Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DOLAR AS melanjutkan penguatannya terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB (7/1), setelah risalah dari pertemuan kebijakan Federal Reserve Desember mengungkapkan nada yang lebih hawkish dari yang diperkirakan.
Para pejabat Fed mengatakan pasar tenaga kerja AS yang "sangat ketat" mungkin memerlukan kenaikan suku bunga lebih cepat, dan mengindikasikan mereka juga dapat mengurangi kepemilikan aset bank sentral secara keseluruhan untuk menjinakkan inflasi tinggi - sebuah proses yang disebut pengetatan kuantitatif (QT), risalah pertemuan kebijakan 14-15 Desember 2021.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,16 persen pada 96,3169.
Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1287 dolar AS dari 1,1312 dolar AS di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3525 dolar AS dari 1,3560 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia melemah menjadi 0,7165 dolar AS dari 0,7223 dolar AS.
Dolar AS dibeli pada 115,93 yen Jepang, lebih rendah dari 116,13 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS meningkat menjadi 0,9223 franc Swiss dari 0,9173 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2728 dolar Kanada dari 1,2755 dolar Kanada.
Pejabat Federal Reserve AS mengantisipasi kenaikan suku bunga lebih awal dan lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya karena ekonomi terus pulih dan inflasi tetap tinggi, menurut risalah pertemuan kebijakan terbaru Fed yang dirilis Rabu (5/1/2022).
Di sisi ekonomi, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (6/1/2022) bahwa klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, naik 7.000 menjadi 207.000 dalam pekan yang berakhir 1 Januari, lebih tinggi dari perkiraan pasar 195.000.
Di tempat lain, indeks jasa-jasa dari Institute for Supply Management (ISM) turun menjadi 62 persen pada Desember dari rekor 69,1 persen pada November. Ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal memperkirakan indeks turun menjadi 66,8 persen. (Ant/OL-13)
Baca Juga: Menkeu: Infrastruktur Jadi Titik Awal Pembangunan di IKN
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
Harga emas batangan Antam diprediksi akan melanjutkan tren kenaikan hingga mendekati level psikologis Rp2,7 juta per gram akibat sentimen positif melandainya inflasi Amerika Serikat.
Sejumlah Senator Republik berbalik melawan Trump, mengancam akan memblokir nominasi petinggi The Fed sebagai protes atas investigasi kriminal terhadap Jerome Powell.
Tiga mantan ketua The Fed, termasuk Janet Yellen, mengecam investigasi kriminal terhadap Jerome Powell. Mereka menyebut aksi pemerintahan Trump ini mengancam fondasi ekonomi AS.
Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp16.780 per dolar AS. Pasar merespons ketidakpastian suku bunga The Fed dan invasi AS ke Venezuela.
IHSG menutup perdagangan Rabu (7/1) dengan penguatan ke level 8.944. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan stimulus Tiongkok menjadi penopang utama indeks.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved