Kamis 18 November 2021, 19:16 WIB

Rawan Penyelundupan Ikan, KKP Perkuat Pengawasan di Kawasan Natuna

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Rawan Penyelundupan Ikan, KKP Perkuat Pengawasan di Kawasan Natuna

Antara/Jefri Aries
Suasana kampung nelayan di kawasan ranai, Natuna

 

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat pengawasan karantina di tempat pemasukan dan pengeluaran Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tak terkecuali di wilayah perbatasan seperti Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, yang rawan penyelundupan produk ikan dan lainnya. 

Kepala Pusat Standardisasi Sistem dan Kepatuhan, Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Teguh Samudro mengungkapkan, Kabupaten Natuna merupakan kawasan perbatasan yang sangat strategis dan memiliki sumber daya kelautan dan perikanan yang harus dijaga kelestariannya. 

"Apalagi Natuna berbatasan langsung dengan negara luar," ujar Teguh dalam rilis resmi, Kamis (18/11). 

Dia menambahkan, bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Natuna, Bea Cukai, Ditjen Perikanan Tangkap (PJ SKPT Natuna), BKIPM memastikan akan terus memperkuat sinergitas dalam pengawasan. Dia berharap melalui sinergitas ini bisa menutup celah terjadinya penyelundupan dari Natuna. 

Baca juga : Ekspor Total Produk Pertanian Januari-Oktober 2021 Capai Rp 518,8 Triliun

"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi, komunikasi dan kerja sama serta membangun sinergitas dengan instansi terkait dalam pengawasan perbatasan khususnya dalam lalu lintas hasil perikanan di Kabupaten Natuna," tutupnya. 

Sebelumnya, KKP menangkap dua kapal ikan asing pelaku illegal fishing di Laut Natuna Utara pada Selasa (17/8). Penangkapan yang bertepatan dengan perayaan HUT ke-76 Kemerdekaan RI tersebut menegaskan komitmen melindungi laut Indonesia dari praktik IUU Fishing (Illegal, Unreported and Unregulated). 

KKP mengerahkan Kapal Pengawas Perikanan Hiu 11, Hiu Macan Tutul 02 dan Orca 03 yang mendeteksi keberadaan dua kapal berbendera Vietnam KG 1843 TS dan KG 9138 TS yang melakukan aksi pencurian ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 711 Laut Natuna Utara. Kedua kapal tersebut diduga mengoperasikan alat tangkap trawl yang ditarik dengan dua kapal (pair trawl). (OL-7)

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIANTO

Kemendag Berlakukan DMO dan DPO untuk Minyak Goreng

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 27 Januari 2022, 17:36 WIB
Nantinya eksportir yang akan mengekspor wajib memasok minyak goreng ke dalam negeri sebesar 20%, dari volume ekspor masing-masing...
DOK SHOPEEPAY

Awali 2022 dengan Semangat Baru, ShopeePay Talk Beberkan Kiat Tekuni Hobi jadi Bisnis Menguntungkan

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 27 Januari 2022, 17:12 WIB
Ragam hobi bermunculan selama pandemi, ShopeePay Talk paparkan peluang, tantangan, serta strategi untuk mengeksplorasi bisnis berbasis...
AFP/Kenzo Triblouillard

Jakpro Pastikan Pembangunan Sirkuit Formula E Selesai Tepat Waktu

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 27 Januari 2022, 15:36 WIB
Widi Amanasto memastikan pembangunan sirkuit balap mobil Formula E bakal selesai tepat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya