Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
TRANSFORMASI BRI Group membuahkan kinerja mengesankan di tengah kondisi ekonomi penuh ketidakpastian. Pada kuartal pertama 2022, perseroan mampu mencatatkan laba bersih konsolidasian senilai Rp12,22 triliun atau tumbuh 78,13% year on year.
Adapun untuk aset BRI, pada akhir Maret 2022 mencapai Rp1.650,28 triliun atau tumbuh 8,99% yoy.
CEO BRI Group Sunarso mengungkapkan kunci keberhasilan ini tak lepas dari transformasi digital dan culture.
Pada aspek digital, antara lain mendigitalkan proses bisnis untuk mencapai efesiensi dan digitalisasi model bisnis untuk menciptakan value baru. Untuk aspek culture, BRI bergerak menuju performance driven culture (budaya berbasis kinerja).
Baca juga: Sinergi Bank Raya dan BRI, Bidik Pencairan Pinjaman Rp7,7 Triliun Lewat Agen BRILink
"Performance driven culture saya definisikan ketika setiap individu di organisasi mampu merancang dan merencanakan suksesnya sendiri. Tugas perusahaan hanya menyediakan tempat berkompetisi untuk mengeluarkan potensi terbaik setiap individu," jelas Sunarso dalam acara Halal Bi Halal BRI bersama Pemimpin Redaksi Media di Jakarta, Jumat (13/5).
Lebih jauh, lanjut Sunarso, BRI menetapkan fokus transformasi pada liabilities. Sunarso meminta dana-dana mahal seperti dana kelembagaan dan korporasi hanya boleh diurus kantor pusat. Adapun cabang-cabang hanya boleh mencari dana retail.
Berkat kebijakan itu, cost of funds perusahaan turun menjadi yang terendah sepanjang sejarah BRI yakni 1,7%.
"Itu transformasi liabilities. Dari situ berawal semua kinerja baik. Karena nyari dana retail tak hanya nyari dana, berarti harus mengembangkan transaksi, maka transaksi itu menghasilkan float dari transaksi yang disebut CASA dan mendapatkan fee jadi fee based income," jelas Sunarso.
"Maka laba rugi kita dipasok aset spread yang relatif sudah turun, tetapi diimbangi liabilities spread yang makin tebal, ditambah lagi fee based income. Jadi laba kita dipasok tiga komponen income, yakni aset spread, liabilities spread, dan fee based income. Itulah yang kemudian bisa menghasilkan laba Rp12,2 triliun selama tiga bulan."
Optimisme
Sunarso pun optimistis kinerja BRI ke depan di tengah kondisi ekonomi yang masih diselimuti ketidakpastian. Berdasarkan analisa, kata Sunarso, loan growth-nya BRI tidak sensitif terhadap krisis.
“Ketika awal pandemi semuanya ambruk, kita keluar duluan untuk mengatakan BRI harus fokus penyelamatan UMKM dan tetap menumbuhkan kredit,” jelasnya.
Sunarso juga menyebut tidak mengalami kesulitas likuiditas. Bahkan loan to deposit ratio (LDR) BRI sepanjang dua tahun ini tidak pernah tembus 90%. Hal tersebut menunjukkan ketersediaan likuiditas.
Justru, katanya, loan demand-nya yang lemah. Namun hal itu disiasati BRI dengan mengantarkan stimulus-stimulus dari pemerintah.
“Maka begitu dianalisa pakai ekonometrika, keluarlah angkanya bahwa ternyata loan growth BRI tidak sensitif terhadap krisis. Jadi boleh dikatakan, kalau krisis terjadi, BRI itu tetap tumbuh kreditnya,” ujar Sunarso.
“Yang perlu kita pikirkan ada dua. Pertama, likuiditasnya ada apa tidak, itu nanti terkait dengan inflasi, kebijakan uang ketat, dan lain-lain. Kedua adalah modal atau equity, ini tidak usah diragukan karena BRI kemarin right issue dalam rangka holding ultramikro, kita dapat tambahan modal cash Rp41 triliun, cukup untuk tumbuh selama tiga tahun,” pungkasnya. (Ifa/S3-25)
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat pengawasan di sektor perbankan seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas perbankan yang semakin beragam dan cepatnya digitalisasi.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan alasan pemerintah membentuk badan usaha milik negara (BUMN) baru untuk mengelola lahan pertambangan dan perkebunan kelapa sawit.
DI tengah melimpahnya sumber daya alam Kalimantan Timur, ironi justru mencuat dari wajah sosial masyarakatnya.
Saksi mahkota Kerry Adrianto Riza mengungkap Pertamina memperoleh manfaat hingga Rp 17 triliun dari penyewaan Terminal BBM OTM.
JARINGAN Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) menolak rencana pemerintah untuk mengalihkan pengelolaan izin 28 perusahaan yang dicabut ke badan usaha milik negara (BUMN).
Disertasi yang dipertahankan Fathudin dalam meraih gelar Doktor Ilmu Hukum tidak sekadar berkontribusi pada pengembangan teori hukum administrasi negara.
Kejaksaan Agung menindaklanjuti perintah Presiden Prabowo Subianto untuk memeriksa eks pejabat BUMN terkait dugaan kebocoran anggaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved