Jumat 22 Oktober 2021, 18:06 WIB

Marak Pinjol Ilegal, AFPI Sepakat Pangkas Bunga Pinjaman 50% 

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Marak Pinjol Ilegal, AFPI Sepakat Pangkas Bunga Pinjaman 50% 

Ilustrasi
Ilustrasi pinjaman online

 

ASOSIASI Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memutuskan akan menurunkan tingkat biaya pinjaman sebesar 50% menjadi 0,4%. Hal ini sebagai upaya pemberantasan pinjaman online (pinjol) atau financial technology (fintech) lending ilegal yang marak terjadi di Tanah Air. 

Ketua Umum AFPI Adrian Asharyanto Gunadi menegaskan, pemangkasan biaya pinjol dari sebelumnya 0,8% ini guna menjangkau kalangan masyarakat lebih luas lagi dan tidak membebani peminjam dengan bunga yang lebih rendah. 

"Kami sudah review dan kesepakatan untuk menurunkan batas atas maksimal pinjaman bunga sampai kurang lebih 50%. Ini salah satu upaya pinjaman atau fintech lending lebih ekonomis, sehingga masyarakat bisa bedakan yang pinjaman ilegal dan resmi," jelasnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (22/10). 

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal (Sekjen) AFPI Sunu Widyatmoko menuturkan, keputusan ini akan dijalankan selama sebulan terlebih dahulu, kemudian akan direview kembali. Sehingga, dalam aturan kode etik di industri pinjol bunga pinjaman tidak lebih dari 0,8% per hari 

"Ini efeknya akan signifikan, oleh karenanya kami putuskan untuk sementara diberlakukan selama satu bulan," ucapnya. 

Baca juga : Fintech Restock.id Tawarkan Pembiayaan Terjangkau untuk UKM Ritel

Menurut Sunu, efek ini akan dirasakan pada anggota AFPI, yang diperkirakan akan memiliki peminjam yang berkurang dan jumlah pinjaman yang diberikan tidak sebesar dari sebelumnya. 

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 8 September 2021, penyelenggaraan fintech lending resmi/legal malah berkurang menjadi 107 platform dari semula 149 platform pada akhir 2020. 

Ada lebih dari 1.500 layanan pinjol belum resmi atau terkategori ilegal. Penanganannya ditangani langsung Satuan Tugas Waspada Investasi yang dibentuk OJK. Satgas ini berperan untuk memberantas dan menertibkan pinjol ilegal tersebut. 

Adanya iming-iming bunga yang rendah, persyaratan mudah, hingga proses pencairan dana yang cepat menjadi alasan mengapa banyak orang tergiur pinjol ilegal. Padahal, hal tersebut bisa menjadi bom waktu yang bisa meledak sewaktu-waktu. (OL-7)

Baca Juga

Ist

Digitalisasi Dorong Kopi Indonesia Mendunia

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 27 Januari 2022, 23:49 WIB
Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu yang berpeluang meraih manfaat besar dari pesatnya perkembangan...
Dok. United

Perluas Akses Mendapatkan Sepeda Berkualitas, SBI akan Buka 2 Pusat Distribusi Tahun Ini 

👤Ghanni Nurcahyadi 🕔Kamis 27 Januari 2022, 22:52 WIB
Direktur Utama SBI Andrew Mulyadi mengungkapkan, pusat distribusi itu nantinya akan makin memudahkan konsumen untuk mengakses sepeda...
MI/Susanto

Strategi Penanganan Pandemi Berbuah Manis pada Perekonomian 

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 27 Januari 2022, 22:20 WIB
“Strategi penanganan covid-19 menghasilkan hasil yang baik, sehingga pemulihan ekonomi dapat berjalan sesuai dengan apa yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya