Kamis 16 September 2021, 14:24 WIB

Beban Utang Garuda di Lessor, Erick : Silakan Ambil Pesawatnya!

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Beban Utang Garuda di Lessor, Erick : Silakan Ambil Pesawatnya!

AFP
Pesawat garuda

 

MENTERI BUMN Erick Thohir mengungkapkan, beban utang maskapai Garuda Indonesia (GIAA) terberat terletak pada biaya sewa pesawat ke lessor. Pihaknya pun berupaya untuk negoisasi dengan lessor soal pembayaran sewa.

Namun, dia menegaskan bahwa BUMN atau Garuda juga enggan berdebat panjang dengan lessor apabila tidak menemukan titik terang penyelesaian masalah.

"28% biaya atau cost daripada Garuda itu lessor dan itu tertinggi di dunia. Jadi, makanya kita sedang fokus negosiasi dengan lessor. Tapi, kami tidak mau dalam negosiasi kita dilemahkan, silakan saja ambil pesawatnya (Garuda)," ujarnya dalam diskusi virtual, Kamis (16/9).

Erick pun mengakui memang masalah finansial bisnis Garuda merupakan kesalahan pihaknya, soal mahalnya penyewaan pesawat dari lessor. Kementerian BUMN sebagai pemegang saham mayoritas telah menyusun agenda penyelamatan bisnis maskapai nasional itu. Diketahui, utang Garuda menggunung hingga Rp70 triliun.

"Khusus Garuda ini memang kesalahan kita. Tapi, kami ini menjadi bagian pembelajaran. Kalau business-to-business kemahalan, kami coba negoisasi ulang. Kami optimis ada jalan keluar dari masalah ini," tuturnya.

Upaya yang dilakukan BUMN ialah dengan mengubah fokus rute penerbangan Garuda, ke domestik. Hal ini dianggap bakal menguntungkan perusahaan itu karena adanya masa pembatasan aktivitas.

Baca juga : Kemendag dan Kementan Kolaborasi Penuhi Ketersediaan Pakan Ternak Jagung

Erick memaparkan, data penerbangan nasional saat inididominasi oleh penumpang domestik, dengan 78% penumpang menggunakan pesawat untuk bepergian antar pulau di Tanah Air dengan perkiran perputaran uang tembus Rp1.400 triliun

"Kami akan merubah strategi besar daripada penerbangan nasional, kita akan fokus pada domestik market. Toh kalau kita lihat dari data sebelum covid-19 sendiri, 78% adalah turis lokal, sisanya turis asing. Kami akan memfokuskan kepada penerbangan dalam negeri saja," tutupnya.

Sebelumnya, Garuda telah mengembalikan 14 pesawat milik perusahaan persewaan (lessor) milik Aercap Ireland Limited (Aercap). Beberapa waktu lalu, perusahaan lessor yang berbasis di Dublin, Irlandia itu, mencabut gugatan pailit ke Garuda Indonesia karena masalah pembayaran penyewaan.

Saat dikonfirmasi, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra membenarkan bahwa awalnya sudah memulangkan sembilan Boeing 737-800 ke perusahaan leasing AerCap. Lalu, jumlah tersebut bertambah lima unit lagi.

"Ini hasil kesepakatan dengan Aercap. Iya, sekitar segitu (14 pesawat yang dipulangkan)," kata Irfan kepada Media Indonesia, Jumat (6/8). (OL-2)

 

Baca Juga

Dok kementan

Pertama di Serbia, ODICOFF Upaya Peningkatan Perdagangan Pertanian

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 30 November 2021, 16:14 WIB
Dalam satu hari penyelenggaraan, tercatat keseluruhan kontrak pada saat event berlangsung sejumlah 13 Letter of Intent...
Dok.WMPP

Bakal Raih Dana Rp707 Miliar, Widodo Makmur Perkasa Selangkah Lagi Tercatat di Bursa

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 30 November 2021, 16:12 WIB
Pencatatan saham akan dilaksanakan pada 6 Desember...
Antara/Hafidz Mubarak A.

Mandiri Sekuritas Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 2022 sekitar 5,17%

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 30 November 2021, 16:11 WIB
Sedangkan dalam konteks tren pertumbuhan ekonomi dibandingkan global dan negara-negara lain, Indonesia berada dalam posisi yang lebih...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya