Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Angelaida Agil Maharanny berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasaional. Ia menorehkan prestasi di dunia dancesport dengan perolehan 2 emas di kelas Pro-Am (professional–amateur) Samba dan Cha Cha, ditambah 1 perak di kelas Pro-Am Jive, serta 2 perunggu di kelas Solo Open Junior Waltz dan Tango dalam kompetisi olahraga dancesport The Golden Rose International Championship 2025 Sydney, Australia pada 19 Juli 2025 lalu.
Angel, sapaan karibnya merupakan siswi kelas 5 SD Budi Utama Yogyakarta. Ia menjadi satu-satunya atlet dancesport dari Indonesia yang berlaga dalam kompetisi tersebut bersaing dengan ratusan atlet dari negara lainnya.
"Meskipun tergolong sangat muda, Angelaida harus masuk dalam kategori U16, membuatnya berhadapan dengan lawan-lawan yang jauh lebih tinggi secara usia maupun postur tubuh," terang Aldila Miska Ferdiana, ibu kandung Angel, Selasa(29/7).
Di babak awal, beberapa kali ia mengalami benturan di atas lantai dansa. Namun, Angel tetap tangguh secara mental, tetap menjaga ritme, tetap tersenyum, dan tak kehilangan kendali atas setiap gerakan.
Angel tampil di dua nomor berbeda, yaitu Solo Junior Open (Latin dan Ballroom) serta Pro-Am (professional–amateur). Di nomor Pro-Am, Angel berpasangan dengan Mr. Vernon Choo, salah satu juara dunia asal Malaysia yang telah membimbing Angel sejak pertengahan kariernya.
The Golden Rose International Championship adalah salah satu kejuaraan dancesport tahunan paling bergengsi di kawasan Asia Pasifik. Diselenggarakan di Sydney, Australia, ajang ini mempertemukan atlet-atlet profesional dan amatir dari berbagai kelas usia untuk berlaga dalam berbagai kategori Latin dan Ballroom.
Kompetisi ini dikenal dengan standar penjurian internasional dan partisipasi pelatih-pelatih top dunia. Bagi banyak atlet muda, keikutsertaan di ajang ini adalah langkah awal untuk meniti karier profesional di dunia dancesport global.
Aldila mengatakan bahwa keberhasilan Angel terjadi berkat bantuan banyak pihak, khususnya para pelatih Angelaida, yaitu Deddy Ratmoyo, Soni, Kelvin Choo melatih Angelaida Ballroom Dance. Selain mereka, Angel juga dilatih oleh Dyah Dwinita, Finasti, Rama, dan Vernon Choo untuk Latin Dance.
"Selain itu dukungan dan support tiada henti dari Kepala Sekolah dan para guru serta teman-teman Angelaida di SD Budi Utama Yogyakarta menjadikan Angelaida bisa mengharumkan nama Indonesia di dunia," kata dia.
Dalam kompetisi itu Angelaida bersaing ketat dengan atlet dari Taiwan, Korea, Malaysia, New Zealand serta Australia sebagai tuan rumah penyelenggara.
"Kompetisi sempat menegangkan karena walau masih berusia 10 tahun, Angelaida harus masuk di kategori U16," terang dia.
"Berkat motivasi dan latihan intensif yang dilakukan Angelaida berhasil memperoleh 2 emas di kelas Pro-Am Samba dan Cha Cha, perak di kelas Pro-Am Jive, serta perunggu di kelas Solo Open Junior Waltz dan Tango," kata dia.
Penampilan Angel membuat decak kagum hingga mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari atlet lain dan penonton. Pasalnya, Angelaida berhasil selalu masuk babak final dalam kompetisi ini.
Aldila menambahkan, di tahun ini Angelaida juga akan memperkuat tim squad dancesport dari DIY di Fornas yang akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Barat akhir bulan Juli ini. Selain itu di tanggal 16 Agustus 2025 Angelaida bersama atlet lainnya dari Indonesia akan berlaga di International Ballroom Dance Championship 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia dan akhir tahun berlaga juga di International Championship di Italia.
ICAS tidak sekedar kompetisi, melainkan sebagai ruang pembelajaran yang melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi untuk menghadapi tantangan masa depan.
Satu hal yang membedakan kompetisi spelling bee tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya adalah pengakuan akademik yang lebih formal.
Siswa yang berhasil melaju ke babak semifinal dan final akan memperoleh sertifikat yang diakui oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
Kompetisi Karya Jurnalistik MediaMIND 2025 resmi ditutup setelah proses penjurian final pada Senin (8/12).
Liga Muslim Dunia (Muslim World League/MWL) untuk pertama kalinya menggelar Kompetisi Internasional Hafalan Alquran Albasira bagi penyandang tunanetra.
JSTO berhasil menarik perhatian yang luar biasa, dengan total 3.767 peserta dari 1.904 sekolah di seluruh penjuru Indonesia.
Selain capaian individu, sebanyak 39 siswa delegasi SMA Labschool Jakarta juga terpilih untuk tampil dalam "Cultural Performance" pada rangkaian kegiatan AYIMUN.
Medali emas dipersembahkan oleh Delvi Nurfadillah yang turun di kelas Traditional MMA 49 kg putri.
ICAS tidak sekedar kompetisi, melainkan sebagai ruang pembelajaran yang melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi untuk menghadapi tantangan masa depan.
Prestasi langka ini menegaskan keunggulan pelajar Indonesia di panggung robotika global.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menyatakan, capaian tersebut mencerminkan arah kebijakan pendidikan Islam yang semakin kompetitif dan adaptif.
Beasiswa tersebut diberikan kepada sejumlah anak anggota yang memenuhi kriteria, dari sisi prestasi akademik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved