Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta jelang akhir pekan diprediksi menguat terbatas, meski dibayangi sentimen geopolitik di Ukraina dan rencana kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed).
Rupiah bergerak menguat 12 poin atau 0,09 persen ke posisi Rp14.382 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.394 per dolar AS.
"Gerak rupiah pagi ini terlihat mengabaikan isu-isu luar negeri terutama terkait ketegangan geopolitik, dengan harganya masih bergerak di bawah zona Rp14.440 dan support di areal Rp14.320," kata Analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Nikolas Prasetia saat dihubungi di Jakarta, Jumat (4/3).
Dari sisi global, lanjut Nikolas, pelaku pasar tampak mewaspadai sanksi-sanksi baru yang akan dikeluarkan terhadap Rusia, terutama yang mempengaruhi kinerja dolar AS yakni sanksi atas larangan ekspor untuk teknologi tertentu kepada Rusia.
Menurut Nikolas, sanksi baru tersebut terlihat memberikan sedikit dorongan pada kinerja dolar AS pagi ini.
"Di sisi lain, pelaku pasar juga masih mewaspadai potensi-potensi terkait perubahan tingkat suku bunga AS, dengan ekspektasi sementara kenaikan suku bunga sebanyak 25 basis poin pada pertemuan Maret ini," ujar Nikolas
Gubernur Federal Reserve Jerome Powell menegaskan kembali bahwa dia mendukung kenaikan 25 basis poin bulan ini. Powell mengulangi komentarnya pada hari kedua kesaksiannya di depan Kongres.
Dolar juga didukung oleh data klaim pengangguran mingguan AS, yang menunjukkan pasar tenaga kerja mulai meningkat, sehari menjelang laporan pekerjaan utama AS Februari pada Jumat waktu setempat.
Data menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun ke level terendah tahun ini pekan lalu.
Pada Rabu (2/3) rupiah ditutup melemah 55 poin atau 0,38 persen ke posisi Rp14.390 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.335 per dolar AS. (Ant/OL-12)
PEMERINTAH memastikan isu melemahnya nilai tukar rupiah yang mendekati Rp17.000 per dolar AS menjadi perhatian dalam koordinasi tim ekonomi seraya memastikan penguatan sektor riil
Nilai tukar Rupiah hari ini 22 Januari 2026 menguat ke Rp16.900 per USD didorong sentimen Trump dan keputusan BI Rate 4,75%. Cek selengkapnya di sini.
Ketua umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengaku sangat khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang semakin dalam pada akhir-akhir ini.
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
NILAI tukar rupiah menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya hampir Rp17.000 per dolar AS. Penguatan itu terjadi saat penutupan perdagangan 21 Januari 2026
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu 21 Januari 2026, bergerak menguat 1 poin atau 0,01% menjadi Rp16.955 per dolar AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved