Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA bahan pangan pokok, seperti minyak goreng, bawang merah hingga daging sapi masih terpantau tinggi hingga awal Mei ini.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan, pemerintah berupaya melakukan pendekatan agar bisa mengelola harga pangan terjaga dengan baik di tengah tingginya harga global, seperti minyak goreng.
"Kita lihat harga minyak goreng curah saat ini year to date itu negatif 4%. Ini harus kita jaga, terutama kita pastikan daya beli masyarakat miskin dan rentan terus kita kelola dengan baik," ujarnya dalam Media Briefing secara virtual, Jumat (13/5).
Dalam data yang dipaparkan Febrio, harga minyak goreng kemasan masih tinggi hingga menembus level Rp26 ribu per liter sampai Mei ini. Berbeda dengan harga minyak goreng curah yang berangsur menurun di level Rp18 ribu-Rp20 ribu per liter, seiring dengan kebijakan harga eceran tertinggi (HET).
Harga bahan pangan lainnya yang masih meningkat ialah bawang merah karena menipisnya stok. Harga stok pangan itu menembus Rp37 ribu per kilogram sampai Mei ini dengan pertumbuhan year to date (ytd) 32,9%.
"Bawang putih itu relatif terjaga, namun bawang merah itu cukup tinggi. Sementara harga gula relatif terjaga," ungkap Febrio.
Baca juga: Harga Minyak Goreng Curah di Kota Depok Naik Lagi
Kemudian, harga daging sapi juga dilaporkan masih meningkat karena stok yang menipis di tengah momentum Ramadan dan Lebaran yang mana menjadi incaran masyarakat.
Mulai dari Januari hingga Maret 2022, harga pangan itu terlihat stabil di kisaran Rp125 ribu-Rp130 ribu per kg. Lalu, pada April hingga Mei, melonjak menjadi Rp135 ribu-Rp144 ribu per kg.
"Daging sapi cukup tinggi terutama saat konteks Ramadan dan Idulfitri. mudah-mudahan ke depan makin bisa dikelola dengan baik," ucap Febrio.
Ia menambahkan, untuk harga cabai merah dan cabai rawit masih relatif terjaga. Pertumbuhan cabai rawit secara year to date disebutkan lebih rendah.
Selanjutnya, harga beras juga dianggap stabil dan bisa dikendalikan pemerintah. Febrio menyinggung, Hal ini akibat curah hujan dalam dua tahun terakhir di Indonesia masih tinggi.
"Sehingga, harga beras bisa kita jaga dengan sangat terkendali. Share beras dalam IHK (indeks harga konsumen kita termasuk paling tinggi dengan 3,33%," pungkas Febrio.
BKF menyimpulkan kenaikan harga pangan nasional tidak lepas dari dinamika global imbas konflik Rusia-Ukraina. Banyak negara, kata Febrio yang mengalami inflasi, terlebih ada disrupsi suplai selama dua tahun selama pandemi covid-19. (A-2)
Harga cabai rawit dan telur di Pasar Gedhe Klaten turun hari ini 13 Januari 2026. Cek daftar lengkap harga sembako terbaru jelang Ramadan.
Harga bahan kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kembali normal sementara, pasokan maupun stok aman dan lancar menjelang Ramadan.
Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Gedhe Klaten, Jawa Tengah, terpantau mulai stabil dan cenderung menurun, paling signifikan terjadi pada komoditas cabai dan telur ayam.
Saham RAJA dan RATU sama-sama milik Happy Hapsoro, tapi punya bisnis dan risiko berbeda. Simak perbedaan RAJA vs RATU sebelum investasi.
Kebutuhan cabai besar di Kepri mencapai 12.074 ton per tahun. Namun, produksi lokal saat ini baru berada di angka 4.508 ton.
Telur ayam dijual Rp22 ribu per kg, sementara harga di pasaran Rp28 ribu per kg. Gula pasir dijual Rp14.500 per kg, lebih murah dibanding harga pasar Rp17 ribu per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved