Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PUPUK kimia semakin banyak digunakan oleh petani. Pada pupuk kimia terdapat bahan agrokimia yaitu semua input produksi pertanian yang bersumber dari sintesis bahan kimia. Diketahui bahan tersebut dapat memaksimalkan peningkatan kualitas dan kuantitas produksi pertanian.
Namun di balik itu, terdapat beberapa hal negatif berakibat pada tanaman dan lingkungan terkait penggunaan pupuk kimia. Jenis bahan agrokimia di antaranya pestisida, pupuk sintesis, hormon, dan agen pertumbuhan.
Efek negatif itu dipaparkan Kementerian Pertanian dalam Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian (MSPP) volume 41, yang dilaksanakan secara virtual di AOR BPPSDMP, Jumat (5/11). Dengan tema Identifikasi Kontaminan dari Bahan Agrokimia.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan bahwa dalam hal pertanian ada tiga hal yang harus diperhatikan.
"Lahan yang digunakan harus clear bukan lahan sengketa, petani menggunakan mekanisasi pertanian dan memiliki program yang jelas. Bertani adalah orang-orang hebat,” tegas SYL.
Mentan juga menyatakan sangat mendukung penggunaan pupuk organik untuk mengurangi petani menggunakan pupuk kimia, terutama penggunaan pupuk subsidi, karena pupuk subsidi tidak akan pernah mencukupi kebutuhan di lapangan.
“Pupuk subsidi dikeluarkan untuk mendukung aktivitas usaha tani para petani. Jadi tidak ada kebijakan menjual pupuk subsidi secara paket. Petani bisa mendapatkan pupuk tersebut sesuai dengan kebutuhannya," ujarnya.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, terus mendorong agar penyuluh pertanian di lapangan melakukan edukasi kepada petani untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia.
”Lakukan pemupukan seperlunya saja, tidak usah berlebihan, jika pupuk berlebih malah bisa mencemari lingkungan,” jelas Dedi, yang hadir secara live virtual dari AOR Balai Pelatihan Pertanian, Jambi.
Narasumber MSPP, Sukarjo, yang merupakan Peneliti Balai Penelitian Lingkungan Pertanian, menjelaskan pada paparannya dampak kontaminasi nitrogen di antaranya Methemoglobinemia yaitu mengkonsumsi air minum dan makanan yang mengandung nitrat tinggi, terutama mempengaruhi bayi dalam transpor oksigen dalam darah.
Lebih lanjut Sukarjo mengatakan dampak lainnya kanker yaitu terekspos nitrosamine yang terbentuk dari reaksi amina dengan agen nitrous.
“Kanker kulit meningkat dengan ekspose sinar ultraviolet karena lapisan ozon (O3) yang makin rusak,” jelas Sukarjo.
Dampak lainnya yaitu keracunan nitrat yaitu pencernaan hewan ternak karena mengandung nitrat yang tinggi dalam air minum dan pakannya.
“Saat ini terdapat kasus keracunan pestisida pada petani dikarenakan aplikasi pestisida tanpa perlindungan diri membahayakan kesehatan penggunanya,” katanya.
Diharapkan dengan adanya informasi tentang akibat penggunaan pupuk kimia, dapat membuat petani tergerak untuk menggunakan pupuk alami seperti pupuk hayati dan organik dalam mengelola usaha taninya.
Informasi ini juga disebarluaskan melalui berbagai program Kementan, salah satunya dalam program Integrated Participatory Development Managament of Irrigation Project (IPDMIP) yang dilaksanakan di bawah Kementan. (RO/OL-09)
WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memastikan stok dan harga sapi hidup di tingkat produsen tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Lebaran tahun depan.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) akan merehabilitasi 436,99 hektare lahan cabai di Sumatra Utara (Sumut) yang terdampak bencana banjir dan longsor.
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia merupakan faktor penentu keberlanjutan pangan nasional.
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Kalau kita kelompokkan petani pangan, persentase petani yang di atas 55 tahun jauh lebih besar.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Di bawah kepemimpinan Addin, GP Ansor bahu membahu menggerakkan aktivitas pangan melalui Banser Patriot Ketahanan Pangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved