Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bersama PT Bank Mandiri Tbk meneken nota kesepahaman kerja di bidang ketenagalistrikan. Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Susana Indah mengungkapkan, strategi PLN mendorong proyek energi baru terbarukan (EBT), akan menjadi perhatian bisnis oleh perusahaan bank tersebut.
Susana menjelaskan, Bank Mandiri akan mendorong pembiayaan proyek kelistrikan berbasis EBT. Sejauh ini pihaknya telah memiliki portofolio pembiayaan di pembangkit listrik mikro hidro (PLTMH) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Berdasarkan data Bank Mandiri, penyaluran pembiayaan untuk sektor kelistrikan di Indonesia mencapai Rp800 triliun.
“Harapannya Bank Mandiri dapat mendukung (proyek) EBT lebih baik lagi, terkait juga dengan target PLN bisa mendukung program bauran energi baru terbarukan 23% pada 2025,” ungkapnya dalam keterangan pers PLN, Rabu (30/6).
PLN dan Bank Mandiri dikatakan memiliki kepentingan pertukaran informasi dan kolaborasi untuk mendorong pengembangan bisnis masing-masing perusahaan. Pasalnya, PLN memiliki aset dengan nilai lebih dari Rp 1.600 triliun dan sumber daya manusia termasuk tenaga alih daya (TAD) mencapai hampir 200.000 orang. PLN juga memiliki pelanggan 80 juta.
Susana menyebut, pertumbuhan bisnis PLN dianggap positif selama ini. Sebagai contoh, transaksi forex pada tahun lalu yang mencapai US$3,3 miliar melalui Bank Mandiri. Kemudian nilai collection melalui Bank Mandiri mencapai Rp8 triliun tiap bulan, atau sekitar 30% dari total collection PLN atau secara transaksi treasury mencapai 40%.
Kedua perusahaan BUMN itu pun menandatangani nota kesepahaman kerja sama Knowledge Sharing Ketenagalistrikan pada Selasa (29/6). Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PLN Sinthya Roesly mengatakan, bentuk kerja sama PLN dan Bank akan berbagi informasi yang sangat luas. Mulai dari informasi pertumbuhan bisnis, target pasar, hingga proyek infrastruktur sebagai target pembiayaan sektor perbankan yang juga menjadi indikator gerak pertumbuhan ekonomi dan bisnis.
Sebelumnya, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menuturkan, pembangkit-pembangkit EBT diproyeksikan akan terakumulasi mencapai 10 Giga Watt (GW) pada 2025 dan meningkat lagi hingga 15 GW pada 2029.
Zulkifli optimistis, ke depannya EBT bukan hanya sebatas energi yang intermiten, melainkan sebagai pemikul beban dasar (baseload) yang akan bersaing dengan tenaga fosil.
"Saat itulah development and application renewabele energy akan menjadi kekuatan PLN untuk menjamin seluruh pelosok negeri menyala dengan listrik yang ramah lingkungan," papar Dirut PLN saat menghadiri UN Global Compact Leaders Summit 2021 beberapa waktu lalu. (OL-8)
Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Ernest Gunawan menyampaikan alokasi program mandatori B40 pada 2026 ditetapkan sebesar 15,646 juta kiloliter.
Fokus utamanya adalah penambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt, di mana 75% di antaranya ditargetkan berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT).
Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjalin kerja sama strategis dengan PT Borneo Indobara (BIB) melalui penandatanganan perjanjian jual beli REC.
INDUSTRI panas bumi memiliki prospek baik dalam mendukung pencapaian target pemerintah dalam memperluas kapasitas pembangkit listrik energi baru dan terbarukan (EBT).
Pemerintah terus memperkuat arah kebijakan energi nasional dengan mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Langkah ini untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Langkah pemerintah dalam memperluas pemanfaatan EBT sudah berada di jalur yang tepat.
Bank Mandiri Jawa Barat menyiapkan uang tunai sebesar Rp4,58 triliun untuk pengisian ATM/CRM pada periode 24 Februari hingga 25 Maret 2026.
Bank Mandiri kembali mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sistem keuangan
Dalam ajang ini, Bank Mandiri memberi dukungan sebagai official bank partner.
Bank Mandiri menilai perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Kementerian Keuangan dapat memperkuat likuiditas perbankan.
Bank Mandiri 12.900 unit ATM/CRM serta 322.000 mesin EDC yang tersebar di seluruh Indonesia guna mendukung kelancaran transaksi nasabah.
Laporan keuangan bulanan (bank only) dari Bank Mandiri Januari 2026 mencatat realisasi kredit perseroan tumbuh 15,62% secara tahunan (year on year) menjadi Rp1.511,4 triliun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved