Selasa 31 Agustus 2021, 21:32 WIB

Raup Rp20 M, Furnitur RI Berjaya di Las Vegas Summer Market 2021

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Raup Rp20 M, Furnitur RI Berjaya di Las Vegas Summer Market 2021

Antara/Fauzan
Ilustrasi perjain furnitur membuat lemari dar kayu bekas

 

KEMENTERIAN Perdagangan menyampaikan furnitur kontemporer dan rotan Indonesia sukses memikat pasar Amerika Serikat (AS) di Las Vegas Summer Market 2021. 

Produk tersebut dilaporkan berhasil meraup potensi transaksi sekitar Rp20 miliar selama lima hari penyelenggaraannya pada 22-26 Agustus 2021 di Las Vegas, AS.

Keikutsertaan Indonesia pada pameran tersebut merupakan hasil kolaborasi Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Los Angeles dengan ITPC Chicago melalui Paviliun Indonesia.

“Partisipasi Indonesia ini dilatarbelakangi oleh kenaikan permintaan mebel di AS pada masa pemulihan pandemi covid-19," ungkap Kepala ITPC Los Angeles Bayu Nugroho dalam siaran pers Kemendag, Selasa (31/8).

Pameran tersebut, sebutnya, menitikberatkan promosi pada produk rotan, kayu jati, dan furnitur kontemporerini juga mempromosikan produk furnitur lainnya di pasar AS.

Digambarkan Bayu bahwa dalam pameran itu, paviliun Indonesia menampilkan berbagai karya dari empat perusahaan mebel khas nusantara, yaitu D-Art Collection, New Pacific Direct, Kasih Co-op, serta Indo Puri. 

D-Art Collection adalah perusahaan yang berpusat di Santa Fe Springs, California, AS dengan fasilitas produksi di Indonesia. D-Art Collection memasok produknya ke industri perhotelan, ritel, atau mebel grosir, serta situs belanja daring dan lainnya.

Baca juga : SIN Pajak Dinilai Solusi untuk Rasio Pajak yang Menurun

Bayu menjelaskan, nilai total impor produk mebel (Kode HS 94) AS pada periode Januari—Juni 2021 tercatat sebesar US$35,99 miliar. Jumlah tersebut dikatakan 42,4% lebih besar dibanding nilai impor pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Kami optimistis tren pasar furnitur di AS akan terus meningkat dalam beberapa waktu mendatang dan Indonesia harus hadir untuk mengambil kesempatan ini,” tutur Bayu.

Di sisi lain, Kemendag menilai pandemi covid-19 justri memberikan kesempatan kepada Indonesia untuk memperbesar pangsa impor mebel di AS, khususnya melemahnya posisi negara pesaing seperti Tiongkok, Vietnam, dan Thailand sebagai pemasok dominan. 

Hal itu bisa dilihat dengan tren penurunan nilai impor mebel AS dari Tiongkok yang terus berlanjut. Sejak tiga tahun terakhir (2018—2020), nilai impor AS turun 35% dari US$34,7 juta menjadi US$22,7 juta.

Kepala ITPC Chicago Iska Huberta Sinurat menambahkan, melihat antusiasme para pengunjung terhadap produk-produk Indonesia berkualitas tinggi yang dipamerkan di Las Vegas Summer Market 2021 ini, dirinya yakin produk Indonesia mampu memperbesar pangsa pasarnya di AS.

“Dengan upaya promosi ini, perwakilan perdagangan di AS berharap dapat berfungsi sebagai katalis untuk menggunakan momentum positif. Sehingga, ekspor mebel ke AS bakal meningkat," tutupnya. (OL-7)

Baca Juga

Antara

Sandiaga Ingin Kembangkan Ekonomi Kreatif Unggulan di Jambi

👤Ant 🕔Rabu 08 Desember 2021, 23:57 WIB
Ia menilai Jambi memiliki potensi wisata yang kaya dengan dibuktikan adanya dua Kawasan Strategis Pariwisata...
Dok. INPP

INPP Gandeng Cornerstone dan Cushman & Wakefield Dalam Pengembangan Antasari Place 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 08 Desember 2021, 23:08 WIB
"“Sejak awal kami perlu memastikan pemenuhan hak konsumen untuk mendapatkan layanan yang berkualitas untuk calon...
Dok. Blibli

CEO Blibli Kusumo Martanto Raih Penghargaan Marketing Champion Marketeer Of The Year 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 08 Desember 2021, 23:05 WIB
Pengakuan itu dinilai dewan juri dari keberhasilan Kusumo menavigasi Blibli lewat gebrakan bisnis dan inovasi pemasaran yang memberikan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya