Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
LEMBAGA Pengkajian Perumahan dan Pengembangan Perkotaan Indonesia (LPP3I) atau lebih dikenal dengan nama The HUD Institute memberikan beberapa catatan penting menyongsong 2022 yang penuh tantangan di tengah masih adanya tekanan pandemi covid-19.
Penyedian hunian dan tantangan perkotaan di masa pandemi harus menjadi semangat inklusif dalam menghadapi tantangan yang terus berubah setiap saat. Tetapi juga sekaligus membuka peluang bagi berbagai pihak untuk memberikan inovasi baru dalam setiap menghadapi kesulitan.
Ketua Majelis Tinggi The HUD Institute Adrinof Chaniago mengatakan untuk membuat usia kota sebagai kota berkualitas lebih lama, maka perumahan perkotaan harus didominasi oleh hunian vertikal.
Menurutnya, pemerintah Pusat dan pemerintah daerah di Indonesia harus punya kebijakan tegas memperbanyak pembangunan apartemen sederhana dan rumah susun di perkotaan. Salah satu caranya menggunakan lahan-lahan negara, aset pemda, BUMN, BUMD untuk lahan pembangunan apartemen murah dan rumah susun tersebut.
"The HUD Institute juga akan terus mendorong secepatnya lahir RUU Perkotaan dan RUU Properti yang harus tegas mengarahkan pembangunan perumahan perkotaan agar didominasi hunian vertikal," terang Adrinof dalam keterangan tertulisnya, Jumat (31/12).
Belajar dari pengalaman pelaksanaan pembangunan perumahan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), Wakil Ketua Umum The HUD Institute Oswar M Mungkasa melihat ada dua kata kunci yang terabaikan.
Pertama, masyarakat sebagai subyek pembangunan perumahan. Kedua ialah bahwa pemenuhan hak asasi perumahan melalui kolaborasi antarpemangku kepentingan merupakan kunci terwujudnya keberhasilan dan keadilan, bentuk kepedulian terhadap yang tidak mampu.
"Masyarakat sebagai subyek masih dimaknai secara simbolis. Demikian pula wacana pembangunan perumahan kolaboratif, bukan monopoli salah satu pihak, itu juga belum sepenuhnya terwujud," ujarnya.
Kedepankan sosiosentris
Adapun Wakil Ketua Bidang Urban Development The HUD Institute Yayat Supriatna lebih mengkritisi soal banyaknya regulasi dan pembentukan lembaga baru untuk penanganan masalah perumahan. Namun akar masalahnya tidak pernah tuntas.
"Semua terlalu fokus sama egosentrisnya masing-masing. Bukan sosiosentris. Padahal masalah perumahan dan permukiman lebih banyak pada aspek sosiosentrisnya," tegasnya.
Oleh karena itu, kata dia, dibutuhkan kekuatan regulasi dan aktor yang paham lapangan, lincah dan taktis untuk menyelesaikan masalah dan menjadikan perumahan adalah tanggung jawab bersama.
Pemerintah perlu berani lakukan terobosan serta menetapkan target jangka panjang yang masif, misalnya zero backlog yang disusun secara terstruktur dan sistematis berbasis tahapan pencapaian tambahnya
Terkait hal itu pula, Zulfi Syarif Koto, Ketua Umum The HUD Institute menyebut perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang memahami perumahan dan pembangunan perkotaan di semua lini, terutama dalam hal penyusunan regulasi dan pelayanan publik.
"Juga soal pemanfaatan APBN lewat program-program padat karya. Demikian pula persoalan klasik soal peran swasta dalam hal perizinan, pembiayaan, pertanahan yang memerlukan kemudahan, akuntabilitas dan kepastian agar tercipta iklim usaha yang kondusif," tutupnya. (RO/X-12)
Mau mulai investasi propert? Sapatkan solusi KPR BRI bunga bersaing dan promo eksklusif di BRI Consumer Expo 2025 Jakarta, 29–31 Agustus, Jakarta International Convention Center (JICC) Hall A.
Penghargaan ini sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi serta kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
PASAR modal sedang mencermati fenomena backdoor listing, yakni proses masuknya entitas baru melalui akuisisi perusahaan tercatat tanpa IPO.
MENJAWAB tren interior bergaya kontemporer dan heritage, Idemu memperkenalkan Amarta, koleksi interior yang terinspirasi kekayaan tradisional dan budaya lokal.
Hal lain yang menurutnya menjadi pertimbangan masyarakat dalam negeri membeli properti adalah pemberian kebebasan dari pengembang.
Fahri memastikan dana yang pembangunan 1 juta unit tersebut ada dan banyak karena ada unsur bisnis bahkan saat mendaftar dan mengantre sehingga pola keuangannya akan sangat banyak.
PT PP Properti Tbk (PPRO) kembali mencatatkan kinerja impresif pada kuartal III tahun 2025.
Permintaan hunian sementara seperti rumah kos dan apartemen terus tumbuh di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, hingga Bali.
ODGJ tersebut berasal dari Afganistan yang melakukan aksinya pada Rabu (9/7) sore pukul 17.30 WIB. Kini, kondisi korban mengalami patah kaki dan sudah dibawa ke rumah sakit terdekat.
PT Indonesian Paradise Property Tbk dorong pertumbuhan pendapatan properti berupa apartemen lewat Antasari Place.
Meskipun pasar apartemen di Jakarta masih menghadapi tantangan, minat terhadap hunian di pusat kota tetap menunjukkan tren positif.
PUSAT perbelanjaan atau mal Jakarta Premium Outlets diperkirakan mulai beroperasi pada 2025. Proyek ini dekat dengan Sky House Alam Sutera+.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved