Jumat 28 Januari 2022, 22:14 WIB

Laba Naik 430% di 2021, Berkah Beton Sedaya Siap Sambut Pemulihan Ekonomi di 2022 

Ghani Nurcahyadi | Ekonomi
Laba Naik 430% di 2021, Berkah Beton Sedaya Siap Sambut Pemulihan Ekonomi di 2022 

Dok. BEBS
Kontrak kerja sama BEBS dalam pembangunan kawasan perumahan

 

PT Berkah Beton Sadaya (BEBS) mencatatkan kenaikan laba bersih pada 2021 dan konsisten membukukan kenaikan laba triple digit Year on Year (YoY). Pada laporan keuangan audit 31 Desember 2021, BEBS mencatatkan laba bersih sebesar Rp89,4 miliar atau naik 430% dibanding 31 Desember 2020. 

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), BEBS mencatatkan pendapatan sebesar Rp459,4 miliar atau naik 315% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp110,6 miliar. Adapun pendapatan Perseroan terdiri dari penjualan material dan ready mix. 

BEBS juga mencatatkan adanya kenaikan beban pokok penjualan di 2021 menjadi Rp232,3 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Laba kotor naik menjadi Rp150,7 miliar dari sebelumnya Rp34,4 miliar. Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp8,5 miliar dari sebelumnya Rp5,9 miliar. Sementara itu, beban keuangan turun menjadi Rp1,1 miliar dari sebelumnya Rp2,1 miliar. 

BEBS juga mencatatkan laba sebelum pajak yang mengalami peningkatan. Laba sebelum pajak BEBS meningkat dari Rp26,4 miliar di Desember 2020 menjadi Rp141,1 miliar di Desember 2021. BEBS mencatatkan total aset naik menjadi Rp728 miliar dibanding tahun 2020 sebesar Rp406 miliar. 

Direktur Utama BEBS Hasan Muldhani mengharapkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan di 2022, mengingat awal Januari 2022 BEBS melakukan akuisisi Perusahaan kontraktor yang otomatis material seperti batu dan pasir serta produk turunan seperti beton dan precast yang dimiliki Perusahaan akan terpakai oleh kontraktor sendiri. Target pendapatan divisi kontraktor BEBS sendiri adalah minimal Rp 1 triliun di tahun 2022. 
Baca juga : Ini Klaim Asuransi yang Berpotensi Naik pada 2022

“Kami optimistis dapat mencapainya di tahun ini. MoU projek perumahan senilai 1,3 triliun di pertengahan Januari akan berkembang ke proyek komersial sehingga nilai proyeknya bertambah. Itu belum menghitung potensi proyek lain," ujar Hasan dalam keterangannya. 

Upaya pemerintah dalam membangkitkan kembali ekonomi Indonesia salah satunya adalah menjalankan kembali proyek-proyek infrastruktur di 2022, lanjut Hasan, akan menjadi angin segar bagi perusahaan kontraktor dan industri pendukung infrastruktur. 

“Hal ini akan menyebabkan dimulainya proyek baru maupun lama untuk kemajuan infrastruktur yang lebih baik dan akan mengakibatkan permintaan yang tinggi untuk sektor konstruksi dan material terkait,” ujar Hasan. 

Hasan menegaskan, dengan keuntungan dan pertumbuhan cadangan kas yang signifikan, BEBS siap untuk melakukan ekspansi dan menjaga pertumbuhan triple digit untuk tahun-tahun berikutnya. (RO/OL-7)

Baca Juga

Dok.KOBX

Laba Bersih Triwulan I Kobexindo Meroket 295%

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 16 Mei 2022, 18:45 WIB
Tren positif alat berat, khususnya pertambangan akan berlanjut setidaknya hingga akhir tahun...
AFP/Sam Panthaky.

Miliarder Gautam Adani Akuisisi Perusahaan Semen Holcim India

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 16 Mei 2022, 18:39 WIB
Saham Ambuja Cments naik 3,80%. Saham di ACC Ltd naik 6% di Mumbai setelah pengumuman...
Antara/M N Kanwa

Sinergi Bank Raya dan BRI, Bidik Pencairan Pinjaman Rp7,7 Triliun Lewat Agen BRILink

👤Mediandonesia.com 🕔Senin 16 Mei 2022, 18:32 WIB
Agen BRILink merupakan salah satu bagian penting yang tak terpisahkan dalam mewujudkan strategi BRIVolution...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya