Rabu 21 Juli 2021, 19:30 WIB

Investor  Minati Saham  Berbasis Teknologi

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Investor  Minati Saham  Berbasis Teknologi

Dok.Bukalapak
IPO Bukalapak cukup diminati investor ritel

 

MANDIRI  Sekuritas melihat minat investor ritel untuk membeli saham teknologi cukup besar. 

Hal ini terlihat dari tingginya minat mereka untuk membeli saham emiten unicorn, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA)  pada saat masa penawaran awal (bookbuilding). 

Direktur Mandiri Sekuritas Theodora VN Manik menyampaikan, investor merespons baik penawaran  saham Bukalapak. Namun dia belum bisa membeberkan lebih rinci nilai pada masa penawaran awal.

"Investor ritel menyambut baik [IPO Bukalapak], kami belum bisa membicarakan lebih rinci sebab, bookbuiding baru selesai. Baik nasabah eksisting atau nasabah baru yang berminat untuk IPO ini memang animonya tinggi," kata Theodora, dalam konferensi pers, kemarin. 

Bukalapak menjadi perusahaan e-commerce unicorn asal Indonesia, yang pertama melantai perdana di BEI. Mereka menawarkan sebanyak 25% saham ke publik dengan target dana penawaran umum senilai Rp21,9 triliun dengan kode ticker BUKA. Kisaran harga IPO yang ditawarkan sebesar Rp 750 sampai dengan Rp 850 per saham.

Mandiri Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek bersama dengan Buana Capital Sekuritas. Bukalapak menjalankan penawaran awal (bookbuilding) dan roadshow pada 9 Juli hingga 19 Juli 2021. Bila sesuai jadwal, pernyataan efektif dari OJK diperkirakan akan diperoleh pada 26 Juli 2021.

Penawaran umum ditargetkan dapat dilaksanakan pada 28 Juli-30 Juli 2021 dan pencatatan di BEI dengan kode saham BUKA dijadwalkan pada 6 Agustus 2021. Rencananya, dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja perusahaan dan entitas anak.

Pelaksana Tugas Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Silva Halim mengatakan, dengan masuknya perusahaan teknologi ke pasar modal diharapkan akan meningkatkan jumlah investor di pasar saham domestik dan mendorong aliran modal asing lebih banyak masuk ke Indonesia.

Berdasarkan riset Mandiri Capital, saat ini Indonesia memberi andil paling besar terhadap perusahaan unicorn regional dengan  38%  unicorn berasal dari Indonesia. Selain itu, sektor ekonomi digital ke depan akan memiliki kontribusi yang penting bagi ekonomi suatu negara.

"Kami harapkan dengan listing saham perusahaan teknologi dan IPO saham perusahaan besar akan membantu menarik minat investor asing kembali ke Indonesia," tandasnya (Try/E-1)

Baca Juga

AFP/Johannes Eisele.

Harga Kedelai Dunia Berfluktuasi, Kemendag Jamin Harga Tetap Terjangkau

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 13:44 WIB
Fluktuasi harga kedelai diharapkan tidak menyurutkan para pengrajin tahu dan tempe untuk terus berproduksi agar masyarakat tetap dapat...
MI/RAMDANI

Subsidi Upah Pekerja Tahun Ini, Berikut Perubahan Persyaratannya

👤Mediaindonesia 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 13:33 WIB
Pertama, pada aspek kriteria calon penerima BSU, khususnya pada batasan gaji/upah, wilayah, serta sektor pekerjaan yang...
 ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

LPEM UI Optimis Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II 6,2%-6,7%

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 13:25 WIB
Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2021 akan tumbuh...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kenyang Janji dan Pasrah Menunggu Keajaiban

Sejak peristiwa gempa bumi disertai tsunami dan likuefaksi di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah hingga kini masih banyak warga terdampak bencana tinggal di hunian sementara.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya