Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
SEMUA perusahaan yang sudah go publik punya kewajiban untuk memberikan sebagian laba mereka kepada para pemegang saham. Hal itu pula yang dilakukan Adira Finanda.
Sebelumnya diberitakan bawah pada 30 Maret lalu, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang menghasilkan beberapa keputusan. Salah satunya dalah RUPST telah menyetujui Laporan Tahunan Perusahaan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2021, pengesahan Laporan Keuangan Perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan (firma anggota dari Deloitte Asia Pasifik dan Jaringan Deloitte), dengan opini audit Wajar Tanpa Modifikasian, dan mengesahkan Laporan Tugas Pengawasan Tahunan Dewan Komisaris Perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2021.
Selanjutnya, RUPST juga memutuskan untuk membayarkan dividen tunai sebesar Rp607 miliar atau Rp607 per lembar saham, sekitar 50% dari laba bersih perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2021. Pembayaran dividen ini akan dilakukan pada 29 April nanti. Adira Finance telah konsisten dalam memberikan apresiasi atas dukungan para pemegang saham. RUPST juga memutuskan untuk menyisihkan Rp12,1 miliar atau 1% dari laba bersih dan menambah cadangan umum sesuai Undang-Undang Perseroan Terbatas.
Di samping itu, RUPST menunjuk Akuntan Publik Elisabeth Imelda dan Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan, firma anggota dari Deloitte Asia Pasifik dan Jaringan Deloitte sebagai Kantor Akuntan Publik yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan untuk mengaudit laporan keuangan Perusahaan untuk tahun buku 2022.
RUPST menyetujui pengunduran diri Hafid Hadeli dari jabatannya selaku direktur utama perusahaan dan menyetujui pengangkatan I Dewa Made Susila selaku Dirut baru yang akan efekif menjabat setelah lulus uji kemampuan dan kepatutan dari OJK. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Hafid Hadeli atas dedikasi dan kontribusinya terhadap Perusahaan selama masa tugasnya. Kami berharap beliau dapat terus sukses ke depannya," ujar Perry B. Slangor, Kepala Divisi Corporate Secretary & Investor Relation.
Terakhir, perusahaan juga melaporkan penggunaandana hasil penerbitan Obligasi Berkelanjutan V Adira Finance Tahap II Tahun 2021 senilai Rp1.300 miliar, dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan IV Adira Finance Tahap II Tahun 2021 senilai Rp200 miliar. Setelah dikurangi dengan biaya penerbitan, seluruh dana hasil dari penerbitan obligasi dan sukuk mudharabah ini digunakan untuk mendanai pembiayaan konsumen sesuai dengan kegiatan usaha Perusahaan. (RO/A-1)
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat selama periode perdagangan 19–23 Januari 2026, IHSG turun 1,37% ke level 8.951,010 dari posisi 9.075,406 pada pekan sebelumnya.
Pada perdagangan pagi ini, Jumat (23/1), IHSG anjlok 0,79% atau minus 70,86 poin ke level 8.921.
Memasuki awal 2026, lanskap ekonomi global menunjukkan tanda-tanda stabilisasi yang lebih nyata dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
IHSG hari ini 22 Januari 2026 dibuka menguat 0,46% ke level 9.052,17. Simak data pembukaan pasar, sentimen global Trump-Greenland, dan kurs Rupiah.
Bursa kembali memperketat pengawasan pasar. Pada perdagangan Rabu (21/1), sebanyak enam saham emiten resmi masuk daftar papan pemantauan khusus
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus terhenti sejenak pada pembukaan perdagangan Rabu, 21 Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved