Rabu 08 September 2021, 11:25 WIB

PLN dan GIIC Deltamas Kolaborasi Kembangkan Pusat Data Nasional Pertama di Indonesia

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
PLN dan GIIC Deltamas Kolaborasi Kembangkan Pusat Data Nasional Pertama di Indonesia

Dok.PLN
Penandatangan kerja sama PLN dan GICC Delta Mas

 

PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) mengaku siap memasok listrik sebesar 993 Mega Volt Ampere (MVA) ke pusat data berstandar internasional pertama di Indonesia, yang rencananya dibangun di Greenland International Industrial Centre (GIIC) Kota Deltamas, Cikarang, Jawa Barat.

PLN menyebut, keandalan suplai listrik 24 jam dibutuhkan untuk mendukung operasional pusat data tersebut. Perusahaan pelat merah itu menyiapkan infrastruktur kelistrikan yangberkualitas dan green dengan tarif kompetitif.

“Mereka membutuhkan suplai tenaga listrik dengan jumlah yang tepat, dapat diandalkan dan green. Sesuai arahan Presiden RI untuk menjadikan Indonesia sebagai hub data center internasional, PLN siap mendukung," kata Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini dalam keterangannya yang dikutip Rabu (8/9).

Zaini pun melakukan penandatanganan Kerja Sama Penyediaan Tenaga Listrik GICC – Kota Deltamas, pada Selasa (7/9).

Zulkifi menambahkan, melalui kepastian suplai listrik yang sesuai dengan standar internasional, pelanggan bisa lebih fokus mengelola inti bisnis mereka.

Pelanggan dikatakan akan mendapatkan opsi pemenuhan energi terbarukan melalui beragam produk dan layanan PLN, seperti Renewable Energy Certificate, Premium Green, Carbon Credit, maupun produk lainnya yang dibutuhkan oleh pengembang atau investor data center international.

Zulkifli menegaskan, ke depan PLN siap bekerja sama dengan pengembang kawasan atau investor data center, berskala nasional maupun internasional, yang ingin berinvestasi di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyampaikan penyiapan infrastruktur ketenagalistrikan berguna mendukung penyiapan infrastruktur data center itu.

Kapasitas konsumsi data center per kapita Indonesia dinilai masih kecil, 1 Watt per kapita, atau sekitar 270 Mega Watt (MW) untuk memenuhi pusat data saat ini.

Jika dibandingkan dengan Jepang, memiliki rata-rata kapasitas konsumsi pusat data 10 watt per kapita, Singapura 100 watt per kapita. Sehingga, bila ingin setara dengan Jepang, setidaknya Indonesia memerlukan 2,7 Giga Watt (GW) hanya untuk pusat data.

"Ini kolaborasi penting sebagaimana harapan Presiden RI, yaitu kerja bersama dan kerja terkoordinasi. Sinergi ini akan menghasilkan efisiensi nasional yang besar dan mendorong produktivitas nasional yang tinggi," kata Politikus Partai NasDem ini. (Ins/E-1)

Baca Juga

MI/Susanto

Kisah Perjuangan Para Juragan Jaman Now Mengembangkan Bisnis di Tengah Pandemi

👤Indriyani Astuti 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 22:45 WIB
Pasangan suami istri, Bunda Elis dan Babeh Roni pemilik camilan berbahan singkong bernama Yammy Babeh, selain menjalankan usaha juga...
Antara/Muhamamd Iqbal

Kendaraan Tanpa Awak bakal Jadi Transportasi Utama di IKN

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 21:30 WIB
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono menuturkan, kendaraan otonom (autonomous vehicle) itu akan menjadi bagian...
Antara/Syifa Yulinnas

Keran Ekspor CPO Dibuka, Petani Harapkan Harga TBS yang Pantas

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 20:45 WIB
Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Gulat Manurung mengharapkan minggu depan ada kenaikan angka BTS di atas Rp1.000...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya