Rabu 17 November 2021, 17:23 WIB

Imingi Insentif, Luhut Minta Mobil Listrik Wuling Seharga Rp150 Juta

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Imingi Insentif, Luhut Minta Mobil Listrik Wuling Seharga Rp150 Juta

Antara/Muhammad Iqbal.
Model berfoto di samping mobil listrik Wuling GSEV yang dipamerkan pada ajang pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show 2021.

 

PEMERINTAH tengah menggodok skema bantuan insentif dan subsidi untuk kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) untuk menarik minat konsumen. Pada 2030, ditargetkan 600 ribu unit untuk roda empat dan 2,45 juta unit untuk roda dua dengan energi listrik mengaspal di jalan raya.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pihaknya tengah membujuk PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) agar bisa menjual mobil listrik dengan harga terjangkau ke depan. Seperti diketahui, Wuling akan meluncurkan mobil listrik perdana di Indonesia tahun depan.

"Mahalnya harga EV menjadi tantangan kita. Kami akan memberikan insentif supaya harganya bisa terjangkau, seperti mobil Wuling itu. Kami meminta harganya sekitar Rp150 jutalah. Itu akan menjadi mobil rakyat di sini," kata Luhut dalam webinar, Rabu (17/11).

Dalam paparan Luhut, terlihat Indonesia merupakan pasar otomotif terbesar di ASEAN dengan penjualan domestik mobil sebesar 1,1 juta unit dan 6,4 juta unit sepeda motor di 2018. Namun, berdasarkan studi Deloitte disebutkan, 61% responden Indonesia akan membeli EV jika harganya sama dengan kendaraan yang memiliki mesin pembakaran (ICE). Sekitar 23% responden akan membeli jika harga EV lebih murah.

"Kita harus sudah mulai menjual kendaraan motor listrik, infrastruktur sudah jalan. Pemerintah akan lihat secara integrasi ini semua," kata Luhut.

Selain insentif, pemerintah juga tengah menggodok rencana subsidi kendaraan listrik. Skema peminjaman atau leasing bakal diberikan ke masyarakat. "Sekarang kami lagi godok (subsidi). Seperti Hyundai, mereka sudah punya struktur pinjaman untuk mobil listrik. Ini harus disubsidi pemerintah," Luhut.

Baca juga: Presiden: Kawal Investasi Asing sampai Menetas

Menurutnya, dengan mengakomodasi hal itu, harga EV di Indonesia dapat terjangkau di banyak kalangan, sehingga bisa mendorong penjualan kendaraan listrik. "Subsidi itu gapnya 12% dengan mobil biasa. Harganya kalau tinggi orang enggak akan mampu. Sampai nanti volume (EV) bertambah, harga akan turun. Pasti pemerintah akan bertanggung jawab soal itu," tutupnya. (OL-14)

Baca Juga

ANTARA

Kadin Nilai Asumsi Dasar dan RAPBN 2023 Jadi Stimulasi Sektor Riil

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 16:43 WIB
Anggaran itu tercatat lebih tinggi dari belanja infrastruktur tahun ini yang diperkirakan mencapai Rp363,76...
Antara/Dhemas Reviyanto

Erick : Indonesia Berwibawa dan Dipercaya Dunia

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 16:28 WIB
Dalam upacara HUT RI ke-77 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/8) Menteri BUMN Erick Thohir menyebut dengan terpilihnya Presidensi G20,...
dok.PT Timah, tbk

Berpartisipasi Membangun Negara, Ini Catatan Setoran Pajak PT Timah Tbk

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 15:35 WIB
HARGA komoditas timah yang melejit di awal tahun 2022 turut mendorong peningkatan penerimaan Negara dari sektor pajak dan PNBP pada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya