Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Perdagangan, melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, bersama Japan External Trade Organization (JETRO) Jakarta, dan Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit (APCASI) memfasilitasi pertemuan bisnis pelaku usaha cangkang sawit Indonesia dengan pelaku usaha industri biomass dari Jepang. Hasil dari pertemuan yang berlangsung di Pekanbaru (24 - 25/3) tersebut menghasilkan potensi transaksi dagang produk cangkang sawit sebesar US$12 juta per tahun.
"Dalam rangka menjaga surplus neraca perdagangan, pemerintah terus berupaya untuk mengembangkan produk dan komoditi berpotensi ekspor yang memiliki permintaan dan nilai jual yang tinggi di pasar global, salah satu di antaranya adalah cangkang kelapa sawit,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi di tempat terpisah.
Perdagangan ekspor produk cangkang sawit Indonesia pada Januari – September 2021 telah mencapai US$286 juta atau meningkat 27,01% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2020.
Baca juga: Kementan Beri Wacana Kerja Sama Pengembangan Bawang Bombai RI-Belanda
Adapun negara tujuan ekspor utama produk cangkang sawit Indonesia yaitu Jepang dengan pangsa sebesar 84,5% dari total ekspor cangkang sawit Indonesia, diikuti Thailand, Singapura, Korea Selatan dan India. Sementara itu pasokan cangkang sawit di Indonesia berasal dari Jambi, Riau, Sumatra Barat, Kalimatan Tengah, dan Sumatra Utara.
Jepang, saat ini, merupakan pasar yang terbesar bagi cangkang sawit dan diperkirakan akan terus menjadi menjadi pasar utama untuk komoditas tersebut.
Hal itu dimungkinkan dengan adanya kebijakan energi Jepang yang menetapkan pemenuhan 24% energi yang dihasilkan pada 2030 berasal dari energi baru dan terbarukan (renewable energy).
"Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional bersama dengan Japan External Trade Organization berupaya mempertahankan dan meningkatkan ekspor cangkang sawit ke Jepang. Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah melalui kegiatan One on One Business Matching yang diselenggarakan pada hari ini,” ungkap Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan di lokasi kegiatan.
Marolop menambahkan, "Selain melalui pertemuan bisnis kami juga mengajak pelaku usaha Jepang untuk mengunjungi stockpile dan pabrik penghasil cangkang sawit di daerah Siak dan Dumai, dengan harapan agar calon mitra bisnis dari Jepang meyakini besarnya potensi cangkang kelapa sawit Indonesia dan berminat untuk menjalin kerja sama bisnis jangka panjang dengan pelaku usaha lokal."
Dari hasil business matching sebelumnya, pada awal November, telah dilakukan pengiriman cangkang sawit oleh PT Internasional Green Energy dan PT Prima Khatuliastiwa Sinergi sebanyak 10.000 ton dan 11.000 ton untuk memenuhi kontrak pengiriman per bulan secara kontinu ke pasar Jepang.
Selanjutnya, pada awal Desember, akan dilakukan pengiriman cangkang sawit sebanyak 20.000 ton oleh PT Jatim Propertindo untuk memenuhi kontrak yang serupa dengan perusahaan di Jepang.
Kompetitor utama Indonesia untuk produk cangkang sawit adalah Malaysia dan Thailand sementara produksi dunia sebagian besar berada di Indonesia.
Namun, eksportir cangkang sawit Indonesia menghadapi kompetisi yang relatif ketat dengan eksportir Malaysia. Harga cangkang sawit di Malaysia relatif lebih murah dan stabil sedangkan harga di Indonesia fluktuatif dan cenderung naik akibat adanya bea keluar dan pungutan ekspor ditambah kurangnya infrastruktur pendukung. (RO/OL-1)
Dengan mengurangi harga barang yang dilaporkan, maka bea masuk yang dibayarkan juga akan berkurang dan hal tersebut sangat merugikan ekonomi dari sisi pendapatan negara.
Purbaya mengingatkan, ke depan pihaknya tidak akan memberikan kesempatan perusahaan-perusahaan kelapa sawit untuk bisa kembali melakukan praktik under invoicing.
KSPSI menekankan pentingnya standar hubungan industrial yang setara dan berkeadilan di sektor perkebunan kelapa sawit.
Siklon tropis Senyar yang membawa curah hujan ekstrem memang menjadi pemicu utama banjir. Namun, menurutnya, faktor manusia dan aktivitas industri juga perlu dikaji lebih serius.
PT Astra Agro Lestari Tbk menegaskan konsistensinya dalam menjalankan kebijakan keberlanjutan, termasuk Nol Deforestasi, yang telah menjadi bagian dari operasional perusahaan sejak 2015.
Bencana banjir bandang yang terjadi di tiga provinsi di Pulau Sumatera, bukan hanya karena faktor alam, tapi akibat penebangan hutan.
Jadi sumbangannya dalam bentuk makanan instan, kemudian pakaian, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya yang sudah kami identifikasi yang dibutuhkan oleh saudara-saudara kita.
Impor pakaian bekas ini selalu terjadi di mana pun. Pelaku juga sudah punya jaringan dan bekerja secara profesional.
KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) memusnahkan sebanyak 16.591 balpres pakaian bekas impor ilegal dari 19.931 temuan balpres pakaian bekas impor ilegal.
Pemerintah secara serius menargetkan penurunan signifikan pada biaya logistik nasional dalam rangka meningkatkan daya saing industri dan nilai tambah perekonomian.
TEMUAN pestisida etilen oksida pada produk mi instan merek Indomie Rasa Soto Banjar Limau Kulit yang beredar di Taiwan tengah ramai. Kementerian Perdagangan (Kemendag) buka suara
Langkah ini diambil untuk menanggapi temuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved