Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
RAKSASA farmasi AS Johnson & Johnson pada Jumat (12/11) mengumumkan rencana untuk memecah menjadi dua perusahaan. Perusahaan akan memisahkan divisi kesehatan konsumen yang menjual Band-Aids dan Tylenol dari divisi farmasi.
Johnson & Johnson mengatakan dalam suatu pernyataan bahwa strategi itu akan menciptakan dua pemimpin global yang memiliki posisi lebih baik untuk memberikan hasil kesehatan bagi pasien dan konsumen melalui inovasi. Perusahaan berencana menyelesaikan pemisahan itu dalam 18-24 bulan untuk menciptakan dua perusahaan publik.
CEO Alex Gorsky mengatakan keputusan itu dibuat setelah tinjauan komprehensif. Direksi dan manajemen percaya pemecahan itu merupakan cara terbaik untuk mempercepat upaya melayani pasien, konsumen, dan profesional perawatan kesehatan. "Ini menciptakan peluang bagi tim global kami yang berbakat, mendorong pertumbuhan yang menguntungkan, dan yang paling penting meningkatkan hasil perawatan kesehatan bagi orang-orang di seluruh dunia," katanya.
Dia menambahkan bahwa pemisahan itu menggarisbawahi fokus perusahaan dalam memberikan inovasi dan teknologi biofarmasi dan perangkat medis terkemuka di industri. Tujuannya membawa solusi baru ke pasar untuk pasien dan sistem perawatan kesehatan, sambil menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham. Perusahaan itu mengatakan lebih dari 136.000 karyawannya di seluruh dunia akan tetap menjadi tulang punggung bisnis ini.
Itu merupakan perusahaan besar ketiga yang mengumumkan rencana untuk memisahkan bisnisnya pada minggu ini setelah General Electric dan Toshiba. Awal pekan ini, General Electric mengumumkan rencana untuk membagi menjadi tiga perusahaan publik.
Baca juga: Brasil Diproyeksikan Rekor Panen Biji-Bijian pada 2022
Toshiba Jepang pun mengatakan pada Jumat bahwa pihaknya membagi menjadi tiga perusahaan. Ini menyusul kampanye oleh investor untuk meningkatkan saham grup setelah periode pergolakan. (AFP/OL-14)
Kualitas pendidikan bisnis menjadi faktor penentu daya saing nasional. Standar global bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Bersama istrinya, Kak Ciwid, Pakde Prayogo membangun HIQWEEN sebagai solusi masalah flek hitam.
Jika geocoding tradisional sering kali hanya menempatkan pin di tengah bangunan atau jalan utama, inovasi ini memungkinkan pengguna menentukan titik presisi hingga ke pintu masuk gedung.
Pertama, Rezky telah meresmikan lapangan padelnya di kawasan Bintaro. Terbaru, ia baru saja membuka Monarch Padel Club di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, pada Sabtu, (14/2).
MENUTUP 2025, pertumbuhan bisnis BRI Life meningkat signifikan. Ini ditunjukkan oleh pertumbuhan profit meningkat 25,4% dari Rp760,4 miliar pada 2024 menjadi Rp954 miliar pada 2025.
Ajang Business Matching Indonesia–Korea sukses digelar pada 21 Januari 2026 di Marina Bay Seoul Hotel & Resort, Korea Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved