Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Ekonom Permatabank, Josua Pardede menegaskan, pemerintah perlu mendorong kebijakan DHE (Devisa Hasil Ekpor) bekerja sama berbagai otoritas terkait melalui berbagai insentif sebagai upaya untuk meminimalisir dampak percepatan proses kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed.
"Hal ini akan mendorong harapan permintaan akan Dolar AS dapat tertahan," ungkapnya kepada Media Indonesia, Jumat (7/1).
Kebijakan itu pun akan ditambahkan dengan langkah Bank Indonesia (BI) yang secara jelas menyatakan belum akan merespon kenaikan suku bunga The Fed dengan kenaikan suku bunga dalam negeri yang diungkapkan dalam RDG (Rapat Dewan Gubernur) terakhir di tahun 2021.
Menurut Josua, hal tersebut menyiratkan bahwa BI akan mengintervensi melalui instrument lainnya dalam menahan laju depresiasi Rupiah yang mungkin terjadi.
"Hal ini wajar dilakukan oleh BI, mengingat kenaikan suku bunga di tengah proses pemulihan akan mendorong perlambatan pertumbuhan ekonomi," kata Josua.
Baca juga : Bahlil Sebut IUP 2.078 Perusahaan Tambang Sudah Pasti Dicabut
Secara umum, lanjutnya, tingkat keparahan dari kenaikan suku bunga The Fed diperkirakan cukup terbatas pada semester I 2022, mengingat para investor sudah memperkirakan terlebih dahulu, dengan mempertimbangkan sejarah dari taper tantrum.
Tidak hanya itu, eksposur dari pasar obligasi Indonesia terhadap investor asing juga dikatakan jauh lebih rendah dibandingkan pada 2013-2015 akibat kepemilikan investor asing yang berada di bawah 20%.
"Cadangan devisa pada akhir 2022 diperkirakan akan berada di kisaran US$150-152 miliar," tuturnya.
Dengan mempertimbangkan solidnya fundamen ekonomi Indonesia, Josua menilai cadangan devisa yang tetap berada dalam posisi yang kuat diperkirakan akan mendukung terjaganya stabilitas rupiah di tengah normalisasi kebijakan moneter The Fed.
"Langkah-langkah stabilisasi triple intervention juga akan dilakukan oleh BI untuk mengelola stabilitas makro sebelum mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga acuan dalam rangka menjangkar ekspektasi inflasi dan stabilitas rupiah," pungkas Josua. (OL-7)
Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari menyebut masih ada kemungkinan Bank Indonesia terus memangkas suku bunga.
Update pasar saham properti 9 Januari 2026. Saham DILD dan ASRI catatkan kenaikan signifikan di tengah sentimen IKN dan suku bunga, sementara APLN bergerak moderat.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Ekonom Hossiana Evalisa Situmorang menyebut keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen agar transmisi suku bunga lebih cepat
DEWAN Gubernur Bank Indonesia menyebut masih ada ruang penurunan suku bunga ke depan.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 Oktober 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75%.
Pada perdagangan pagi ini, Jumat (23/1), IHSG anjlok 0,79% atau minus 70,86 poin ke level 8.921.
Bank Indonesia melakukan reformasi pengaturan industri sistem pembayaran, salah satunya Transaksi, Interkoneksi, Kompetensi, Manajemen Risiko, dan Infrastruktur Teknologi Informasi.
BANK Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 4,9%–5,7%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan proyeksi 2025 yang berada pada rentang 4,7%–5,5%.
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved