Kamis 05 Agustus 2021, 14:20 WIB

BPS: Ekonomi Triwulan III akan Tergantung Perpanjangan PPKM

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
BPS: Ekonomi Triwulan III akan Tergantung Perpanjangan PPKM

ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Seorang bersepeda melintas di depan pertokoan yang tutup sementara saat PPKM Darurat di Kawasan Panglima Polim, Jakarta

 

KEPALA Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengungkapkan, kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III berada pada seberapa besar mobilitas masyarakat. Sebab, pergerakkan manusia berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan.

"Kalau lihat tren triwulan III, kata kuncinya adalah mobilitas dan aktivitas. Kalau kita lihat polanya, kalau kondisi baik, harusnya triwulan III itu membaik. Itu kalau semua pola membaik. Tapi lagi-lagi, kita lihat dari aspek mobilitasnya, atau aktivitas masyarakatnya, kalau itu terbatas polanya bisa jadi berbeda," ujarnya saat menyampaikan rilis secara virtual, Kamis (5/8).

"Kalau kita ini masuk ke PPKM level III dan IV itu pengaruhnya seberapa besar, pengaruhnya pasti ada, tapi seberapa besarnya belum bisa diperkirakan, kita lihat nanti di pertumbuhan triwulan III 2021," sambung Margo.

Dia menyampaikan, hubungan antara mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi telah tercermin pada realisasi perekonomian nasional di triwulan II 2021. Ekonomi Indonesia yang tercatat tumbuh 7,07% (year on year) itu didorong oleh tingginya mobilitas manusia yang menggerakkan perekonomian.

Baca juga: BPS: Ekonomi Membaik, Tapi Belum Kembali ke Posisi Normal

Karenanya, kata Margo, prospek perekonomian Indonesia akan sangat bergantung pada penanganan pandemi covid-19. Bila pandemi dapat dikendalikan, kepercayaan masyakarakat akan meningkat dan mendorong mobilitas.

Namun jika pandemi tak bisa dikendalikan, maka limitasi mobilitas masyarakat akan terjadi dan menghambat pemulihan ekonomi yang telah berjalan. "Jadi kuncinya adalah bagaimana penanganan terhadap kesehatan. Kalau itu berhasil, maka aktivitas akan juga tumbuh dan pasti ekonomi tumbuh," terang Margo.

Penanganan pandemi covid-19 sedianya telah mengalami perbaikan di triwulan II 2021. Hal itu juga dibarengi dengan vaksinasi yang mendorong kepercayaan masyarakat. Bila dibandingkan dengan triwulan II 2020, kondisi penanganan kesehatan jauh lebih baik dan berdampak positif bagi perekonomian.

"Pada triwulan II 2021, ada perbaikan yang cukup signifikan terkait dengan aktivitas baik untuk ekonomi maupun di tempat kerja. Jadi, mobilitas masyarakat itu jauh lebih bagus kalau dibandingkan triwulan I 2021 maupun pada kondisi triwulan II 2020," kata Margo. (OL-4)

Baca Juga

Ist/DPR

Jadi Anggota Dewan Pertimbangan Kadin, Ini Harapan Rapsel Ali

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 08:57 WIB
Kepengurusan Kadin Indonesia  saat ini akan menjadi salah satu yang sangat menentukan dalam langkah Indonesia menuju Indonesia...
Antara

Harga Emas Naik Tajam 14,4 dolar, Imbas Melemahnya Dolar AS

👤Muhamad Fauzi 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 06:31 WIB
HARGA emas naik relatif tajam pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB (21/10), karena melemahnya dola AS dan kekawatiran...
Dok. kemendag

Tiga UKM Binaan ECP Kemendag Kembali Tembus Pasar Ekspor 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 00:08 WIB
PT Agro Global Sentosa dari Makassar melakukan ekspor cengkeh lalpari ke pasar Singapura dengan nilai transaksi USD 90...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menolakkan Ancaman Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah perlu memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem diterima rumah tangga miskin ekstrem yang ada di wilayah prioritas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya