Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
SUDAH menjadi suatu fakta bahwa pasar di Tanah Air cukup banyak menjajakan produk dari luar negeri. Berbagai macam barang impor, tidak terkecuali busana atau fashion, membanjiri toko-toko di Indonesia.
Fenomena itu rupanya membuat risih Andre Kokois, seorang pengusaha fashion yang telah melakukan sesuatu agar produk lokal lebih dihargai.
Dia pun mendirikan My Fashion Grosir (PT Mitra Fesyen Global), produsen sekaligus produk-produk busana buatan lokal. Andre yang menjabat sebagai CEO di My Fashion Grosir, berkeyakinan Indonesia sebenarnya memiliki sumber daya yang sangat melimpah untuk menghasilkan produk busana sendiri.
Menurut Andre, dirinya tergerak untuk terjun ke bisnis fashion karena orang tuanya mempunyai toko kain di Pasar Tanah Abang, Jakarta. Andre sudah ikut belajar bisnis dengan berkeliling menjajakan kain kepada para pemilik usaha konveksi.
Dari kebiasaan tersebut Andre mulai mengumpulkan modal untuk dapat merintis bisnisnya sendiri. Hingga akhirnya saat ini di usia yang relatif muda, masih 30 tahun, dirinya sudah mempunyai 500 karyawan serta mempunyai 30 tim yang berada di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, dan Tangerang.
Baca juga: Presiden Ajak Masyarakat Perbanyak Makan Buah yang Tidak Impor
“My Fashion Grosir mengemas system reseller dalam satu aplikasi yang sudah tersedia di Play Store dan Apps Store dengan nama My Fashion Grosir. Dengan tujuan membantu para fashionpreneur dalam manjalani bisnisnya,” ujar Andre menjelaskan bisnis yang digelutinya.
“Dari berbagai kegagalan dan proses yang telah dilalui kami tidak mau ada yang merasakan apa yang kami lalui. Kami mau membantu semua kalangan, baik yang baru memulai bisnis fashion dengan sistem dropshiper, bagi yang ingin ambil produk grosiran, untuk para fashionpreneur yang ingin mengembangkan bisnisnya dengan design sendiri serta menyediakan kain untuk mereka," imbuh Andre.
Saat ini, meskipun di tengah pandemi covid-19, Andre tetap optimistis bahwa busana masih banyak dicari oleh masyarakat. Apalagi pakaian adalah kebutuhan pokok manusia. Apabila ada pengusaha bisnis fashion yang merasa bisnisnya mundur di tengah pandemi, menurut Andre yang bisa diikuti di Instagram melalui akun @andre.kokois, hal tersebut mungkin saja karena mereka menjual pakaian dari luar negeri yang ongkos impor semakin mahal di tengah pandemi saat ini.
"Sebenarnya fashion asli Indonesia dan impor mempunyai kualitas yang sama bagusnya. Namun, kebanyakan pengusaha Indonesia tidak ingin mengambil pusing sehingga kalah dengan negara lain," tutup Andre. (R-3)
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total nilai impor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai US$241,86 miliar, atau meningkat 2,83% dibandingkan tahun sebelumnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Fastrex hadir sebagai solusi atas sulitnya mobilisasi hasil panen di medan yang sering kali memiliki kontur tanah tidak rata.
Pemenuhan kebutuhan alutsista TNI dan Polri harus mengutamakan produksi dalam negeri, serta diperkuat oleh berbagai kebijakan turunan.
Pemerintah berjanji meninjau ulang kebijakan kuota impor daging sapi reguler pada Maret 2026, menyusul keberatan pelaku usaha swasta atas pemangkasan kuota yang dinilai terlalu drastis.
Bake Your Dream menarik perhatian publik bukan hanya karena formatnya, melainkan juga jajaran pesertanya yang impresif.
Para peserta VEX Robotics Global 2026 ditantang untuk menerapkan kemampuan berpikir kritis, analisis data, hingga kolaborasi global dalam menyelesaikan misi robotika yang kompleks.
Ajang kompetisi olahraga dan seni antar SMA bertajuk SkyBattle 2026 yang digelar oleh SMA Labschool Kebayoran, Jakarta, resmi berakhir.
Pameran ini telah masuk dalam agenda belanja, bertukar informasi, meningkatkan keterampilan, hingga berkompetisi para pegiat industri makanan dan minuman hingga pehobi.
ICAS tidak sekedar kompetisi, melainkan sebagai ruang pembelajaran yang melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi untuk menghadapi tantangan masa depan.
Satu hal yang membedakan kompetisi spelling bee tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya adalah pengakuan akademik yang lebih formal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved