menanggapi keinginan Amerika Serikat dan Uni Eropa untuk meningkatkan kerja sama dengan kawasan Indo–Pasifik, para Menteri Ekonomi ASEAN menyampaikan pentingnya sentralitas ASEAN dalam membangun arsitektur kawasan yang lebih luas.

Lutfi menegaskan kembali apa yang sudah diserukan Presiden Jokowi dalam KTT AS-ASEAN minggu lalu mengenai pentingnya menjadikan dokumen ASEAN Outlook on Indo–Pacific (AOIP) sebagai acuan kerja sama ASEAN ke depan.

"AOIP adalah sikap resmi ASEAN untuk membuka seluas-luasnya peluang kerjasama perekonomian dengan kawasan manapun selama dilakukan dengan terbuka dan inklusif. Sudah menjadi karakter utama ASEAN yang selalu mendorong kolaborasi yang bermanfaat dibandingkan persaingan yang sehat. Apalagi rivalitas yang ujungnya hanya mempertajam perbedaan dan membuka potensi konflik,” pungkas Lutfi. (OL-12)

Baca Juga

Ist

Digital Marketing Bantu Pelaku Usaha Tumbuh

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 15:14 WIB
Wadah ini juga bisa melakukan kerja sama strategis dengan berbagai pihak yang dapat membantu meningkatkan penjualan melalui berbagai macam...
Antara

Risiko Global Meningkat, APBN Diarahkan Jaga Daya Beli Masyarakat

👤 Despian Nurhidayat 🕔Minggu 03 Juli 2022, 15:10 WIB
Pemerintah melalui instrumen APBN, berhasil meredam tingginya tekanan inflasi global, sehingga daya beli masyarakat terjaga dan pemulihan...
Antara

Lewat Diversifikasi Produk Perikanan, KKP Harap AKI Meningkat

👤Despian Nurhidayat 🕔Minggu 03 Juli 2022, 14:39 WIB
KKP memiliki target Angka Konsumsi Ikan (AKI) pada 2024 mencapai 62 kg per kapita per tahun. Pada 2021, AKI nasional tercatat 55,37 kg...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya