Kamis 18 November 2021, 17:56 WIB

Tenaga Nuklir Dinilai Aman Jadi Sumber Energi di RI

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Tenaga Nuklir Dinilai Aman Jadi Sumber Energi di RI

ANTARA/HENDRA NURDIYANSYAH
Peneliti mengoperasikan reaktor pengolah campuran logam tanah jarang di Laboratorium pengolahan logam tanah jarang, Gedung Batan Yogyakarta

 

KEPALA Badan Riset dan Teknologi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Ilham Habibie menuturkan, memanfaatkan tenaga nuklir sebagai sumber energi relatif akan lebih aman dan beberapa negara sudah mengimplementasikan energi tersebut, seperti di Jepang.

Meski reaktor nuklir utama sempat meledak di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi di Jepang pada 2011 lalu, Ilham menilai negara tersebut bisa menerapkan kembali pemanfaatan energi itu dengan baik.

"Kita ketahui, Jepang sudah baik dengan nuklirnya dan relatif sukses. Ini perlu ditinjau lagi (di Indonesia), untuk membuat porsi ini lebih besar karena banyak negara ke arah situ. Nuklir ke depan itu juga jauh lebih aman," ujar Ilham dalam konferensi pers virtual Asosiasi Pemasok Batu Bara dan Energi Indonesia (Aspebindo), Kamis (18/11).

Menurutnya, pembangunan PLTN di Indonesia cocok berada di wilayah dengan intensitas rawan bencana yang minim, seperti di Kalimantan, Bangka Belitung atau berada di Batam.

Putra pertama mantan Presiden BJ Habibie ini menuturkan, tenaga nuklir akan lebih efisien ketimbang dengan pemakaian energi solar atau panel surya.

"Sesuai filosofi tenaga listrik itu, sumber listrik harus yang andal, kapan pun diperlukan akan ada dan tidak perlu ada storage. Kedepannya banyak negara mengandalkan energi listrik lain, yaitu nuklir," ucapnya.

Baca juga: ESDM: Porsi Pembangkit EBT Ditargetkan 50% pada 2035

Ilham mengatakan, pemakaian energi solar sebagai energi terbarukan akan sulit diimplementasi di Indonesia, karena desain jaringan listrik yang berbeda akibat menggantungkan pada cuaca, yakni sinar matahari sebagai sumber energi.

"Bahkan PLN itu, agak cemas terhadap banyak tenaga listrik surya. Mereka tidak yakin soal desain jaringan listrik yang akan dihadapi ini. Profile tenaga listrik siang malam ini akan sangat berbeda karena desain jaringan listrik yang berbeda dan belum sesuai yang ada di Indonesia," jelasnya.

Sebelumnya, Profesor Riset sekaligus Peneliti Ahli Utama pada Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN, Djarot S. Wisnubroto mengungkapkan selama lebih dari dua dekade, topik energi nuklir tidak masuk dalam agenda konferensi perubahan iklim yang dikoordinasikan oleh PBB. Namun, pada KTT COP26 yang berlangsung di Glasgow, energi nuklir mulai menjadi perhatian.

"Dengan karakteristik yang hampir bebas karbon, dan mampu menghasilkan daya besar terus menerus maka PLTN merupakan salah satu solusi mengatasi pemanasan global. Memang momok Chernobyl dan Fukushima masih ada. Tetapi ketika krisis iklim semakin dalam dan kebutuhan untuk beralih dari bahan bakar fosil menjadi mendesak, sikap banyak negara mulai berubah," tuturnya. (A-2)

Baca Juga

Dok.KBI

KBI Raih Laba Rp101 Miliar pada 2021

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 13:00 WIB
KBI telah melakukan upaya digitalisasi dalam kegiatan usaha sehingga tetap bisa menjalankan perannya sebagai lembaga kliring maupun sebagai...
Ist

Bank Bumi Arta Umumkan Hasil RUPS Tahun 2022

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 12:56 WIB
Selain itu berdasarkan Hasll Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) diputuskan juga untuk menyetujui mengangkat A.B.S. Hudyana...
Dok.CSAP

CSAP Pacu Ekspansi Sektor Ritel Modern

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 12:09 WIB
Perseroan membuka superstore Mitra10 ke-44 dan Atria ke-18 di Cibinong, Jawa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya