Senin 11 Oktober 2021, 21:40 WIB

Kawasan Selatan Jakarta Jadi Primadona Baru

Ihfa Firdausya | Ekonomi
Kawasan Selatan Jakarta Jadi Primadona Baru

Dok Duta Putra
Image perumahan Grand Duta City

 

KAWASAN selatan Jakarta dinilai menjadi primadona baru kawasan hunian masyarakat karena suasana dan alamnya yang lebih hijau, lebih sejuk, dan dengan tingkat polusi lebih rendah. Kawasan ini pun disebut akan dapat menjadi pusat gaya hidup baru bagi para milenial yang menjadi pasar pencari properti terbesar saat ini.

Hal ini diungkapkan Managing Director Duta Putra Land Ali Soedarsono dalam acara webinar Property Talk: The Next Level of Life in South of Jakarta. Menurutnya, salah satu pertimbangan yang perlu dicermati dalam pembelian properti adalah faktor perkembangan wilayah.

"Poin-poin utamanya adalah pengembangan infrastruktur akses, dan banyaknya developer yang mulai membangun di area tersebut baik dari segi komersial, bisnis, dan hunian," kata dia melalui keterangan resmi, Senin (11/10).

Salah satunya ialah Duta Putra Land yang kembali meluncurkan proyek di kawasan selatan Jakarta, yaitu Grand Duta City South of Jakarta. Peluncuran ini melanjutkan kesuksesan dari pengembangan proyek Grand Duta City Bekasi oleh perusahaan realestat yang berdiri sejak 1983 ini.

Grand Duta City South of Jakarta merupakan pengembangan kota mandiri seluas 200 hektare yang terdiri dari area central business district (CBD), pusat gaya hidup, area komersial, dan residensial. Kota mandiri tersebut akan ditunjang oleh 80 hektare area hijau.

Grand Duta City South of Jakarta memiliki lokasi yang strategis yang dapat diakses dari pintu keluar jalan tol Pamulang JORR 2 dan jalan tol Sawangan. Ke depannya, lokasi ini juga dapat diakses melalui pintu keluar Bojong Gede jalan tol Depok–Antasari (Desari) yang pembangunan Seksi III dilakukan 2022. 

"Visi kami dalam mengembangkan Grand Duta City South of Jakarta adalah menyediakan suatu hunian berkualitas yang dapat memfasilitasi kebutuhan hidup para penghuni terutama di era new normal," kata Ali.

Menurutnya, konsep pengembangan hunian lebih berfokus pada kehidupan modern, sehat dan felksibel. Antara lain dengan menghadirkan sebuah desain façade rumah kontemporer modern dengan denah ruangan yang efektif dan efisien, tapi tetap mengedepankan fungsi-fungsi sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik. 

Lebih lanjut, Ali juga mengemukakan terdapat survei yang menyebut bahwa daya beli properti di masa pandemi sekarang masih ada. Survei juga menyebut hunian rumah dengan range harga Rp500 juta–Rp1 miliar menjadi pilihan yang paling diminati oleh responden.

Menurutnya, property is about momentum. Menurutnya, saat yang tepat untuk membeli properti adalah sekarang, apalagi dengan adanya isu-isu strategis yang dapat menjadi stimulus peningkatan perekonomian Indonesia.

“Isu-isu strategis yang pertama adalah stimulus relaksasi kebijakan tahun ini yang mungkin menjadi yang paling banyak dalam sejarah Indonesia dimulai dari DP 0%, kebijakan PPN 0%, serta suku bunga Bank Indonesia yang mencapai titik terendah dalam sejarah Indonesia,” pungkasnya. (X-12)

Baca Juga

ANTARA

Terima SMS Penawaran Pinjol, OJK: Sudah Pasti Ilegal!

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 12:42 WIB
jika ada tautan yang dikirimkan melalui SMS terkait pinjol, jangan asal diklik, lantaran rawan pencurian data dari calon peminjam oleh...
dok Yayasan Erick Tohir

Yayasan Erick Thohir Beri Dampak Perekonomian dengan Genjot Program Social Healing

👤RO/Micom 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 11:03 WIB
Program ini bentuk upaya memulihkan kondisi trauma sosial yang ada di masyarakat akibat...
 ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Bahlil: Taiwan akan Investasi Kendaraan dan Skuter Listrik di Indonesia

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 10:29 WIB
Bahlil Lahadalia menyatakan, produsen elektronik multinasional asal Taiwan, Foxconn, menaruh minat besar terhadap investasi industri...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya