Senin 25 April 2022, 20:41 WIB

Mentan Dorong Ekspor Sarang Burung Walet Tembus Pasar AS dan Eropa

mediaindonesia.com | Ekonomi
Mentan Dorong Ekspor Sarang Burung Walet Tembus Pasar AS dan Eropa

Ist/Kementan
Mentan Syahrul Yasin Limpo menunjukkan produk sarang walet dari PT. Anugerah Citra Walet Indonesia yang diekspor ke Tiongkok.

 

MENTERI Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), melepas ekspor 1,78 ton dengan nilai Rp 35,38 miliar sarang burung walet (SBW) produksi PT. Anugerah Citra Walet Indonesia ke Tiongkok.

Komoditas peternakan yang sering disebut “emas putih” ini terbukti strategis di pasar ekspor dan diminati banyak negara. Secara kumulatif, di 2022, ekspor SBW PT. Anugerah Citra Walet Indonesia mencapai 10,58 ton dengan nilai Rp. 221,96 millar. 

Mentan SYL menyebut potensi pasar ekspor SBW  masih sangat terbuka, tidak hanya pasar Tiongkok.

Mentan meminta agar pasar SBW asal Indonesia meluas hingga Eropa dan Amerika. Ia menekankan potensi SBW dipasar ekspor agar digarap maksimal, salah satu caranya dengan memberdayakan atase-atase pertanian yang tersebar diseluruh dunia. 

Baca juga: Kadistan Belu Klarifikasi: Food Estate Belu Tidak Gagal, Ini Faktanya

“Walet menjadi sesuatu yang strategis, dan akan kita booster maksimal, kalian sudah tahu jalurnya, dan cara berdagangnya, sekarang bagaimana kita bisa ekspor ke Amerika dan Eropa, saya memiliki atase pertanian diseluruh dunia, kita dapat menjadikan mereka sebagai perwakilan untuk mewujudkan itu,” ungkap Mentan SYL saat melepas ekspor SBW di Kabupaten Bogor. 

Lebih lanjut SYL menyebut potensi yang dimiliki SBW Indonesia sebaiknya diikuti dengan upaya peningkatan produksi dan kualitas SBW di dalam negeri. Ia berharap agar semua pihak yang terlibat dalam bidang usaha ini dapat berupaya bersama pihaknya untuk mendorong potensi SBW termasuk dalam aspek budidaya. 

“Kami maksimal kawal dari aspek budidaya hingga tembus pasar ekspor, ini tidak mudah, karena negara-negara pengimpor walet sangat selektif, dua tahun ini sesuai arahan presiden, melalui kebijakan - kebijakan Kementerian Pertanian, kami berupaya agar walet menjadi komoditas unggulan,” terang SYL. 

Sebagai negara tropis, lanjut SYL, Indonesia menjadi negara terbesar penghasil SBW di dunia.

Ia mengatakan usaha SBW di Indonesia tidak hanya berpotensi terhadap peningkatan ekspor negara, tetapi juga berpotensi membuka lapangan pekerjaan dan berpeluang  meningkatkan perekonomian masyarakat. 

“Tidak semua negara bisa menghasilkan walet, dan Indonesia menjadi salah satu negara terbaik penghasil walet di dunia, saya berharap ekspor komoditas ini meluas, karena manfaat walet sangat beragam mulai dari kesehatan, farmasi, hingga kosmetik, dan ini berpeluang sebagai lapangan pekerjaaan, disini saja ada 1400 pekerja” tegas SYL. 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Nasrullah, menyampaikan, pengembangan SBW masuk dalam program super prioritas di Kementerian Pertanian (Kementan).

Ia mengatakan, Kementan terus melakukan pendampingan kepada para pelaku usaha sarang burung walet untuk mendorong peningkatan ekspor dan meningkatkan skala usahanya.  

“Kita sarankan untuk UMKM agar memanfaatkan akses pembiayaan melalui KUR (Kredit Usaha Rakyat) untuk meningkatkan skala usaha dan pengadaan sarana prasarana guna meningkatkan kualitas produksi” ungkap Nasrullah.

Sebagai informasi, berdasarkan data BPS, tahun 2021 Indonesia telah mengekspor 1.510 ton SBW  (meningkat 15% dibandingkan tahun 2020/YoY) dengan nilai USD 517 juta atau setara dengan Rp 7,1 triliun ke beberapa negara di dunia antara lain Tiongkok, Hongkong, Vietnam, Singapura, USA, Kanada, Thailand, Australia, Malaysia, Jepang, Laos, dan Korea.

Sementara itu, Rudy Foniaty Direktur PT. Anugerah Citra Walet Indonesia menyampaikan, sarang burung walet yang diekspor berasal dari 104 rumah walet di Kalimantan dan Sulawesi Selatan.

Ia mengatakan sejak 2018, perusahaannya telah mengekspor ke Tiongkok secara rutin.

Ia megatakan perusahaannya telah mendapatkan registrasi dari Otoritas Kepabeanan dan Karantina Tiongkok (GACC) bersama dengan 28 perusahaan walet asal tanah air lainnya.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Menteri Pertanian beserta jajarannya yang telah membina usaha kami,” ungkapnya. (RO/OL-09)

Baca Juga

Ist

Cisco Indonesia Terpilih dengan Budaya Tempat Kerja Terbaik di Tanah Air

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 29 Juni 2022, 19:58 WIB
Dalam memilih apa yang menjadikan Best Workplace di Indonesia, Great Place to Work menggunakan cara yang sama dalam  Fortune 100 Best...
ANTARA

OJK Sebut Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 29 Juni 2022, 19:21 WIB
Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK pada hari ini, Rabu (29/6) menyebutkan fungsi intermediasi perbankan pada Mei 2022 tercatat...
Ist

Sidak ke Dongala, Zulhas Senang Migor Curah Sesuai HET

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 29 Juni 2022, 19:19 WIB
Mendag Zulhas ingin hadir di Pasar Pasar Toaya, saat perdagangan baru dimulai agar bisa tahu harga bapok dan migor curah yang ditetapkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya