Selasa 14 September 2021, 17:30 WIB

APPSI Minta Pemerintah Libatkan Pedagang dalam Pembangunan Pasar

Despian Nurhidayat | Ekonomi
APPSI Minta Pemerintah Libatkan Pedagang dalam Pembangunan Pasar

MI/Amir MR.
Aktivitas prdagang cabai dan sayuran di pasar tradisional dataran tinggi Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh.

 

ASOSIASI Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) meminta dilibatkan dalam pembangunan pasar rakyat. Pasalnya, dengan keterlibatan pedagang pasar rakyat dalam pembangunan pasar, efektivitas dan tata kelola pasar rakyat akan lebih baik.

Ketua Umum APPSI Sudaryono merinci beberapa keuntungan yang akan didapatkan oleh para pedagang pasar jika dilibatkan dalam pembangunan pasar rakyat ialah kepemilikan dari kios yang ditempatinya.

"Dengan begitu pasar rakyat yang dibangun oleh pedagang pasar, kiosnya bisa menjadi hak milik. Karena kalau sekarang ini kita harus bayar ratusan juta untuk 25 tahun pemakaian kios dan masih harus bayar retribusi. Apalagi dalam kondisi covid-19, tiap bulan kita bayar terus tapi pendapatannya menurun. Makanya banyak pedagang pasar yang megap-megap," ungkapnya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Dengan Komisi VI DPR, Selasa (14/9).

Lebih lanjut, Sudaryono menambahkan bahwa pengelolaan pasar juga sekiranya harus dilakukan secara profesional. Artinya, pengelola jangan hanya menarik uang retribusi dan tidak mempedulikan tata kelola pasar rakyat.

Menurutnya, pedagang pasar juga harus dilibatkan dalam perencanaan pembangunan pasar. Dengan demikian, desain bangunan dari pasar rakyat sesuai dengan kebutuhan para pedagang.

"Selain itu, harus ada zonasi dan jarak yang tegas serta pemberian hukuman terhadap pelanggaran antara pasar rakyat, warung permukiman, retail modern, serta supermarket atau minimarket. Sekarang ini kan secara aturan harusnya 500 meter jarak dari pasar rakyat tidak boleh dibangun retail modern. Tapi, kalau sekarang ini di tengah pasar ada minimarket. Jadi harus adil. Ini karena kalau ada satu minimarket dibangun berarti 10 sampai 15 orang yang berjualan mati di situ," ujar Sudaryono.

Dia juga meminta pemerintah untuk melakukan pembinaan terhadap pedagang pasar untuk mampu menerapkan digitalisasi dan mengikuti perkembangan zaman. Selain itu, para pedagang pasar juga dikatakan membutuhkan fasilitas permodalan dengan bunga yang rendah karena banyak dari para pedagang yang masih unbankable.

Baca juga: APPSI Minta Pemerintah Libatkan Pedagang dalam Pembangunan Pasar

"Kami ingin pemerintah memfasilitasi pedagang untuk mendapat akses sumber barang yang kompetitif. Paling tidak APPSI dilibatkan untuk dapat akses barang langsung ke pabriknya. Ini sangat penting sehingga kita memutus rantai distribusi yang panjang serta meminimalisasi kartel. Kami juga ingin ada perhatian khusus dari pemerintah untuk penghapusan atau pemotongan retribusi. Beberapa daerah memang sudah melakukan ini, tetapi kami tidak ingin berbeda-beda antarsatu daerah dengan daerah lain," pungkasnya. (OL-14)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Kemenkominfo: Dampak Erupsi Semeru Bikin Jaringan Operator Seluler Mati

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 08 Desember 2021, 11:04 WIB
Kemenkominfo menyebut, kualitas layanan jaringan telekomunikasi terganggu akibat erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur, yang terjadi pada...
Dok.Insight First Asia

Insight First Asia Bantu Penjual Pantau Peta Persaingan di Lapak Ecommerce

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Desember 2021, 10:54 WIB
Seller mampu mengetahui potensi penjualan di marketplace, mengetahui potensi kerjasama dengan merchant-merchant besar di market...
Dok. Citi Foundation

Wirausaha Mangrove Terpilih sebagai Pemenang Program Inkubator UNDP dan Citi Foundation

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Desember 2021, 10:37 WIB
Para pemenang berkesempatan mewakili Indonesia pada Youth Co:Lab Asia-Pacific Summit...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya