Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Konsumsi Pangan Jauh dari Ideal

(FR/N-4)
25/5/2016 03:10
Konsumsi Pangan Jauh dari Ideal
(.ANTARA FOTO/Reno Esnir)

SECARA nasional, kualitas konsumsi pangan masyarakat Indonesia masih jauh dari ideal. Rendahnya kemampuan ekonomi dan minimnya pemahaman komposisi pangan ideal menjadi penyebab dominan. Tak mengherankan jika saat ini Indonesia menempati peringkat negara dengan gizi pangan terburuk di dunia. Hal itu terindikasi dari masih tingginya angka balita dengan berat dan tinggi badan tidak sesuai usia yang berada di kisaran 37%, kemudian obesitas 12% dan kekurusan 11%.
“Idealnya satu orang mengonsumsi 2.000 kilo kalori dan 52 gram protein per hari. Kondisi itu sekarang belum tercapai,” kata Kepala Seksi Konsumsi Pangan Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Sribroto Rini, pada acara sosialisasi Pola Pangan Harapan (PPH) di Pendopo Gede Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (24/5).

Rini mencontohkan konsumsi minyak goreng yang idealnya 200 gram per kapita per hari atau 20 gram per orang per hari. Namun, di Jawa Tengah lebih dari 300 gram per kapita per hari. “Gula idealnya 100 kilo kalori per kapita per hari atau 30 gram per orang per hari, tetapi kita lebih dari itu. Masih banyak lagi contoh konsumsi yang tidak sesuai atau memenuhi standar kebutuhan gizi.” Konsumsi buah dan sayuran sebagai sumber vitamin dan mineral juga sangat rendah, Padahal itu dibutuhkan tubuh dan mudah didapatkan. Demikian pula dengan tingkat konsumsi ikan. Terkait dengan itu, hasil survei skor Pola Pangan Harapan Kota Surakarta tercatat di kisaran angka 80,8%. Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kota Surakarta, Kentis Ratnawati, mengatakan fakta tersebut sangat memprihatinkan. “Angka itu bahkan lebih rendah jika dibandingkan dengan di 2014 yang mencapai 90,3%,” sebutnya. Hal itu akan berdampak langsung pada upaya mewujudkan masyarakat yang sehat, aktif, dan produktif. “Penyuluhan akan digencarkan. Kami juga akan membentuk kelompok, salah satunya kelompok tanam sayuran.” (FR/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik