Jumat 06 Agustus 2021, 13:49 WIB

Jaga Kesegaran Buah dan Sayur dengan Teknologi Coating

mediaindonesia.com | Ekonomi
Jaga Kesegaran Buah dan Sayur dengan Teknologi Coating

Ist/Kementan
Pembusuka buah dapat dicegah dengan memberikan lapisan produk dengan bahan yang aman dimakan (edible coating).

 

KEBIJAKAN pembangunan hortikultura dilakukan guna meningkatkan daya saing produksi, produktivitas, akses pasar, logistik didukung sistem pertanian modern yang ramah lingkungan. Sekaligus dorong peningkatan nilai tambah produk untuk kesejahteraan petani.

Upaya pencapaian ini dilakukan dengan tiga strategi meliputi pengembangan kampung hortikultura, penumbuhan UMKM serta digitalisasi hortikultura. Pada 2021 ini, Kementerian Pertanian menargetkan penumbuhan 200 UMKM hortikultura. 

“Guna mewujudkan hal tersebut, sesuai arahan Menteri Pertanian menginstruksikan agar bimbingan dan pembinaan kepada masyarakat harus tetap berjalan sekalipun di masa pandemi Covid-19. Peserta bimtek juga terjalin jejaring bisnis antar peserta khususnya produk hortikultura," ujar Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto dalam webinar bertajuk Mendongkrak Bisnis Hortikultura Segar Melalui Teknologi Coating dan Pengemasan, Selasa (3/8). 

"Untuk itu informasi dan edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha hortikultura terkait teknologi coating dan pengemasan dilakukan untuk mendukung upaya tersebut,” jelas Prihasto.

Virtual literacy yang menyedot 2.800 peserta via zoom meet dan YouTube ini, disadari oleh kenyataan bahwa masyarakat menyukai  produk yang selalu fresh dan mempunyai penampilan yang menarik.

Kesegaran produk menjadi poin penting khususnya produk buah dan sayur. Dengan tampilan yang segar, konsumen dapat merasakan kenikmatan buah matang pohon dengan kesegaran yang hampir sama saat buah baru dipetik.

“Dengan kesegaran yang bertahan lama, pedagang buah dan sayur dapat memperluas pasar penjualnya, tidak hanya di dalam pulau tapi bisa sampai ke luar pulau. Menggunakan suhu dingin, bahkan bisa mencapai ekspor,” terang Prihasto.

Produk hortikultura memiliki beberapa tantangan tersendiri di antaranya inkonsistensi aspek mutu produk dan suplai, minim sentuhan teknologi dan biaya logistik yang mahal. “Belum termasuk diplomasi perdagangan internasional lemah dan produk yang belum didesain mengacu permintaan pasar,” lanjutnya.

Suatu nilai tambah komoditas hortikultura adalah semua hal terkait pengolahan, pengangkutan ataupun pascapanen dalam suatu produksi.

"Peningkatan nilai tambah sangat berpengaruh terhadap daya saing suatu produk yang terdiri dari peningkatan mutu produk development pemanfaatan teknologi yang kompetitif,” ujar Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hortikultura, Bambang Sugiharto.

“Daya saing buah dan sayuran secara umum terletak pada mutu tampilan, rasa, mutu nutrisi serta aman dikonsumsi. Jika awal pemanenan, semua unsur di atas tersedia. Lalu bagaimana jika usai panen? Secara umum lapisan lilin pada buah akan berkurang dan lamban laun membusuk,” ujar Dosen Departemen Teknik Mesin dan Biosistem Fakultas Teknologi Petanian IPB, Emmy Darmawati.

Secara alami, lanjut Emmy, buah dan sayuran akan layu dan membusuk dikarenakan proses respirasi (perombakan secara oksidasi) dan transpirasi (air keluar melalui stomata). Kondisi ini dapat dicegah dengan memberikan lapisan produk dengan bahan yang aman dimakan (edible coating).

Beberapa bahan yang dapat digunakan di antaranya polisakarida, protein, lemak (lipid), resin serta komposi dengan bahan tambahan semisal antimikroba, antioksidan, anti browning, flavor dan pewarna. Pengaplikasiannya bisa dilakukan dengan direndam, disemprot, dan dikuas.

Dengan adanya teknologi coating, resiko food loss dan food waste dapat dikurangi. Salah satu produk yang direkomendasikan untuk mempertahankan kesegaran produk buah dan sayur adalah Chitasil Edible Coating berbasis alam (chitosan). 

“Kami telah bekerja sama dengan lebih dari 20 perusahaan dan kelompok tani hortikultura. Dengan keunggulan bahan alami yang dimiliki berdasarkan standar keamanan dan kesehatan produk, risiko food loss dan food waste bisa turun hingga 1750 ton,” ujar CEO PT BIKI, Hafid Rosidin. 

CEO sekaligus founder berusia muda ini menerangkan, dengan treatment pencelupan coating Chitasil Edible Coating selama 1-3 menit pada buah dan sayuran, bisa mempertahankan kesegaran produk lebih baik.

Ketahanannya kurang lebih selama satu hingga dua minggu tergantung jenis produk. Pengaplikasian lapisan edible coating diyakini mampu mendongkrak bisnis hortikultura segar baik penjualan luar negeri maupun dalam negeri. (RO/OL-09)

Baca Juga

Dok WMKB

One Avenue Batam Masuk dalam 29 Karya Properti Terbaik Indonesia

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 04:30 WIB
Minat masyarakat berinvestasi properti secara perlahan mulai ke arah positif, tak terkecuali di Kota...
Antara/Galih Pradipta

Pandemi Hadirkan Peluang Indonesia untuk Memperkuat Regulasi Sektor Ekonomi 

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 01:39 WIB
"Kami, di Kementerian Investasi, menganggap pandemi ini sebagai peluang di tengah tantangan. Kenapa saya katakan sebagai peluang, yang...
Dok. pribadi

Golden Property Awards 2021 Jadi Bukti Ketangguhan Pelaku Industri Properti di Masa Pandemi 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 23:08 WIB
Golden Property Awards (GPA) hadir sebagai sebuah ajang penghargaan yang diselenggarakan secara independen, dengan metode penilaian...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sukses PON Papua 2021 Pemerataan Pembinaan di Seluruh Pelosok Negeri

Sukses prestasi ditandai dengan tercipta banyak rekor meski penyelenggaraan multiajang olahraga terakbar Tanah Air itu digelar di masa pandemi covid-19.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya