Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DUKUNGAN perbankan dalam penyediaan pendanaan bagi proyek-proyek hulu migas masih dibutuhkan pelaku usaha hulu migas.
Direktur Keuangan dan Administrasi PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), Desiantien mengatakan pihaknya telah melakukan penjajakan pada industri perbankan nasional baik itu swasta ataupun BUMN.
Dari sejumlah penawaran yang dilakukan untuk kebutuhan investasi proyek pengeboran, saat ini sudah ada lima kandidat bank lokal yang akan terlibat dalam pendanaan. Dari lima bank itu tiga diantaranya merupakan bank BUMN anggota Bank Himbara.
"Dari lima bank besar yang masuk, tiga diantaranya adalah bank Himbara. Mereka bisa memberikan penawaran yang lebih kompetitif dibanding bank – bank lain,” kata Desi dalam diskusi virtual,kemarin.
Kepala SKK Migas Dwi Sujipto mengatakan investasi adalah kunci untuk dapat menggerakkan potensi hulu migas. Pandemi Covid-19 telah memangkas investasi hulu migas di 2020 secara global rata-rata sebesar 30%. Dalam hal ini investasi hulu migas di Indonesia relatif lebih baik karena hanya menurun sekitar 22%.
Untuk itu, dibutuhkan akan daya saing lokal yang lebih kompetitif, termasuk di dalamnya adalah peran industri perbankan nasional dalam mendukung pembiayaan investasi hulu migas di Indonesia.
Direktur Executive Energy Watch, Mamit Setiawan menilai saat ini ada beberapa proyek penting hulu migas yang bisa menjadi peluang industri perbankan masuk dan terlibat dalam pembiayaan. Pertama di Region I (Sumatra dan Kepulauan Natuna) ada 63 working area. Kemudian di Region II (Jawa, Madura, Kalimantan) ada 46 working area yang bisa dimasuki industri perbankan nasional. Kemudian di Region III (Indonesia Timur) terdapat 22 working area.
Direktur Kelembagaan dan BUMN Bank BRI, Agus Noorsanto mengatakan, sinergi antara industri hulu migas dengan perbankan nasional sudah dilakukan sejak tahun 2008.
“Sejak 2008, sejak BP Migas berdiri, sinergi perbankan dengan industri hulu migas sudah terlihat dengan peraturan-peraturan yang dikeluarkan untuk para KKKS melakukan kerja sama dengan perbankan nasional,” paparnya.
Menurut Agus, saat ini kegiatan hulu migas yang membutuhkan investasi cukup besar. Beberapa prospek yang bisa digarap perbankan nasional antara lain terkait Pencadangan Dana ASR (Abandonment and Site Restoration), Trustee and Paying Agent, Bank Garansi, Alat Pembayaran (Letter of Credit), Rekening Pembayaran dan Penerimaan untuk Transaksi Penyediaan Barang dan Jasa.
“Selain itu juga Rekening Penerimaan untuk Transaksi Jual Beli Minyak dan Gas Bumi, Rekening Khusus DHE SDA, Pembiayaan Proyek Industri Migas, hingga Pembiayaan Industri Pendukung Hulu Migas,” tandasnya. (RO/E-1)
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Industri minyak dan gas (migas) global kini berada di bawah mikroskop regulasi lingkungan yang semakin ketat, terutama terkait emisi gas rumah kaca.
Inovasi teknologi migas kembali diadaptasi PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk menjawab persoalan dasar masyarakat desa, khususnya dalam menjaga infrastruktur pipa air.
INSTITUTE for Essential Services Reform (IESR) menyoroti capaian rata-rata lifting minyak bumi (termasuk Natural Gas Liquid/NGL) pada 2025 sebesar 605,3 ribu barrel per hari.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melelang delapan blok migas.
Komitmen PHE OSES dalam menurunkan emisi dari sektor hulu migas kembali memperoleh pengakuan nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved