Kamis 09 Desember 2021, 16:16 WIB

Saat Pak Dalang dan Sarah Bersinergi Angkat Ekonomi Prabumulih

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Saat Pak Dalang dan Sarah Bersinergi Angkat Ekonomi Prabumulih

Dok.Ist
Program Prabumulih Peduli

 

PAK Dalang dan Sarah berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.

Melalui program inovasi sosial Pengolahan Sampah Terpadu (PESAT), PT Pertamina EP Prabumulih Field dengan Program Plastik Daur Ulang (Pak Dalang) dan Program Sampah Jadi Berkah (SARAH) memberikan solusi bagi permasalahan yang ada di masyarakat.

PESAT dilatarbelakangi timbunan sampah di Kota Prabumulih yang mencapai 34,09 ribu ton per tahun. Sebanyak 67% di antaranya merupakan sampah yang tidak terolah atau dibakar. Dengan sampah sebanyak itu, TPA Prabumulih diperkirakan akan over capacity pada 2023. 

Di sisi lain, ada potensi urban farming. Kota Prabumulih memiliki 5,25 hektare lahan subur di Kelurahan Majasari dan memiliki fasilitas pengolahan sampah anorganik di Kelurahan Sungai Medang.

“Dengan Program Pak Dalang, 466,06 sampah organik yang dikumpulkan dari pemulung bisa diolah dan pendapatan pemulung pun naik 200%. Prabumulih juga menjadi satu-satu kota di Sumatera yang mendapat dana insentif daerah,” kata Senior Manager Prabumulih Field, Ndirga Andri Sisworo dalam sharing session secara virtual,  Kamis (9/12). 

Melalui Program SARAH, ibu-ibu di Majasari memanfaatkan kulit nanas untuk diolah menjadi minuman probiotik. Selain itu, juga mengolah ampas tahu menjadi makanan yang bernilai gizi. 

“Ibu-ibu itu bisa mengolah sabun dari minyak jelantah. Ada pula kompos untuk membasmi jamur,” kata Ndirga.  

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Prabumulih, Dwi Koryana mengatakan Program PESAT Pesat sangat berkontribusi pada pengolahan sampah di Kota Prabumulih. “Sampai 2025 diharapkan ada pengurangan sampah 30%. Dengan kegiatan PESAT adalah pengurangan sampah,” katanya. 

Atas keberhasilan program Pak Dalang, khususnya pengolahan sampah plastik,Prabumulih menjadi satu-satunya kota di sumatera yang dapat dana insentif daerah. 

“Dari kegiatan PESAT dan Pak Dalang sangat mendukung dan sudah dapat apresiasi. Pak Doni sebagai Pak Dalang sudah dapat penghargaan Kalpataru,” katanya. 

Romdoni, Local Hero Pertamina Prabumulih Field, mengungkapkan kiprahnya dimulai pada 2008. Saat itu dia masih menjadi petani karet. 

“Saat itu, pada 2008 terjadi krisis global, mulai goyang, harga karet turun drastis. Di Prabumulih banyak penggiat sampah, sampah umum yang banyak dikenal orang yang diabaikan dianggap tidak ada nilai ekonominya,” katanya. 

Romdoni yang juga dipanggil Pak Dalang pun tergerak bagaimana caranya sampah yang dianggap tidak ada nilai ekonominya bisa menjadi ekonomis. Dia pun belajar ke Jakarta hingga Malang dan ikut dalam asosiasi pengusaha daur ulang plastik Indonesia untuk menimba ilmu mengolah sampah plastik. 

“Sampai akhirnya Pemerintah Kota Prabumulih memperhatikan apa yang saya lakukan saat itu. Saya diminta untuk membantuk pengolahan sampah di Prabumulih. Pertamina Prabumulih Field lalu ikut gabung dan tercipta program pak dalang,” ungkapnya. 

Syamsul Asinar, local hero SARAH, mengatakan Program SARAH dan Pak Dalang tidak bisa dipisahkan alias satu paket. Pak Dalang untuk mengolah sampah anorganik, SARAH mengolah sampah organik menjadi kompos. 

“SARAH untuk mendukung urban farming dan mendukung masalah para petani karet. Program ini di replikasi oleh kelompok perempuan, pada masa pandemi ibu-ibu banyak di rumah,” kata dia. 

Menurut Sam, di kawasan ini juga banyak pabrik tahu yang dianggap banyak limbahnya dan kita lihat itu potensi utk bisa diolah. Limbah tahu bisa untuk pakan ternak atau tempe gembus. Banyak program turunan dari ampas tahu. 

“Kini warga Majasari bisa menghasilkan banyak produk olahan yang nilai ekonominya tinggi. Bisa meningkatkan kesejahteraan. Kami senang dengan capaian ini,” katanya.  

Komitmen 
Pertamina EP Prambulih Field merupakan salah satu wilayah operasi di Zona 4 Regional Sumatera Subholding Upstream Pertamina/PT Pertamina Hulu Energi. 

General Manager Zona 4 Regional Sumatera Subholding Upstream Pertamina, Akhmad Miftah mengatakan Zona 4 meliputi 11 wilayah kota dan kabupaten. Serta menaungi tujuh wilayah operasi. Selain itu, Zona 4 juga memiliki PI di Blok Corridor yang dioperasikan ConocoPhilips. 

“Kinerja lifting zona 4 didukung oleh tujuh lapangan tadi, paling besar dari lapangan Pendopo, Prabumulih dan Coridor,” kata Miftah. 

Dia menambahkan beberapa lapangan menunjukkan production cost cukup tinggi. “Namun kami tetap komitmen melakukan dengan baik di bidang charity, comdev, capacity building, dan infrastruktur,” katanya.(RO/E-1)
 

Baca Juga

Antara

Menhub Dorong Perusahaan Produksi Kendaraan Berbasis Motor Listrik

👤Ant 🕔Minggu 23 Januari 2022, 23:24 WIB
Kemenhub juga mendorong penyedia jasa kendaraan untuk publik menggunakan kendaraan...
DOK Pribadi.

2022 Diyakini sebagai Tahun Kebangkitan Properti

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 23 Januari 2022, 23:16 WIB
Pasalnya, Jakarta tetap akan menjadi pusat ekonomi dan bisnis. Apalagi pembangunan infrastruktur tetap berjalan seperti kereta cepat, MRT,...
Antara/Dhemas Reviyanto

Aliran Keluar Modal Asing dari Indonesia DIprediksi Hanya Berlangsung Singkat 

👤Despian Nurhidayat 🕔Minggu 23 Januari 2022, 21:30 WIB
Lebih lanjut, Josua menjelaskan, aliran modal asing yang keluar secara khusus berlangsung di pasar SBN, mengingat di pasar saham masih...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya