Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA saham sektor tambang kembali menjadi perhatian sejak harga komoditas naik lagi akhir-akhir ini, termasuk saham PT ABM Investama Tbk (ABMM) yang sempat melambung jauh pada 14 dan 15 Juli lalu, sebelum akhirnya rontok perlahan hingga awal Agustus.
Sebelumnya pada Selasa (13/7), harga saham ABMM berada pada level Rp805 per saham. Kemudian harga menyentuh rejection batas atas (ARA Bursa EFek Indonesia (BEI) di hari Rabu (14/7) pada level 1.005 (+24,8%) dan kembali terjadi di Kamis (15/7) pada level 1.255 (+24,87%). Penguatan berlanjut hingga Jumat (16/7) pada level 1.325 (+5,58%).
Setelah itu, harga saham langsung terseok pada level 1.265 per saham (-4,53%) di hari Senin (19/7), menjadi 1.180 per saham (-6,72%) di Rabu (21/7), dan kini di level 1.130 per saham di Jumat (6/8).
Fluktuasi harga saham ABMM tiba-tiba dalam rentang yang besar itu memantik banyak tanya yang menguak spekulasi mengenai kondisi fundamental emiten tambang ini, termasuk praktik bisnis anak usahanya yang bermitra dengan pihak lain seperti PT Reswara Minergi Hartama yang mengendalikan tambang batu bara di Aceh.
Ekonom sekaligus praktisi pasar modal, Lucky Bayu Purnomo, menilai untuk jangka pendek dan menengah, saham sektor tambang seperti ABMM masih cukup menarik karena dipompa oleh euforia kenaikan harga batu bara.
Namun kondisi fundamental perusahaan seperti tercermin dari koreksi pemeringkatan oleh Moody's harus dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang.
"Apabila kita memiliki orientasi untuk berinvestasi jangka panjang, memang ABMM tidak disarankan. Karena ada pertimbangan pemeringkatan yang berorientasi jangka panjang," kata Lucky Bayu, Jumat (6/8).
Tetapi untuk investasi jangka pendek dan menengah saham ABMM masih cukup menarik karena harga komoditas tetap menjadi pendorong bagi perusahaan.
Salah satu penyumbang terbesar pendapatan emiten ABMM, yaitu tambang batu bara di Aceh Barat yang dikelola oleh anak usahanya Reswara Minergi Hartama bersama mitranya. Namun pengelolaan tambang ini menyisakan persoalan karena mitranya tidak mau menandatangani laporan keuangan usaha bersama yang dibentuk karena ada dugaan praktik bisnis dan transaksi yang merugikan mitranya, tetapi menguntungkan pihak perushaaan dan induknya yakni ABMM.
Menurut Lucky, persoalan seperti ini seharusnya dibuka kepada publik, dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan dan BEI sebagai penyelenggara mekanisme transaksi. Sebab ABMM sebagai terbuka terikat kewajiban keterbukaan informasi pasar modal, termasuk informasi terkait lingkungan usaha, seperti anak usaha dan mitranya.
"Secara utuh seharusnya memang dilaporkan. Karena pada saat proses pelaporan keuangan seperti annual report, yang menerangkan bagaimana susunan perusahaan, postur usaha, bentuk usaha yang ada dalam laporan tahunan. Laporan tahunan itu juga harus dijelaskan dari mana kontributor pendapatan usaha. Untuk itu ini menjadi suatu hal yang lumrah untuk diketahui oleh otoritas dan publik," kata Lucky.
Tambang batu bara di Aceh berkontribusi besar terhadap pendapatan ABMM. Tahun 2020, tercatat kontribusinya sebesar 73% dari total produksi batu bara ABMM sebesar 12,56 juta ton. Sedangkan 27% sisanya berasal dari tambang di Kalimantan Selatan. (Try/E-1)
Perusahaan pertambangan didorong untuk mengadopsi standar internasional yang memiliki kriteria lebih ketat guna meminimalkan risiko kerusakan lingkungan, termasuk potensi bencana.
HAKIM Konstitusi Saldi Isra, mempertanyakan dasar pemberian Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) kepada perguruan tinggi dalam sidang lanjutan pengujian UU Minerba.
ANGGOTA Kelompok Keahlian Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB menegaskan pengelolaan pertambangan oleh ormas keagamaan harus diawasi ketat.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat dua perusahaan berskala besar atau lighthouse company yang bersiap melakukan penawaran umum perdana saham.
Ketahanan energi dan hilirisasi sebagai pilar strategis transformasi ekonomi nasional.
MANTAN Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK) memperingatkan Indonesia masih terperangkap dalam jebakan negara berpendapatan menengah, dengan ketergantungan pada tambang.
Tumpukan atau stockpile batu bara tersebut ditemukan di enam titik lokasi yang berbeda.
Sepanjang 2025, sebanyak 22,9 juta ton barang berhasil dikelola oleh KAI Logistik (Kalog).
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan produksi batu bara Indonesia pada 2026 dipangkas menjadi kisaran 600 juta ton.
PEMERINTAH akan melakukan audit lingkungan terhadap lebih dari 100 unit usaha di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh sebagai bagian dari evaluasi persetujuan lingkungan pascabencana.
Holding Industri Pertambangan Indonesia, Mind ID, terus memperkuat transformasi digital di sektor pertambangan nasional melalui penerapan inisiatif smart mining.
PEMERINTAH membidik lokasi proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) berlokasi tak jauh dari PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved