Selasa 22 Maret 2022, 18:03 WIB

DPR Apresiasi Pragnosa Ketersediaan Pangan Jelang Ramadan

mediaindonesia.com | Ekonomi
DPR Apresiasi Pragnosa Ketersediaan Pangan Jelang Ramadan

DOK DPR RI
Anggota Komisi IV DPR RI Khalid.

 

ANGGOTA Komisi IV DPR RI dari Fraksi Gerindra, TA Khalid mengapresiasi data pragnosa neraca ketersediaan pangan yang disampaikan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menghadapi bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri 2022 mendatang.

Menurut Khalid, neraca tersebut merupakan bentuk tanggungjawab pemerintah yang secara konkrit mampu menjawab kebutuhan pangan masyarakat.

"Kami dari Gerindra bersyukur dan alhamdulilah karena berdasarkan prognosa neraca komoditas pangan strategis pada Januari Desember 2022 kondisinya sangat aman. Hanya beberapa saja yang perlu impor," ujar Khalid dalam rapat kerja bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Selasa, 22 Maret 2022.

Baca Juga: DPR, HKTI, KTNA dan HMPO Sepakat Penggunaan Pupuk Organik Diperluas

Anggota Komisi IV lainnya, Yessy Melania juga mengapresiasi sajian data pragnosa Kementan dalam memenuhi kebutuhan pangan jelang puasa dan lebaran. Meski demikian, Yessy meminta agar data ini diperkuat secara ketat, supaya ke depan tidak terjadi kelangkaan.

"Kami mengapresiasi prognosa neraca pangan yang diberikan. Tapi kami mengingatkan agar data ini diperkuat sehingga bisa menjamin ketersediaan sampai akhir Mei. Sekali lagi kami mengapresiasi data pragnosa ini," katanya.

Di tempat yang sama, Direktur Bulog, Budi Waseso menjamin ketersediaan beras untuk menghadapi hari raya besar dalam kondisi aman. Bahkan kata Buwas--panggilan akrab Budi Waseso-- saat ini para petani di sejumlah daerah tengah panen raya yang bisa menambah jumlah stok ke depan.

"Beras yang ada di Bulog dijamin cukup, Pak. Hari ini panen di mana-mana. Di satu sisi saya juga bangga karena petani saat ini diuntungkan," tutupnya.

Adapun berdasarkan data pragnosa yang ada, stok beras pada awal 2022 mencapai 5.272.537 ton, di mana stok akhir mencapai 7.543.324 ton. Adapun prognosa cabai pada bulan Maret ini mencapai 111.669 ton. Sementara untuk kebutuhannya hanya 92.040 ton. Dengan angka tersebut maka neraca bulanan untuk cabai besar mencapai 19.630 ton. 

Sementara prognosa untuk produksi cabai rawit mencapai 104.115 ton dengan kebutuhannya mencapai 90.706 ton. Sehingga akan ada surplus 13.409 ton.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) memastikan bahwa semua kebutuhan pangan dalam mempersiapkan hari raya besar puasa dan lebaran dalam kondisi aman. "Kita sudah validasi dan hasilnya aman, Bapak," tutupnya. (RO/OL-10)

Baca Juga

Antara/Subur Atmamihardja.

Rupiah Melemah Jelang Rilis Data Inflasi AS

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 18:22 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (10/8) sore ditutup melemah jelang rilis data inflasi Amerika...
Dok.Ist

Kementeriam BUMN Perkenalkan Prospek BUMN bagi Mahasiswa Fakultas Hukum

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 18:16 WIB
Kontribusi BUMN terhadap negara. Itu khususnya dalam sumbangan terkait penerimaan negara yang semakin meningkat setiap...
Dok.Ist

LPCK Laporkan Pendapatan dan EBIDTA Tumbuh Dua Digit

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 17:46 WIB
Pra Penjualan hingga Juni 2022 telah mencapai 44 % dari target FY22 Perseroan sebesar Rp1,45...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya