Jumat 07 Januari 2022, 07:35 WIB

Dolar AS Menguat Paska Risalah Fed Cenderung "Hawkish"

mediaindonesia.com | Ekonomi
Dolar AS Menguat Paska Risalah Fed Cenderung "Hawkish"

dok.Ant
Ilustrasi

 

DOLAR AS melanjutkan penguatannya terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB (7/1), setelah risalah dari pertemuan kebijakan Federal Reserve Desember mengungkapkan nada yang lebih hawkish dari yang diperkirakan.

Para pejabat Fed mengatakan pasar tenaga kerja AS yang "sangat ketat" mungkin memerlukan kenaikan suku bunga lebih cepat, dan mengindikasikan mereka juga dapat mengurangi kepemilikan aset bank sentral secara keseluruhan untuk menjinakkan inflasi tinggi - sebuah proses yang disebut pengetatan kuantitatif (QT), risalah pertemuan kebijakan 14-15 Desember 2021.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,16 persen pada 96,3169.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1287 dolar AS dari 1,1312 dolar AS di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3525 dolar AS dari 1,3560 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia melemah menjadi 0,7165 dolar AS dari 0,7223 dolar AS.

Dolar AS dibeli pada 115,93 yen Jepang, lebih rendah dari 116,13 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS meningkat menjadi 0,9223 franc Swiss dari 0,9173 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2728 dolar Kanada dari 1,2755 dolar Kanada.

Pejabat Federal Reserve AS mengantisipasi kenaikan suku bunga lebih awal dan lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya karena ekonomi terus pulih dan inflasi tetap tinggi, menurut risalah pertemuan kebijakan terbaru Fed yang dirilis Rabu (5/1/2022).

Di sisi ekonomi, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (6/1/2022) bahwa klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, naik 7.000 menjadi 207.000 dalam pekan yang berakhir 1 Januari, lebih tinggi dari perkiraan pasar 195.000.

Di tempat lain, indeks jasa-jasa dari Institute for Supply Management (ISM) turun menjadi 62 persen pada Desember dari rekor 69,1 persen pada November. Ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal memperkirakan indeks turun menjadi 66,8 persen. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Menkeu: Infrastruktur Jadi Titik Awal Pembangunan di IKN

Baca Juga

Dok. HUB.ID

HUB.ID Accelerator Jaring Startup Potensial Tanah Air untuk Dikembangkan

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 06 Juli 2022, 18:08 WIB
Sejalan dengan misi mempercepat pengembangan ekosistem digital tanah air, rangkaian promotional roadshow juga bertujuan untuk...
Dok. BPJS Ketenagakerjaan

Monev Inpres 2/2021 di Kaltim dan Kaltara, Dorong Non ASN dan Pekerja Rentan Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 06 Juli 2022, 17:58 WIB
Andie Megantara mengatakan, pada prinsipnya setiap warga negara Indonesia berhak atas jaminan sosial dan negara wajib mengembangkan sistem...
ANTARA/MOHAMMAD AYUDHA

Di Forum TIIWG, Kadin Beberkan Pentingnya Reformasi WTO

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 06 Juli 2022, 17:26 WIB
WTO juga diminta memberdayakan usaha kecil dan membantu untuk berintegrasi ke dalam rantai pasokan dan nilai global untuk usaha mikro dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya