Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
NERACA Pembayaran Indonesia (NPI) diperkirakan tetap baik, sehingga mampu mendukung ketahanan eksternal. Adapun defisit transaksi berjalan (CAD) pada kuartal I 2022 diprediksi tetap rendah.
Hal itu didukung surplus neraca perdagangan sebesar US$9,3 miliar. "Perkembangan ini didukung tingginya surplus neraca perdagangan nonmigas," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Selasa (19/4).
"Terutama sejalan dengan tingginya nilai ekspor karena harga komoditas global. Seperti, batu bara, besi dan baja, serta biji logam, di tengah meningkatnya defisit neraca perdagangan migas," imbuhnya.
Baca juga: Konflik Rusia-Ukraina Masih Berlanjut, BI Tahan Suku Bunga Acuan
Aliran modal asing dalam bentuk investasi portofolio yang sempat tertahan pada kuartal I 2022 dengan net outflows US$1,8 miliar, kembali mencatat net inflows pada awal kuartal II 2022, yaitu sebesar US$0,8 miliar.
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2022 tercatat US$139,1 miliar. Itu setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 7 bulan impor, serta pembayaran utang luar negeri pemerintah. Berikut, di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Baca juga: Moeldoko Minta Rakyat Paham dan Bersabar hadapi Kenaikan Harga
Ke depan, tingginya harga komoditas global diprediksi akan menopang peningkatan nilai ekspor untuk 2022. Sehingga, defisit transaksi berjalan diperkirakan lebih rendah, yaitu 0,5-1,3% dari PDB. Itu menurun dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 1,1-1,9% dari PDB.
Pada periode yang sama, neraca transaksi modal dan finansial diprediksi tetap surplus. Khususnya, dalam bentuk penanaman modal asing, sejalan dengan iklim investasi dalam negeri yang terjaga.
"Secara keseluruhan, kinerja NPI diperkirakan tetap surplus. Sehingga, menopang ketahanan eksternal ekonomi Indonesia," jelas Perry.(OL-11)
Kemampuan yang dimiliki itu dapat diasah sehingga mampu berpartisipasi dalam upaya peningkatan ekonomi di daerah, bahkan nasional.
Perekonomian NTB menjadi bergairah dengan adanya Fornas kali ini.
SEJUMLAH pasal yang mengatur berbagai aspek terkait tembakau pada PP Nomor 28 Tahun 2024 menuai kritik. Aturan ini dinilai berdampak negatif terhadap industri dan petani dalam negeri,
KOTA Batu tak hanya lekat dengan suguhan pemandangan alam, kabut, dan kesejukan udara, tetapi juga hamparan perbukitan dan perkebunan milik warga hadir memanjakan mata.
PEMERINTAH dinilai perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan Over Dimension Overloading (ODOL) serta mencari solusi yang komprehensif dan berkelanjutan,
EFEKTIVITAS Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebagai instrumen peningkatan daya beli masyarakat kembali dipertanyakan. Sebab program tersebut tidak memberikan kontribusi signifikan.
Penurunan cadangan devisa Indonesia disebabkan oleh kewajiban pembayaran utang luar negeri pemerintah serta intervensi Bank Indonesia (BI) di pasar valas untuk stabilitas rupiah.
Cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir Juli 2025 tercatat sebesar US$152 miliar atau sekitar Rp2.482 triliun.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada perdagangan Kamis 7 Agustus 2025, dibuka menguat 42,59 poin atau 0,57% ke posisi 7.546,34.
Bank Indonesia mengungkapkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2025 tercatat sebesar US$152,6 miliar atau senilai Rp2.477 triliun.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 10 Juni 2025, ditutup menguat 117,31 poin atau 1,65% ke posisi 7.230,74.
Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2025 sebesar US$152,5 miliar atau setara Rp2.482,5 triliun.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved