Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI

KEMENTERIAN Pertanian akan mengapresiasi para pelaku usaha di bidang agrobisnis baik petani, peternak, pekebun, maupun eksportir dengan menggelar Merdeka Ekspor 2021.
Acara pelepasan ekspor secara serentak dari 17 pintu pengeluaran baik pelabuhan laut maupun bandar udara di 17 provinsi pada 14 Agustus 2021.
Adapun, nilai ekspor serentak kali ini diperkirakan mencapai Rp6,88 triliun.
“Dengan momentum Hari Kemerdekaan ini, kami berharap Merdeka Ekspor ini dapat menambah semangat seluruh pemangku kepentingan pertanian secara nasional,” ungkap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam sebuah konferensi pers virtual, baru-baru ini.
Mentan mengatakan peluang ekspor di sektor pertanian ke sejumlah negara tujuan masih terbuka lebar dan baik. Sepanjang Januari-Juli 2021 nilai ekspor pertanian mencapai Rp277,95 triliun atau meningkat 40,2% dari posisi 2020 yang sebesar Rp198,13 triliun.
Dari nilai tersebut, 8,25% merupakan produk segar, sedangkan 91,75% merupakan produk olahan pertanian. Berdasarkan subsektor, kontribusi terbesar ekspor berasal dari subsektor perkebunan 92,74%, kemudian peternakan 4,85%, hortikultura 1,62%, dan tanaman pangan 0,8%.
Lebih lanjut, kata dia, Kementan telah memetakan peluang dan potensi ekspor ke negara-negara tujuan lainnya sebagai diversifikasi pasar. “Akselerasi ekspor kita insya Allah akan makin baik,” lanjut dia. Seperti diberitakan, Merdeka Ekspor merupakan ekspose kinerja Kementan di bawah kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo selama 2 tahun, khususnya di masa pandemi covid-19. Dengan pelepasan ekspor komoditas pertanian melalui 17 pintu merdeka atau akses langsung ke negara tujuan, ragam komoditas asal subsektor perkebunan, tanam an pangan, hortikultura, dan peternakan senilai Rp6,88 triliun dengan volume 317,6 ribu ton menuju 61 negara sekaligus.
Adapun, sebaran volume dan nilai ekspor per subsektor masing-masing ialah subsektor perkebunan sebanyak 295,3 ribu ton atau senilai Rp6,1 triliun, subsektor tanam an pangan sebanyak 17,3 ribu ton senilai Rp127,9 miliar, subsektor hortikultura sebanyak 3,2 ribu ton senilai Rp6,1 miliar, dan subsektor peternakan sebanyak 317,6 ribu ton senilai Rp495,7 miliar.
Adapun lokasi 17 pintu Merdeka Ekspor antara lain Karantina Pertanian Tanjung Priok (Pelabuhan Laut Tanjung Priok (JICT), Karantina Pertanian Soekarno-Hatta (Bandar Udara Soekarno-Hatta), Karantina Pertanian Surabaya (Pelabuhan Laut Tanjung Perak), Karantina Pertanian Semarang (Pelabuhan Laut Tanjung Mas), Karantina Pertanian Belawan (Pelabuhan Laut Belawan), Karantina Pertanian Makassar (Pelabuhan Laut Makassar New Port), dan Karantina Pertanian Balikpapan (Pelabuhan Laut Jetty PT KRN Balikpapan).
Kemudian, Karantina Pertanian Pekanbaru (Pelabuhan Pelindo I Cabang Dumai), Karantina Pertanian Lampung (Pelabuhan Laut Panjang), Karantina Pertanian Palembang (Pelabuhan Sungai Boom Baru), Karantina Pertanian Batam (Pelabuhan Laut Batu Ampar), Karantina Pertanian Banjarmasin (Pelabuhan Laut Trikora), Karantina Pertanian Jambi (Pelabuhan Laut Talang Duku) Karantina Pertanian Pontianak (Pelabuhan Laut Dwikora), Karantina Pertanian Tanjung Balai Asahan (Pelabuhan Laut Kuala Tanjung), Karantina Pertanian Padang (Pelabuhan Laut Teluk Bayur), dan Karantina Pertanian Manado (Pelabuhan Laut Bitung). Ekspor produk pertanian ini secara serentak akan menuju 61 negara tujuan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor 2020 mencapai Rp450,79 triliun atau meningkat 15,54% jika dibandingkan dengan periode yang sama 2019 yang hanya mencapai Rp390,16 triliun. Adapun struktur produk ekspor masing-masing ialah 89% hasil olahan dan 11% berupa produk segar.
Tercatat hingga semester I, yakni Januari–Juni 2021, nilai ekspor mencapai Rp277,95 triliun atau meningkat 40,29% jika dibandingkan dengan periode yang sama 2020 hanya mencapai Rp198,13 triliun dengan struktur produk ekspor masing-masing.
“Merdeka ekspor ini juga merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan investasi dan ekspor,” tandas Syahrul. (Ifa/S2-25)
Itulah pertaruhan penegakan hukum di negeri ini. Hukum yang wajahnya penuh jelaga. Hukum yang katanya sama untuk semua tapi faktanya beda-beda tergantung siapa yang berpunya dan berkuasa.
POLDA Metro Jaya menyebut bahwa kasus pemerasan oleh eks Ketua KPK Firli Bahuri terhadap Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus berjalan.
Proses hukum kasus pemerasan ini sudah cukup terlalu lama dan berlarut-larut. Hal itu tentunya akan menimbulkan ketidakpastian hukum.
Kapolri tak menekankan target penyelesaian kasus Firli. Dia hanya menegaskan hal itu menjadi fokus Polri untuk segera dituntaskan.
Penyidikan atas penanganan perkara a quo pada tanggal 23 Desember 2024 pukul 10.00 WIB di Gedung Bareskrim telah dilakukan koordinasi dengan KPK RI terkait penanganan perkara tersebut.
Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak menjamin penyidikan berjalan secara profesional, yakni prosedural dan tuntas. Kemudian, transparan dan akuntabel.
MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akan memanggil sejumlah eksportir untuk membahas potensi gangguan pasokan akibat penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Dukungan Kementerian Koperasi (Kemenkop) terhadap kemajuan Koperasi Produsen Upland Subang Farm tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga pembiayaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved