Selasa 19 Oktober 2021, 06:05 WIB

Harga Emas Kembali Turun 2,6 Dolar AS

Muhamad Fauzi | Ekonomi
Harga Emas Kembali Turun  2,6 Dolar AS

Ant/FB Anggoro
Harga emas dunia dua hari terakhir mengalami penurunan.

 

HARGA Emas kembali melemah pada akhir perdagangan Senin atau  Selasa pagi WIB (19/10), mencatat kerugian hari kedua berturut-turut. Hal ini disebabkan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS mengurangi daya tariknya, meskipun sentimen penghindaran risiko di pasar keuangan yang lebih luas membatasi kerugian untuk logam.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New
York Exchange, jatuh 2,6 dolar AS atau 0,15 persen, menjadi ditutup pada
1.765,70 dolar AS per ounce. Akhir pekan lalu, Jumat (15/10/2021), emas
berjangka juga anjlok 29,6 dolar AS atau 1,65 persen menjadi 1.768,30 dolar
AS.

Emas berjangka terdongkrak 3,2 dolar AS atau 0,18 persen menjadi 1.797,90
dolar AS pada Kamis (14/10/2021), setelah melonjak 35,4 dolar AS atau 2,01
persen menjadi 1.794,70 dolar AS pada Rabu (13/10/2021), dan menguat 3,6
dolar AS atau 0,21 persen menjadi 1.759,30 dolar AS pada Selasa (12/10/2021).

"Jika imbal hasil terus meningkat, hambatan akan tetap signifikan untuk emas," kata analis OANDA, Craig Erlam.

"Kecuali pasar mulai mempertimbangkan berita buruk bagi ekonomi dan pasar saham, yang mungkin menjadi langkah rasional berikutnya jika pembuat kebijakan bersikeras untuk melakukan pengetatan bahkan ketika pemulihan tetap lamban dan risiko penurunan signifikan."

Sentimen di pasar keuangan yang lebih luas tetap lemah karena pertumbuhan
ekonomi di China melambat, sementara lonjakan harga minyak yang tak henti-hentinya memicu kekhawatiran tentang peningkatan inflasi.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang jadi acuan naik karena investor meningkatkan taruhan kenaikan suku bunga, sementara indeks dolar
tetap stabil.

Sementara emas dipandang sebagai lindung nilai inflasi, emas juga bersaing dengan greenback untuk status safe-haven. Pengurangan stimulus bank sentral dan prospek kenaikan suku bunga mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, membebani emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Investor semakin memperkirakan Federal Reserve AS untuk mulai mengurangi
pembelian aset setelah data menunjukkan peningkatan yang solid dalam
harga-harga konsumen AS bulan lalu.

"Jika The Fed mempercepat agenda pengetatan kebijakannya, memperkuat
dolar di sepanjang jalan, itu akan melemahkan emas," kata Han Tan,
kepala analis pasar di Exinity.

Namun laporan Federal Reserve pada Senin (18/10/2021) bahwa produksi
industri AS turun 1,3 persen pada September, jauh lebih besar dari yang
diharapkan karena efek Badai Ida yang masih ada terus menghambat aktivitas,
memberikan beberapa dukungan pada emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 8,5 sen atau
0,36 persen, menjadi ditutup pada 23,264 dolar AS per ounce. Platinum untuk
pengiriman Januari turun 21 dolar AS atau 1,98 persen, menjadi ditutup pada
1.037,90 dolar AS per ounce. (Ant/OL-13)

Baca Juga:Demokrat Kritik Proyek Kereta Cepat Gunakan APBN 

Baca Juga

MI/Dwi Apriani

Ekspor Cangkang Sawit RI ke Jepang Capai Rp172 Miliar Per Tahun

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 27 November 2021, 16:11 WIB
Pasokan cangkang sawit di Indonesia berasal dari Jambi, Riau, Sumatra Barat, Kalimatan Tengah, dan Sumatra...
DOK KEMENTAN

ODICOFF Belanda : Kementan Catat Kontrak Dagang Pertanian hingga Rp208,08 Miliar

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 27 November 2021, 16:05 WIB
Tampak antusiame peserta dalam pertemuan terbatas tersebut yang juga dapat disaksikan via zoom...
Antara

Presidensi G20 Ajang RI Perkuat Pengaruh di Kancah Global

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 27 November 2021, 16:00 WIB
KTT G20 juga menjadi ajang pengenalan budaya Nusantara kepada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya