Selasa 19 Oktober 2021, 06:21 WIB

Dolar Turun Tipis Terpengaruh Info Data Produksi Pabrik AS

Muhamad Fauzi | Ekonomi
Dolar Turun Tipis Terpengaruh Info Data Produksi Pabrik AS

Ant/Dhemas Reviyanto
Ilustrasi

 

KURS Dolar sedikit melemah pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB (19/10), setelah data menunjukkan produksi di pabrik-pabrik AS mencatat penurunan terbesar dalam tujuh bulan pada September, menghapus kenaikan sebelumnya di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin lebih dekat untuk menaikkan suku bunga daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Produksi manufaktur AS terpukul karena kekurangan semikonduktor global yang berkelanjutan menekan produksi kendaraan bermotor, memberikan bukti lebih lanjut bahwa kendala pasokan menghambat pertumbuhan ekonomi.  
Gangguan pasokan menambah kekhawatiran tentang inflasi yang tinggi dan
menambah ekspektasi bahwa bank sentral AS perlu bertindak untuk mengatasi
kenaikan harga.

"Prospek bank sentral global untuk menjadi lebih agresif melawan kekhawatiran inflasi yang berkembang dapat menempatkan dolar AS di bawah beberapa tekanan, meskipun Fed pada gilirannya dapat bertindak lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya, mendukung dolar," kata Ronald Simpson, direktur pelaksana, analisis mata uang global, di Action Economics.

Indeks dolar yang mengukur <em>greenback</em> terhadap enam mata uang utama saingannya menysut 0,02 persen menjadi 93,95. Indeks sebelumnya mencapai 94,17 karena imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat.

Dolar Selandia Baru naik setelah data menunjukkan bahwa negara itu menghadapi tekanan harga tertinggi dalam satu dekade. Kiwi terakhir dikutip 0,7081 dolar AS, setelah sebelumnya naik ke tertinggi satu bulan di 0,7105 dolar AS.
Sterling sempat mencapai level tertinggi 20 bulan terhadap euro setelah Gubernur bank sentrak Inggris, Bank of England (BoE), Andrew Bailey mengirim sinyal baru bahwa bank sentral bersiap untuk menaikkan suku bunga karena risiko inflasi meningkat.

Euro terakhir naik 0,24 persen terhadap pound Inggris di 0,8455, setelah
sebelumnya jatuh ke serendah 0,8427. Euro juga menguat 0,11 persen menjadi
1,1610 dolar AS, setelah sebelumnya turun menjadi 1,1570 dolar AS. Tahun
ini euro jatuh 5,0 persen.

Analis di Bank of America mencatat pada Senin (18/10/2021) bahwa mata uang terkait komoditas, termasuk krona Norwegia serta dolar Kanada dan Australia, telah menjadi pemain terbaik sejak musim panas karena harga-harga energi naik, sementara euro dan yen adalah yang terburuk.
Mata uang Jeopang,  Yen mendekati level terendah baru tiga tahun, dengan dolar bertahan naik 0,01 persen pada 114,27 yen, mendekati level 114,46 pada Jumat (15/10/2021) yang terakhir dicapai pada Oktober 2018. (Ant/OL-13)

Baca Juga:Harga Emas Kembali Turun 2,6 Dolar AS

Baca Juga

Dok.Pri

Saham Tays Bakers Oversubscribed 26x, Cerminan Prospek Cerah Industri Mamin

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Desember 2021, 14:57 WIB
Hasil penawaran saham TAYS pada 30 November - 2 Desember mencerminkan prospek cerah dan stabil industri makanan dan minuman di dalam maupun...
Dok. Kementan

Balai Penyuluh Pertanian di Parigi Perkuat Pertanian Pangandaran

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Desember 2021, 13:56 WIB
KEMENTERIAN Pertanian terus memperkuat Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di Tanah Air, termasuk BPP Parigi, Pangandaran, Jawa...
Ist

Presidensi G20, Momentum Indonesia Bangkitkan Optimisme Pemulihan

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Desember 2021, 13:53 WIB
Indonesia sebagai Presidensi 2022, dari sisi penanganan pandemi, ditargetkan vaksinasi selesai pada Maret...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya