Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PARIWISATA bukan hanya berbicara tentang bagaimana lokasi dan pengelolaannya melainkan juga penunjang dari lokasi tersebut guna menarik pengunjung dan wisatawan.
Selain fasilitas, sektor penunjang lainnya seperti kuliner menjadi hal yang wajib didukung baik dalam pengembangan maupun juga kemasan. Sehingga, wisatawan juga bisa menikmatinya.
Menteri pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, Kota Pontianak di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) memang dapat ditemukan banyaknya lokasi wisata yang bisa menjadi referensi.
"Namun, hal tersebut juga harus didukung dengan potensi lainnya seperti yang ada saat ini seperti kuliner. Ada beberapa kuliner unggulan Kota Pontianak untuk daya tarik tersendiri bagi para wisatawan," kata Sandiaga dalam keterangan pers, Jumat (11/3).
Kota Pontianak memiliki ragam kuliner yang khas, seperti minuman Lidah Buaya (aloe vera), Kue Bingke Berendam, Burung Punai, Jorong - jorong, dan banyak kuliner lainnya.
Baca juga: Pariwisata di Semarang dan sekitarnya Mulai Bergairah
Potensi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai peluang pengembangan usaha oleh pelaku ekonomi kreatif. Apalagi selama masa pandemi, kuliner merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif (ekrfa) yang tidak banyak terpengaruh.
Dengan bekal kreativitas dan inovasi, pelaku ekraf dapat memanfaatkan teknologi untuk menjangkau pasar yang lebih luas. “Ini yang perlu kita kembangkan, sehingga ini bisa menjadi penunjang wisata di Pontianak,” kata Menparekraf.
Oleh karena itu, guna pengembangan subsektor kuliner dan subsektor lainnya,,Kota Pontianak diharapkan untuk segera melakukan pengembangan terhadap kuliner tradisional yang terbilang cukup menarik wisatawan untuk berkunjung ke Pontianak.
Atas dasar itu, kegiatan workshop KaTa Kreatif Indonesia 2022 kali ini sebagai salah satu wujud komitmen dan konsistensi Kemenparekraf/Baparekraf yang paham terhadap kebutuhan rakyat dalam memberikan dukungan dan fasilitasi terkait pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Dengan meningkatnya inovasi, kreativitas dan kewirausahaan para peserta, diharapkan dapat mendorong bangkitnya ekonomi kreatif Indonesia," jelas Sandi.
"Menciptakan lapangan kerja, mendorong kebangkitan ekonomi, tegas dan gerak cepat untuk menghadapi tantangan dan memperluas pengembangan ekonomi Indonesia," tuturnya.
Sandi mengungkapkan, ekonomi kreatif di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan dan diharapkan dapat menjadi salah satu pilar dalam menyokong pertumbuhan ekonomi.
Potensi ekonomi kreatif ini didukung dengan keberagaman budaya, keindahan geografis dan sumber daya manusia yang kaya akan kreativitas, disempurnakan lagi dengan digitalisasi yang saat ini sudah harus menjadi sebuah kebiasaan baru terutama bagi generasi muda sehingga dapat menunjang ekonomi kreatif melaju lebih cepat.
Dia menegaskan, pihaknya mengajak pelaku ekonomi kreatif untuk tetap semangat dalam upaya melakukan pemulihan dan stabilisasi ekonomi dengan memaksimalkan penggunaan sarana prasarana dan juga teknologi informasi.
"Sehingga tetap dapat menciptakan perubahan positif, serta menjadikan potensi wisata dan ekonomi kreatif sebagai lokomotif penggerak perekonomian," katanya.
Seperti diketahui, Workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia 2022 sudah berlangsung di beberapa kota seperti Lombok yang dilakukan pada 21 Februari 2022,
Belitung pada 26 Februari 2022, serta pada tanggal 2 Maret 2022 Workshop KaTa dilaksanakan di Jambi, begitu juga dilaksanakan Majalengka pada tanggal 5 Maret 2022 dan pada Kamis, 10 Maret ini dilaksanakan di Pontianak.
Selama berlangsungnya workshop KaTa Kreatif Indonesia 2022, tidak hanya melakukan pengembangan di sektor kuliner dan Ekraf melainkan juga di bidang seni yang pasti semuanya untuk mendukung parisiwata di daerah-daerah tersebut. (RO/OL-09)
Dengan rentang harga yang terjangkau, yakni mulai dari Rp20.000 hingga Rp65.000, Gedong Heritage menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak muda hingga kalangan keluarga.
Hikiniku to Come secara literal berarti daging giling dan nasi, merefleksikan konsep freshly grilled hamburg yang dinikmati dengan nasi hangat yang mengepul.
Secara historis, sate bulayak merupakan makanan khas dari Kecamatan Narmada, Lombok Barat.
Bagi masyarakat Maluku Utara, Lalampa bukan sekadar makanan, melainkan tradisi yang tak terpisahkan dari momen kebersamaan.
Rumah Makan Padang Nan Lamak resmi dibuka di Jakarta Selatan. Sajikan rendang dan ayam goreng khas Solok dengan resep autentik Minang dan konsep made-to-order.
Bukan sekadar nasi kari biasa, menu ini dikenal dengan porsi melimpah, rasa kuah kari yang khas, dan harga yang ramah di kantong.
Kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk bazar sembako murah yang berlangsung di Jalan Pisangan Baru, tepatnya di belakang SDN 11 Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur, pada Selasa (17/3).
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama SKIES Indonesia menggelar Workshop Baking Takjil Viral di Aula Kelurahan Jatisampurna, Bekasi pada Kamis (12/3) lalu.
Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menekankan pentingnya kemampuan adaptasi, kolaborasi, serta kreativitas bagi dunia usaha dalam menghadapi perubahan ekonomi.
BUKA peluang usaha, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Gebrakan Anak Negeri (GAN) menggelar workshop baking kue Lebaran di Mall Basura, Jatinegara, Jakarta Timur pada Rabu (11/3).
JELANG Hari Raya Idulfitri, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan Gerakan Masyarakat Wirausaha menggelar pelatihan membuat kue kering Lebaran bagi para ibu rumah tangga.
BUKA lapangan kerja, Yayasan Indonesia Setara (YIS) Bersama UMKM Sahabat Sandi menggelar Workshop Baking Kue Kering Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved