Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal ketiga tahun ini tidak akan lebih baik dari capaian kuartal kedua.
Meski demikian, ia masih optimistis angka yang akan diraih tetap berada pada level positif.
Sebagaimana diketahui, pada kuartal kedua, pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 7,07%, naik drastis dari kinerja kuartal pertama yang kala itu masih di level negatif yakni -0,74%.
Baca juga: Prioritaskan Sektor Pertanian, Pemerintah Diapresiasi
"Kita harap capaian ini bisa berlanjut di kuartal ketiga meskipun kita tahu pasti pertumbuhan di kuartal ketiga akan lebih rendah dari kuartal kedua," ujar Jokowi dalam pembukaan Sarasehan 100 Ekonom Indonesia, Kamis (26/8).
Prediksi kepala negara bukan tanpa alasan. Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Jawa dan Bali serta beberapa provinsi lain menjadi faktor utama yang bisa memperlambat roda ekonomi di periode Juli-September.
Ia pun berharap, dengan semakin baiknya upaya penanganan covid-19, semakin gencarnya vaksinasi dan semakin menurunnya jumlah kasus aktif, perekonomian nasional akan kembali terangkat tahap demi tahap.
"Kita tetap harus menjaga gas dan rem agar betul-betul berada pada keseimbangan yang baik. Covid-19 kita turunkan sehingga ekonomi tahap dami tahap bisa kembali pulih ke arah normal atau bahkan lebih baik lagi," tandasnya. (OL-1)
BI memutuskan menahan BI Rate di level 4,75% dalam RDG Januari 2026. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Lampung, total kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara mencapai 24.702.664 orang, atau meningkat 53,50 persen dibandingkan 2025.
Pemerintah dan pelaku usaha mendorong pembentukan Tim Percepatan Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Industri untuk merealisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.
PERWAKILAN Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) sekaligus Secretary General of the International Economic Association Lili Yan Ing menegaskan target pertumbuhan ekonomi 2026 di angka 5,4% tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi masyarakat.
KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai bahwa tekanan terhadap kelompok kelas menengah bawah menjadi pekerjaan rumah (PR) terbesar khususnya bagi pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
Kerusakan padang lamun di pesisir Jawa dan sebagian Sumatra berpotensi menjadi salah satu sumber emisi karbon tersembunyi terbesar di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved