Rabu 20 April 2022, 16:58 WIB

Di Washington DC, Kemenkeu Bahas Dampak Perang di Ukraina dengan Negara G20

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Di Washington DC, Kemenkeu Bahas Dampak Perang di Ukraina dengan Negara G20

AFP/STEFANI REYNOLDS
Sebuah tanda untuk Pertemuan Musim Semi tahunan Dana Moneter Internasional ditampilkan di luar kantor pusat Bank Dunia di Washington, DC.

 

KEPALA Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 akan membahas tentang dampak perang di Ukraina terhadap perekonomian global pada Rabu (20/2) waktu Washington DC.

"Ada empat sesi pertemuan yang akan dilakukan besok. Pertama kita akan melihat kondisi ekonomi global dan dampak perang Ukraina dan Rusia, khususnya dampak ekonominya, terhadap banyak negara yang menjadi lebih berat pemulihannya," kata Febrio dalam Konferensi Pers APBN Kita, Rabu (20/4), seperti dilansir Antara.

Dalam pertemuan tersebut G20 akan membahas upaya menjaga pemulihan ekonomi di negara-negara kecil agar tidak terdampak perang di Ukraina yang meningkatkan harga komoditas.

"Sehingga kalau terjadi pertumbuhan yang baik di negara seluruh dunia, termasuk negara kecil, ini juga akan berdampak positif bagi perekonomian G20, termasuk Indonesia," ucapnya.
 
Baca juga: Jokowi Harus Tegas Soal Sikap Indonesia di KTT G20

Pada sesi kedua, negara-negara G20 akan membahas terkait global preparedness for future pandemic untuk lebih membuat tiap negara lebih siap menghadapi kondisi pandemi yang akan datang.

"Dalam hal ini negara-negara besar seperti G20 lebih siap secara strategis sehingga kita membutuhkan kerja sama di sektor kesehatan yang lebih strategis, juga menyiapkan arsitektur kesehatan global yang lebih siap ke depan," katanya.

Selanjutnya, juga akan dibahas terkait kondisi keuangan negara-negara miskin, di dalamnya restrukturisasi utang negara yang kondisi keuangannya sudah sangat buruk juga akan dibahas.

"Dalam konteks ini Indonesia jauh lebih baik dibandingkan dengan beberapa negara yang cukup tertekan dalam beberapa tahun terakhir dan lebih tertekan lagi dengan kondisi geopolitik dalam beberapa bulan terakhir," katanya.

Terakhir, pendanaan berkelanjutan juga akan dibahas dengan topik utama terkait pembiayaan transisi energi dari energi berbasis fosil yang tidak ramah lingkungan ke energi hijau.
 
"Dalam konteks ini kita angkat topik transisi energi dan bagaimana membiayai transisi energi dan ekonomi ke yang lebih hijau agar dapat dilakukan dengan adil dan terjangkau." (A-2)

 

Baca Juga

Dok. Petrolimia  Gresik

Program Makmur Tingkatkan Produksi dan Pendapatan Petani Tebu

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 22:41 WIB
Hasil panen tebu para petani naik 37% yakni dari sebelumnya 116,5 ton per hektare menjadi 159,7 ton per...
Antara/Maulana Surya

Investasi Berkelanjutan Jadi Topik Pertemuan TIIWG G20 Kedua di Surakarta

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 21:05 WIB
Pertemuan TIIWG ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya transformasi...
Dok.Ist

Program Jawara Telah Bukukan Penjualan Rp2,5 M

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 20:41 WIB
Setiap Jawara yang saat ini sudah aktif memulai usahanya bisa mengantongi keuntungan perbulan hingga 2 juta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya