Jumat 24 September 2021, 19:07 WIB

Bank Sentral Inggris Berencana Naikkan Suku Bunga

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Bank Sentral Inggris Berencana Naikkan Suku Bunga

AFP/Ben Stansall.
Bank sentral Inggris, Bank of England.

 

BANK sentral Inggris (Bank of England) akan mulai menaikkan tingkat suku bunga setelah November untuk dapat menahan inflasi yang mulai naik lebih dari 4%. Hal tersebut mengikuti peningkatan harga energi.

Meski ketidakpastian di pasar masih cukup besar, tetapi pengetatan kebijakan moneter secara moderat tetap diperhatikan karena ada beberapa indikator yang terlihat mulai pulih. "Bank sentral Inggris setuju untuk mulai melakukan pengetatan tingkat suku bunga di masa yang akan datang. Bahkan ada kemungkinan bank sentral Inggris akan menaikkan tingkat suku bunga pada akhir tahun, setelah mengakhiri program pembelian obligasi di pasar," Kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, Jumat (24/9).

Bank sentral Inggris melihat bahwa pemulihan kian pasti dan solid, sehingga memungkinkan tingkat suku bunga Inggris dinaikkan. "Tapi ini kemungkinan baru akan terjadi di akhir tahun. Sebanyak 2 dari 9 anggota MPC mengatakan bahwa mereka setuju untuk mengakhiri program pembelian obligasi lebih awal. Hal ini disampaikan karena bank sentral Inggris melihat bahwa inflasi dapat konsisten untuk bertahan di atas 4% hingga 2022," kata Nico.

Hal itu memberikan kesempatan bagi bank sentral Inggris untuk menaikkan tingkat suku bunga pada akhir tahun. Pertemuan berikutnya akan terjadi pada 4 November 2021.

Saat hasil pertemuan bank sentral Inggris tersebut diumumkan, nilai tukar poundsterling telah menguat dan obligasi pemerintah menurun. Investor melihat bank sentral Inggris terlihat hawkish dari bank sentral dunia lain.

Baca juga: Bank Sentral Tiongkok Larang Semua Transaksi Kripto

Bank sentral Norwegia juga mulai menaikkan tingkat suku bunganya kemarin. Bank sentral Inggris sedang berpacu dengan waktu karena angka inflasi yang berjalan lebih cepat daripada yang diproyeksikan sebelumnya yang hanya mencapai 3,2%. (OL-14)

Baca Juga

Dok.Pertamina

Pandemi Jadi Momentum Akselerasi Tranformasi Bisnis Pertamina

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 22:05 WIB
PT Pertamina (Persero) terus mengejar target program transisi energi meski sektor energi mengalami tiga guncangan atau triple shock selama...
Dok.WMP

Holding Widodo Makmur Unggas Bersiap Melantai di Bursa

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 22:01 WIB
Widodo Makmur Perkasa merupakan perusahaan holding yang membawahi lima lini...
Dok.PPI

PPI Naik Kelas dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 21:25 WIB
PT Perusahaan Perdagangan Indonesia meraih anugerah Menuju Informatif yang disampaikan pada penyerahan anugerah hasil monitoring dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya