Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Konsumsi BBM Nonsubsidi Naik

Tes/E-4
19/5/2016 09:30
Konsumsi BBM Nonsubsidi Naik
(MI/PANCA SYURKANI)

PENURUNAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi terus meningkat seiring selisih harga yang semakin menipis dengan BBM subsidi.

Data PT Pertamina (persero) menunjukkan perkembangan konsumsi pertalite hingga April 2016 telah mencapai 600 ribu kiloliter (kl).

"Kami sekarang sudah ada di 2.956 SPBU, konsumsi per SPBU sekitar 2,5 kl per hari," jelas Vice President of Corporate Communication of Pertamina Wianda Pusponegoro dalam siaran pers di Jakarta, kemarin.

Di Jakarta, peningkatan konsumsi paling signifikan terjadi pada pertamax sejak dilakukan penurunan harga pada 15 Mei 2016 dengan besaran Rp1.950 menjadi Rp7.350 dari sebelumnya Rp9.300 per liter.

"Konsumsi pertamax meningkat dari 8.000 kl menjadi 10.000 kl per hari."

Kenaikan konsumsi BBM beroktan 92 karena selisih harga yang semakin kompetitif ketimbang harga premium (oktan 88) yang sebesar Rp6.450 per liter.

Dexlite yang baru diluncurkan Pertamina baru-baru ini ditetapkan seharga Rp6.650 per liter dan harga pertalite rata-rata turun sebesar Rp200 per liter di seluruh daerah.

Untuk memasyarakatkan konsumsi dexlite, Pertamina juga memperluas uji pasar produk BBM diesel nonsubsidi itu di Jawa Timur.

Uji pasar akan dilakukan di 18 SPBU yang tersebar di lima Kabupaten/kota seperti Surabaya, Malang, Sidoarjo, Mojokerto, dan Lamongan.

"Merespons cukup baiknya angka penjualan produk dexlite di Jabodetabek, Pertamina memperluas uji pasar dexlite untuk melihat minat pasar pengguna mesin diesel di wilayah Jawa Timur," jelas Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang dalam siaran pers di Jakarta, kemarin.

Pelaksanaan uji pasar ditandai pengisian perdana dexlite pada kendaraan di SPBU 54.601.113 Jalan Raya MERR Kalijudan, Surabaya, yang dilakukan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf.

"Kami apresiasi dengan hadirnya dexlite, dapat membantu pemerintah mengurangi penggunaan BBM subsidi," kata Saifullah. (Tes/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya