Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
TREN investasi uang kripto semakin hari semakin naik daun. Hal ini tak terlepas dari berbagai faktor yang membuat banyak investor tertarik berinvestasi pada mata uang digital ini. Termasuk di antaranya kenaikan harga kripto yang tinggi setiap tahunnya dan juga semakin mudahnya setiap orang membeli uang kripto lewat aplikasi investasi. Aplikasi Pluang misalnya.
Ada banyak faktor yang memengaruhi kenaikan maupun penurunan harga kripto. Meski uang digital terdesentralisasi ini dikenal tahan terhadap intervensi pemerintah, namun ada banyak faktor lainnya yang berkontribusi terhadap volatilitas harganya. Mulai dari meningkatnya permintaan hingga faktor psikologis pun turut berperan.
Berikut ini ada 6 faktor yang sering memengaruhi harga kripto yang perlu Anda ketahui jika tertarik berinvestasi di mata uang kripto. Ini perlu diketahui agar Anda tidak kaget jika harganya tiba-tiba naik atau malah turun tajam.
1. Ketersediaan vs permintaan
Ketersediaan uang kripto yang terbatas dan persebarannya yang tidak merata telah menaikkan popularitasnya sekaligus juga harganya. Peningkatan harga aset kripto salah satunya diakibatkan karena meningkatnya jumlah permintaan dalam beberapa tahun terakhir ini.
Sama dengan barang lainnya, aset kripto pada dasarnya juga dipengaruhi oleh permintaan dan jumlah ketersediaannya di pasar. Tingginya permintaan terhadap uang kripto membuat harganya semakin melambung dan begitu juga sebaliknya.
Jika banyak yang menjual bitcoin mereka namun yang membeli hampir tidak ada, maka nilainya akan jatuh.
2. Adopsi di dunia nyata
Meskipun di Indonesia mata uang kripto tidak diakui sebagai pembayaran yang sah, namun banyak negara yang sudah melegalkan penggunaan kripto untuk alat pembayaran. Adopsi mata uang digital ke dunia nyata ini, jika dilakukan secara masif atau paling tidak legal di banyak negara besar, maka nilainya akan naik.
Hal ini karena jumlah aset kripto yang terbatas. Dan dengan diadopsi ke kehidupan nyata maka permintaan akan meningkat dan tentu saja memicu kenaikan harga.
3. Biaya produksi miner
Biaya untuk menambang uang kripto menjadi salah satu faktor penentu harga uang kripto tersebut. Contohnya bitcoin yang memiliki biaya produksi tinggi karena harus memiliki perangkat keras khusus yang biasanya dirakit dengan hardware berkelas dan mahal, CPU, GPU, server, dan sistem pendingin serta biaya listrik yang dikeluarkan.
4. Regulasi
Meski mata uang digital tidak bisa diintervensi pemerintah manapun karena sistem terdesentralisasinya, namun saat uang kripto masuk dalam arus utama sistem keuangan sebuah negara, maka negara tersebut bisa melakukan intervensi yang tentunya bisa memengaruhi harga uang kripto.
Contohnya, Tiongkok yang melarang penambangan bitcoin di seluruh wilayahnya, Inggris yang melarang Binance yang merupakan perusahaan perdagangan aset kripto terbesar di dunia untuk beroperasi di negaranya. Ada juga wacana pengenaan pajak bagi uang kripto di Indonesia yang masih digodok badan terkait. Intervensi-intervensi seperti ini dapat memengaruhi harga kripto secara global.
5. Influence whale, tokoh penting & pemberitaan
Whale merupakan istilah dalam perdagangan kripto yang merujuk pada trader besar yang punya aset kripto dalam jumlah besar yang mampu menjadi penggerak pasar dengan berbagai cara. Salah satu contoh paling nyata adalah Elon Musk yang sering berkicau tentang mata uang kripto tertentu di akun Twitternya. Begitu besarnya influence Elon terhadap dunia kripto, dengan satu twit saja sudah bisa melambungkan harga Dogecoin yang pernah masuk dalam tweet-nya.
Selain itu pemberitaan mengenai uang kripto di seluruh dunia juga berpengaruh pada harga uang digital ini. Misalnya saja jika ada berita tentang serangan hacker pada server kripto bisa membuat harganya turun. Sedangkan jika ada pemberitaan baik, misalnya suatu negara secara resmi mengakui uang kripto sebagai alat pembayaran, maka harganya pun bisa naik.
Di dunia kripto, pemberitaan dan pengaruh tokoh penting punya pengaruh signifikan pada kondisi pasar.
6. Rasa takut dan serakah
Faktor psikologis ini berkaitan dengan sifat serakah publik yang membeli banyak uang kripto seperti bitcoin saat tidak ada pergerakan harga berarti dengan harapan nanti harganya akan naik lebih tinggi lagi. Semakin banyak yang beli uang kripto, maka harga uang kripto tersebut akan semakin tinggi dan ini memengaruhi orang lain untuk turut membeli bitcoin.
Saat harga bitcoin sudah hampir menyentuh harga tertinggi, banyak orang yang mencoba ambil untung dengan menjual bitcoinnya. Semakin banyak yang menjual bitcoinnya maka harga bitcoin akan semakin jatuh.
Harga yang bergerak turun drastis ini akan menimbulkan ketakutan pada pemilik bitcoin lainnya sehingga mereka tidak ingin rugi lebih dalam dan menjual bitcoinnya saat itu juga. Alhasil harga bitcoin bisa terus turun.
Itulah tadi 6 faktor yang dapat memengaruhi kenaikan dan penurunan harga uang kripto. Jika Anda tertarik investasi kripto, pastikan sudah mengetahui hal-hal di atas agar bisa memprediksi kapan harga uang kripto yang Anda miliki akan naik atau justru akan turun dalam. (RO/OL-10)
PASAR aset kripto global sedang berada dalam fase volatilitas tinggi setelah bitcoin mengalami koreksi tajam ke kisaran level US$74.000 sebelum akhirnya melakukan rebound ke level US$77.000.
OJK mencatat total volume perdagangan aset kripto di Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp482,23 triliun, dengan jumlah investor kripto menyentuh 19,56 juta orang.
HARGA bitcoin (BTC) kembali melemah dan turun ke bawah level psikologis US$90.000 pada perdagangan Rabu (21/1), seiring meningkatnya tensi geopolitik dan aksi jual di pasar aset berisiko.
EKOSISTEM aset digital Iran melampaui angka US$7,78 miliar atau sekitar Rp132 triliun pada 2025. Ini tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.
DI tengah rezim Iran yang semakin terdesak, menghadapi tekanan luar biasa baik dari dalam maupun luar negeri, mata uang kripto muncul sebagai alternatif keuangan bagi banyak warganya.
Bitcoin (BTC) adalah aset digital terdesentralisasi berbasis blockchain. Pelajari cara kerja, cara mendapatkan, serta risiko Bitcoin sebelum berinvestasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved