Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN pembiayaan berbasis teknologi, Home Credit Indonesia (Home Credit) membuka akses layanan keuangan untuk masyarakat Indonesia yang belum tersentuh lembaga keuangan formal.
Hal itu untuk mengimplementasikan keuangan yang berkelanjutan dan bertanggungjawab dengan menyelaraskan kepentingan lingkungan hidup, sosial dan tata kelola perusahaan (ESG) dalam kegiatan usahanya. Dan hal itu telah diterapkan Home Credit sejak lama seperti yang terekam dalam Laporan ESG tahunan yang dirilis oleh Home Credit Group baru-baru ini.
Salah satu bukti implementasi tersebut dapat dilihat dari konsistensi Home Credit untuk mendorong inklusi keuangan melalui pemanfaatan teknologi digital. Sekitar 20,5% pelanggan Home Credit di bulan Oktober – November 2021, tergolong first time borrowers atau mereka yang baru pertama kali menggunakan layanan pembiayaan formal.
Direktur Utama Home Credit Indonesia Animesh Narang mengatakan “Kami percaya bahwa adanya pilar ESG yang selama ini berusaha kami wujudkan salah satunya dapat mengatasi isu kesenjangan ekonomi. Kami berupaya untuk turut mendorong akses keuangan bagi seluruh masyarakat Indonesia yang ditargetkan oleh pemerintah dapat mencapai hingga 90% pada 2024."
Untuk itu,lanjutnya, Home Credit terus meningkatkan layanannya dengan strategi omnichannel yang mampu memberikan akses pembiayaan kepada para pelanggan melalui aplikasi digital My Home Credit didukung dengan jaringan mitra toko, sebanyak lebih dari 16,700 mitra yang tersebar di 200 kota di Indonesia.
Dengan akses digital dan jaringan mitra toko yang luas, Home Credit juga turut membuka akses pembiayaan ke luar Pulau Jawa dengan porsi yang signifikan hingga 45% dari seluruh total kontrak pembiayaan pada semester I/2021.
Selain itu, adanya layanan pembiayaan dari Home Credit juga turut menggerakkan aktivitas bisnis dari para mitra tokonya, di mana selain peritel besar terdapat hampir 10.000 toko berskala kecil (mom and pop stores).
Home Credit terus memperkuat dan memperluas jaringan mitra tokonya, sehingga pelanggan dapat menggunakan pembiayaan dari Home Credit untuk membeli berbagai barang impian mereka, tidak hanya laptop, smartphone, atau barang elektronik, namun juga ragam kebutuhan lain seperti fesyen, jam tangan, konsol game, perlengkapan bayi, aksesoris mobil, alat kecantikan, dan sebagainya.
Bagi para first-time-borrower, pengalaman dalam menggunakan layanan keuangan yang nyaman, aman, dan terpercaya tentunya menjadi hal yang penting. Sehingga tidak hanya inovasi dalam memberikan pelayanannya saja yang diperhatikan namun juga edukasi dalam menggunakan layanan juga perlu dilakukan.
Home Credit sendiri giat melakukan edukasi terkait literasi keuangan dan digital yang selama pandemi diberikan melalui berbagai platform media sosial mereka. Sepanjang Januari-Oktober 2021, Home Credit juga kerap melakukan edukasi melalui webinar dan podcast yang ditayangkan di Youtube dengan jumlah audience mencapai lebih dari 56.000 orang, serta melalui konten #DoITCerdas di media sosial Home Credit.
Salah satu edukasi interaktif dilakukan Home Credit melalui akun Instagram mereka berkolaborasi dengan influencer ternama Alexander Thian yang dikenal dengan nama akun @amrazing. Melalui kegiatan tanya jawab di Instagram Story Home Credit (@homecreditid), Alex berbagi pengalaman dan tips bermanfaat bagaimana mengelola keuangan dengan bijak selama pandemi. Kegiatan tersebut berhasil menjangkau audience Instagram sebanyak 1.500 orang.
“Sebagai ‘sobat belanja’ yang terpercaya dalam menyalurkan layanan pembiayaan yang bertanggung jawab dan telah digunakan oleh sekitar 5 juta pelanggan (per 30 Juni 2021), kami ingin memberikan dampak positif baik bagi pelanggan kami. Sehingga berbagai inisiatif yang kami lakukan untuk menerapkan keuangan berkelanjutan tentunya sejalan dengan program dan agenda pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ini merupakan tujuan kami sebagai perusahaan untuk bantu tingkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga mereka dapat menjalani hidup sesuai keinginan mereka. Karena kami #AdaUntukIndonesia,” tutup Animesh. (RO/E-1)
Membengkaknya utang pinjaman daring (pindar) atau pinjaman online (pinjol) hingga Rp94,85 triliun per November 2025, mencerminkan semakin terhimpitnya kondisi keuangan masyarakat.
Empat pilar utama, yaitu kolaborasi data, standardisasi penilaian risiko, skema berbagi risiko, serta platform kolaborasi terintegrasi, menjadi fondasi penting yang perlu diperkuat.
ANGGOTA Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mengapresiasi Bareskrim Polri yang membongkar dua kasus aplikasi pinjaman online (pinjol) ilegal yang telah menjerat hingga 400 nasabah
Pakar Ekonomi Syariah UMY Satria Utama, judi online (judol) memiliki daya rusak yang lebih tinggi karena menyasar kelompok masyarakat yang rentan secara finansial.
Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) bersama 97 platform pinjaman daring (pindar) menolak dengan tegas tuduhan adanya kesepakatan untuk menentukan batas maksimum suku bunga.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, lonjakan kasus penipuan keuangan atau financial scam di Indonesia semakin mengkhawatirkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved