Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTAMINA Patra Niaga memproyeksikan ada peningkatan konsumsi energi masyarakat selama masa libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 atau Nataru. Bakal ada peningkatan kebutuhan sekitar plus 6,2% untuk gasoline (bensin), lalu plus 2,7% untuk gasoil (diesel), peningkatan 3% untuk LPG, dan 24% untuk avtur, semuanya dibandingkan dengan rerata Oktober.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading (SH C&T) Alfian Nasution menjelaskan, sebagai antisipasi terhadap proyeksi tersebut, pihaknya melakukan beberapa antisipasi. 114 terminal BBM, 23 terminal LPG, 68 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), lebih dari 7.400 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU di berbagai wilayah.
Kemudian, menyiapkan rantai distribusi LPG mulai dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBBE) hingga agen dan pangkalan LPG, baik yang subsidi maupun non subsidi telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.
"Menyambut libur Nataru, kami pastikan stok energi nasional dalam kondisi sangat aman. Per 7 Desember, ketahanan stok untuk seluruh produk bahan bakar minyak rata-rata berada di atas 19 hari, LPG di atas 14 hari, dan Avtur 35 hari," jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (9/12).
Proses distribusi, lanjut Alfian, juga akan terus dipantau melalui Pertamina Integrated Command Centre (PICC) dan dashboard digitalisasi SPBU. Untuk menjamin hal tersebut, Pertamina mengaktifkan satuan tugas Natal dan Tahun Baru (Satgas Naru) untuk memastikan seluruh kebutuhan energi masyarakat terpenuhi.
Selain itu, Pertamina Patra Niaga kembali menyiapkan layanan dan fasilitas tambahan. Setidaknya, disiapkan 1.077 SPBU Siaga di jalur reguler, 63 SPBU Siaga di jalur tol, 218 Motoris atau armada Pertamina Delivery Service (PDS), 144 titik kantong BBM SPBU, 34 unit Pertashop atau SPBU modular.
Lalu, lebih dari 48 ribu agen dan pangkalan LPG Siaga, layanan di 68 DPPU akan terus siaga memenuhi kebutuhan avtur bagi seluruh maskapai penerbangan.
Alfian menerangkan, layanan tambahan ini disiapkan sebagai antisipasi terutama di jalur-jalur dan wilayah dengan proyeksi peningkatan konsumsi tertinggi, misalkan wilayah yang merayakan Natal, wilayah yang merayakan tahun baru, tempat wisata, jalur lintas utama, serta wilayah rawan bencana.
Selain secara internal dalam memastikan stok dan penambahan armada, Pertamina Patra Niaga juga berkoordinasi dengan stakeholder, seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Polri, Jasa Marga dan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT), Telkom, serta perbankan untuk memastikan transaksi kebutuhan lembaga penyalur dapat tetap dilayani.
"Selain operasional kami juga telah siapkan layanan antigen, layanan pembayaran non tunai melalui MyPertamina, serta memastikan seluruh fasilitas Pertamina sudah menaati protokol kesehatan,” pungkas Alfian. (Ins/E-1)
Sepanjang Februari 2026, KAI Divre I Sumatera Utara mencatat volume angkutan barang sebesar 55.428 ton yang didominasi oleh komoditas BBM sebanyak 26.616 ton.
CADANGAN BBM nasional yang saat ini berada di kisaran sekitar 20–21 hari dinilai masih cukup untuk memenuhi kebutuhan energi dalam kondisi normal, sehingga masyarakat tidak perlu panik.
Pertamina pun menegaskan telah mempersiapkan stok BBM dan LPG jauh hari sebelum perang Israel-Amerika lawan Iran.
Konflik Timur Tengah picu panic buying dan ancaman kelangkaan BBM di Thailand. Pemerintah pantau ketat pasokan seiring lonjakan harga di tingkat lokal.
Pemerintah kini menyiapkan pembangunan fasilitas penyimpanan baru untuk memperkuat ketahanan energi hingga target tiga bulan cadangan.
Bahlil mengatakan 30% impor gas minyak cair (LPG) Indonesia juga berasal dari Timur Tengah, dan pemerintah akan mencari pemasok alternatif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved