Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Setelah penantian panjang, PT GoTo Gojek Tokopedia memulai proses initial public offering (IPO). Mereka memulai penawaran awal pada Selasa (15/3) hingga 21 Maret nanti.
GoTo akan melepas sebanyak-banyaknya 52 miliar saham seri A yang seluruhnya merupakan saham baru dan dikeluarkan dari portepel. Jumlah tersebut setara 4,35% saham
Berdasarkan prospektus, GoTo mematok harga saham perdana di kisaran Rp 316-Rp 346 per saham. Nilai nominal saham ini dipatok Rp 1. Dengan demikian, melalui gelaran penawaran saham perdana ini GoTo berpeluang mengumpulkan dana sebanyak-banyaknya Rp 17,99 triliun.
GoTo menargetkan bisa memperoleh pernyataan efektif dari OJK pada 25 Maret. Sementara penawaran umum dijadwalkan pada 29-31 Maret. Targetnya, perusahaan ride hailing dan marketplace ini bisa mulai memperdagangkan saham di bursa pada 4 April mendatang.
GoTo menunjuk PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Tbk (TRIM) sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Sementara PT CIMB Niaga Sekuritas dan PT Nilai Inti Sekuritas bertindak sebagai penjamin emisi efek.
Sehubungan dengan rencana IPO, GoTo bersama-sama dengan penjamin emisi efek berencana untuk menerapkan opsi penjatahan lebih, yang hanya dapat dilakukan apabila jumlah pemesanan saham melebihi jumlah saham yang ditawarkan kepada masyarakat.
Penjatahan lebih akan memberikan hak kepada penjamin emisi efek untuk melakukan penjatahan lebih sampai dengan 7,8 miliar saham seri A dari saham tresuri emiten pada harga penawaran.
Dana yang diperoleh dari penjualan saham tambahan akan digunakan untuk stabilisasi harga melalui pembelian saham di pasar sekunder.
Hal ini dilakukan untuk mengupayakan agar harga saham tidak menjadi lebih rendah dari harga penawaran. Pihak yang menjadi agen stabilisasi adalah PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia. (OL-12)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (2/3) pagi dibuka melemah seiring tekanan dari bursa saham Asia, yang dipicu meningkatnya konflik Iran vs AS.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan konsolidasi pada pekan ini, seiring meningkatnya risiko geopolitik global.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir atau pada periode 23-27 Februari 2026 mengalami koreksi sebesar 0,44%.
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 26 Februari 2026, sempat dibuka di zona hijau.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada pembukaan perdagangan Rabu, 25 Februari 2026, mengalami penguatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved